Mari Mereguk Indahnya Perkebunan Romadhon

3 09 2007

Saat disuguhkan sekedar cerita tentang keindahan sebuah perkebunan buah-buahan, kita bagaikan terbawa dan hanyut hingga seolah-olah keadaan yang diceritakan tersebut nyata dihadapan kita. Dan ketika kita memang sungguh-sungguh telah memasuki area perkebunan buah-buahan tersebut, pasti terbetik keinginan untuk dapat melihat lebih dekat dan lebih dalam keindahan buah-buahan yang ada dan tampak ranum karena matang serta berharap dapat memetik sendiri sekaligus merasakan kenikmatan saat memakannya.

Adalah sebuah fitrah bahwasanya manusia menyukai sesuatu yang indah lagi baik dan terkadang tersentuh hatinya oleh kejadian-kejadian yang memilukan, baik tentang berita kematian tragis seseorang, suka cita keberhasilan sanak keluarga atau segala hal yang pada akhirnya akan memberikan ketenangan jiwa.

buah-anggur.jpg

Cobalah tanyakan pada seseorang, selayaknya seperti apakah ia ingin diperlakukan oleh sesama? Pasti jawabannya adalah dapat diperlakukan dengan baik dan jauh dari tindakan semena-mena. Manusia cenderung selalu ingin mendapatkan hal-hal yang baik didalam kehidupan. Dan manusia adalah sosok makhluk yang dinamis yang selalu berharap memperoleh peningkatan-peningkatan keadaan pada dirinya, hari demi hari.

Sungguh tak terasa, sudah 11 bulan kita tinggalkan bulan romadhon tahun lalu. Insya Allah, beberapa hari lagi kita akan bertemu dengan bulan Romadhon untuk tahun ini. Bulan Romadhon dengan segala keutamaan yang ada di dalamnya. Bulan ampunan serta momentum untuk dapat memperbaiki kualitas diri kita dihadapan Allah SWT. Dan senyum ceria pasti terlihat pada setiap organ pencernaan kita yang hampir 11 bulan bekerja keras tanpa kenal kata istirahat.

Harapan akan perbaikan kualitas keimanan bagi seorang muslim merupakan satu hal yang senantiasa terngiang dalam hati dan pikirannya. Hari yang dijumpai adalah kesempatan untuk dapat terus memperbaiki diri. Karena pasti tak satupun yang berkeinginan menemui keadaan hari ini yang sama dengan hari kemarin sehingga tergolong menjadi bagian orang-orang yang merugi, serta tak satupun pasti yang berkeinginan jika hari ini ia dapati lebih buruk daripada hari kemarin sehingga tergolong menjadi bagian orang-orang yang celaka.

Kiranya hanya rasa bahagialah yang Allah SWT hadirkan di dalam hati kita ketika mendengar akan hadirnya bulan Romadhon kali ini sehingga diri berkeinginan kuat untuk mereguk segala keutamaan yang ada di dalamnya sebagaimana disuguhkan cerita keindahan kebun buah-buahan diatas hingga kita terbawa dan akhirnya nyata melihat, memetik juga memakannya dan bukan malah merasa terbebani dan terkekang akan kehadirannya (Mari berlindung dari hal demikian).

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.

Tindakan

Information

10 tanggapan

3 09 2008
Hasyim

selamat berpuasa romadlon, mohon maaf lahir batin

====
Sama-sama Mas hasyim…mohon maaf lahir bathin juga dari saya :)

6 10 2007
attabik

saya cococksekali dengan pernyataan diatas karena dapat menggugah ghiroh keagamaan saya

11 09 2007
Fakhrurrozy

@ Abi Bakar

Alhamdulillah & terima kasih. Salam kenal juga buat mas Abi Bakar. Terima kasih atas kunjungan balasannya.

Marhaban Ya Ramadhan…

11 09 2007
Abi Bakar

Nice artikel terima kasih sudah disharing, dan met kenal juga thanks sudah mampir keblog saya.

Selamat ramadhan…syahrul mubarrak.

6 09 2007
oRiDo

Manusia cenderung selalu ingin mendapatkan hal-hal yang baik didalam kehidupan.

tetapi banyak juga manusia yang terlena akan “ketidakbaikan” atau godaan dunia..

semoga kita semua dapat memaksimalkan ramadhan tahun ini dengan lebih baik lagi…

4 09 2007
Meraih Smart Ramadhan « Keluarga Sakinah

[...] melakukan penyambutannya. Agar dapat mengetahui informasi yang lebih banyak tentang penyambutan Ramadhan tersebut maka keluarga sakinahpun perlu banyak membaca mass media, komputer internet. Beberapa hal [...]

4 09 2007
Fakhrurrozy

‘Alaikumussalam wr wb Mbak Atik,
Perkebunan disini maksudnya kiasan. Jadi, segala amal yg dilakukan di bulan Romadhon ibarat buah-buah yg ranum yg semestinya kita pandang, petik dan makan ;)
Insya Allah…Romadhon kali ini jadi momentum terbaik utk mengembalikan gairah keislaman kita sekiranya romadhon2 sebelumnya terlihat gagal…Amiin

4 09 2007
atik

assalamu’alaikum wr wb.
yuk…semoga ya pak….
kita sampai padanya…
bulan suci
RAMADHAN

mari!!!
berebnah diri, siapkan hati menuju bulan suci RAMADHAN.

Mengenai perkebunan, bagaimana dengan cerita khalifah Umar bin Khattab yang lena karena memandangi perkebunan kurmanya yang subur, hingga akhirnya beliau telat sholat ashar???
yang akhirnya oleh Rasululloh dihukum…
tapi, subhanalloh….beliau menyedekahkan semua perkebunan yg subur itu…
ada hubunganya g ya pak dengan perkebunan Ramadhan :)

yang penting dibalik semua peristiwa pasti ada hikmahnya….

Ramadhan kali ini harus jauhhhhhhh lebih baik dr ramadhan tahun kemaren
amiin

wassalamu’alikum wr wb.

4 09 2007
Fakhrurrozy

‘Alaikumussalam,
Amiin..Insya Allah kita disampaikan pada Romadhon kali ini dan bisa menyambutnya dengan penuh kegembiraan.
Iya nggak apa2 Bang. yang penting usahanya dulu. Insya Allah sambil jalan kekurangannya sedikit demi sedikit akan tertutupi.
Semangat dan success juga buat BangDhika

4 09 2007
bangdhika

Ass, semoga kita dalam lindungan Allph SWT, “Marhaban ya Ramadhan” sambut dengan suka cita…… ane lagi belajar corat-coret make bhs alien bang…. yah walaupun msh banyak kekurangan disana-sini…. semangat ya bang…. success 4 U…..

Tinggalkan komentar