Sebuah Perenungan

Kembalilah, Duhai Jiwa Yang Fitrah

Posted in Akhlak by abihasan on 4 September 2007

Tiada untungnya jika engkau terus bersembunyi dibalik kata-kata manis yang terlontar dari bibir guna menutupi setiap kebobrokan diri. Berlindung dari cela ketika keburukan begitu banyak berkarat menyelimuti hati. Dengan rajutan kata-kata manis, seolah telah engkau cipta usaha untuk memalingkan perhatian setiap orang yang engkau ketuk dan lari mencari pembenaran atas setiap kebodohan yang engkau rajut.

Engkau senantiasa membungkus setiap langkah dengan banyak topeng kepalsuan. Sikap yang seolah teladan engkau tunjukkan ke permukaan. Segudang nasehat engkau tebarkan, namun engkau lupakan diri sendiri. Masihkah tak engkau sadari, sudah sebanyak apa benih-benih kotoran hati, nyata engkau semai hari demi hari? Sudah sebanyak apakah kata yang engkau rajut hanya untuk menumbuhkan citra diri dan bukan keridhoan ilahi?

Jujurlah wahai hati. Tak cukup waktu lagi engkau bersembunyi. Terlupakah engkau untuk segera kembali? Kembali dalam pangkuan Rahmat dan kasih ilahi, yang dengan-Nya tiada lagi kenikmatan melebihi. Yang dengan-Nya tiada lagi kekesatan yang melingkupi. Dan sungguh, yang dengan-Nya hanya kerinduan yang terbentang terukir semakin dalam untuk haru menyambut setiap panggilan cinta-Nya.

Kembalilah duhai jiwa yang fitrah. Kembalilah untuk langgengkan persaksianmu dahulu. Bahwa tiada sesuatupun yang akan engkau sembah selain dzat hakiki yang telah menciptakan dirimu. Dzat yang engkau tuju pasti di akhir hayatmu.

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
Ditandai sebagai:

7 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Fakhrurrozy said, on 18 September 2007 at 12:22 AM

    @ Chahya

    Iya, sama-sama. Terima kasih sudah singgah. Salam kenal :)

  2. chahya said, on 17 September 2007 at 6:58 AM

    aku juga minta maaf…meksipun kita belum pernah ketemu sebelumnya

  3. Fakhrurrozy said, on 7 September 2007 at 1:28 AM

    Mohon maaf jika ada kesalahan selama ini. semoga Alloh bersihkan dosa-dosa kita di Ramadhan ini

    .

    Sama-sama Mas Saif. Semoga bersih hati menjadi modal awal bagi kita semua untuk memasuki Romadhon barokah kali in..Insya Allah

  4. saifurrahman said, on 6 September 2007 at 3:02 PM

    Ya Alloh, sungguh banyak dosa-dosa kami, kami mohon ampun ya Alloh. Jika Engkau tidak berkenan menerima hamba yang kotor ini, maka kemana lagi Wahai Yang Maha Pengasih, kami harus menghadap.

    Mohon maaf jika ada kesalahan selama ini. semoga Alloh bersihkan dosa-dosa kita di Ramadhan ini.

  5. ABe said, on 6 September 2007 at 10:20 AM

    Hmm..mudah2an ramadhan ini aku bisa (bener2) dapat barokah..terlalu banyak dosa sudah.. :( (

  6. [...] seberapa kuat kita “melaparkan” jasmani? Tidak hanya nasi, gandum, jagung, daging sapi, ayam, ikan, sayur, buah-buahan yang kita lahap. [...]

  7. Dunia Fana said, on 4 September 2007 at 2:10 PM

    Jika kabut gelap telah menutupi nurani, tak ada lagi harapan untuk menyibaknya. Hanya Allohlah yang dapat menyibaknya.


Tinggalkan Balasan