Wujud Kesyukuran

8 11 2007

Begitu indahnya mentari pagi kita dapati saat terjaga, kembali menghirup segarnya udara kehidupan, lalu kita pun tersenyum mendengar merdunya kicauan burung yang bernyanyi menyambut datangnya hari. Sadarilah, bahwa semua itu merupakan bagian dari nikmat-nikmat-Nya. Sungguh, tak akan mampu terhitung besarnya curahan nikmat yang telah Allah SWT anugerahkan kepada kita sepanjang usia yang kita jalani. Begitu banyak nikmat yang kita rasakan yang membuat hati kita terasa lega, dan bibir tersenyum bahagia.

Sesungguhnya, tiada yang patut kita perbuat atas semua pemberian itu selain mewujudkannya dalam bentuk rasa syukur kepada-Nya berupa sebuah ketaatan. Bersyukur atas nikmat dan karunia Allah SWT, bisa dilakukan dengan tiga cara;

  • Syukur dalam hati, yaitu memantapkan dalam hati, bahwa apapun nikmat yang kita rasakan dan terima adalah berasal dari Allah SWT.

  • Syukur dengan lisan, yaitu dengan banyak memuji-Nya sambil berucap “Alhamdulillah”. Berterima kasih kepada manusia atas kebaikannya kepada kita merupakan bentuk kesyukuran kita kepada Allah SWT.

  • Syukur dalam perbuatan, yaitu dengan cara mempergunakan anggota tubuh untuk melaksanakan ketaatan serta amal ibadah kepada Allah SWT.

Jika Allah SWT mengaruniakan kita sepasang mata, maka mesti digunakan untuk melihat kebesaran Allah SWT serta segala sesuatu yang baik dan berguna. Jika Allah SWT mengaruniakan kita lisan yang sempurna, maka tidak lain hal itu dipergunakan untuk berucap sesuatu yang berguna dan bermanfaat, berkata-kata yang mengandung nasehat, ajakan kebaikan serta jauh dari hal-hal buruk dan terlarang, seperti menceritakan aib orang lain.

Sesungguhnya, wujud kesyukuran kita atas anugerah nikmat dari Allah SWT tidaklah cukup hanya dengan lisan, melainkan hadirnya kesadaran di dalam hati, bahwa segala nikmat yang hadir pada hakikatnya datang dari dan atas izin Allah SWT sehingga menggugah diri kita untuk bertekad dan berupaya menggunakan seluruh anggota tubuh yang diberikan-Nya untuk beribadah, yang bisa memberikan kebaikan dan maslahat untuk sesama, bukan untuk bermaksiat dan ingkar kepada-Nya. Naudzubillahi mindzalik.

Wallahu a’lam

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.

Tindakan

Information

11 tanggapan

26 11 2008
Berbagi dan Sinergi Dalam Kehidupan | Blog Batam Digital Island

[...] kasih-Nya, meski makhluk manusia seperti kita lebih banyak berpaling dan tidak pandai untuk bersyukur [...]

30 11 2007
noormansyah

Alhamdulillah, tulisan indah bukan bentuknya, namun makna sebuah karya yang mendalam hingga tak terbatas..semua adalah milik Allah SWT yang Maha Segalanya, bila berkenan dan masih ada kesempatan lakukanlah Sujud Syukur dengan kata lain Sholat Sunnah Syukur 2 (dua) raka’at, itu pesan yang diambil dari Auliya Allah. Maulana Syekh Hisham dan Maulana Syekh Nazim…mursyid Naqsybandi. diera ini, semoga Allah SWT memberikan RidhoNya kepada kita sekalian, amin

Alhamdulillah, iya saudaraku..semua hanya milik Allah SWT..Saya pun hanya meneruskan dari referensi yang saya baca..Insya Allah..Amin Allahumma amin… Terima kasih telah sudih berkunjung :)

13 11 2007
swiyono

Alhamdullilah…..akhirnya kudapat lagi tambahan siraman rohani dari postingan postingan yang sangat bermanfaat dari Anda. Ini sekaligus kunjungan balasan saya atas kesediaan Anda berkunjung ke blog sederhana saya kemarin.
Wassalam.

Alhamdulillah, terima kasih atas kunjungan balasannya mas :)

9 11 2007
mbak diah

Assalamualaykum wr.wb

Ya Akhi tolong doakan yah, mbak masih dlm proses perbaikan diri, untuk bisa menjalankan ibadah dengan benar, serta tidak menyakiti sesama manusia baik sikap atau pun lisan, shg bisa termasuk hamba Allah SWT yg bersyukur, spt yg akhi jelaskan di tulisan.

Syukron atas tulisannya yg bermanfaat

wassalam,
mbak diah

wa’alaikumussalam wr wb mbak Diah, iya mbak, sama-sama mendo’akan. Insya Allah..amin

9 11 2007
Frida

Bahasannya bagus deh.Memang… kadang dalam satu hal kita merasa kekurangan/kehilangan sesuatu( kurang bersyukur/wujud kesyukuran kita rendah ) padahal salah satu syarat menjadi ahli syukur adalah hati tidak merasa memiliki,tidak merasa dimiliki kecuali yakin segalanya milik Allah swt.makin kita merasa memiliki sesuatu akan makin takut kehilangan,takut kehilangan adalah suatu bentuk kesengsaraan.smoga kita termasuk “ahli syukur”.amien…

9 11 2007
koekoeh

Hidup memang indah ^^!
Makasih mas udh mampir k blogku ^^!
“much appreciated”

9 11 2007
nandar

saya sedang berusaha tuk selalu bersyukur apapun keadaannya..

8 11 2007
indotv

Aku bersyukur bisa datang ke blog ini, jadi aku bisa ingat untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT… Terimakasih ya sudah menulis nasehat yang bagus.
Salam kenal…

Alhamdulillah, sama-sama. Terima kasih juga atas kunjungannya. Salam kenal kembali :)

8 11 2007
Imam Mawardi

syukur kita hidup iman sejak bayi karena orang tua kita iman

8 11 2007
Mpie

alhamdulillah Ya alloh puji syukur…nikmat Mu paling besar masih terlimpah ke padaku

8 11 2007
***

Bersyukur dan bersyukur merupakan keharusan bagi setiap diri yang mengaku sebagai hamba-Nya, karena inti dari menghamba adalah ketika kita tidak mempunyai keinginan selain keinginan-Nya, Hati dan jiwanya telah merasa puas dengan cinta-Nya, semoga kita bisa menjadi mahluk yang hanya menghamba kepada-Nya, Amien

Tinggalkan komentar