
Saudaraku,
Siapapun pasti ingin dicintai dan mencintai. Siapapun pasti merindukan dapat mereguk sebuah cinta indah yang langgeng abadi dan menyejukkan dalam arti sebenarnya. Namun kerinduan untuk mendapatkan dan memberikan perhatian dalam sebuah wadah cinta seringkali salah arah. Kita rindu dengan sebuah keteladanan, namun terkadang kita salah dalam mengambil sosok untuk dijadikan sebagai teladan.
Lihatlah saat ini. Sebagian besar dari kita lebih mengidolakan sosok-sosok yang bukan semakin mendekatkan diri kita dengan kecintaan dan keridhoan Tuhan. Secara sadar atau tidak, sosok-sosok yang diidolakan itu malah semakin menjauhkan diri kita untuk semakin mencintai-Nya, mengenal-Nya dan meneladani utusan-Nya, Rasulullah SAW.
Tidak sadarkah kita, kaum muslimin khususnya, bahwa Rasulullah SAW merupakan Sang Pemimpin pembawa cinta sedunia sepanjang zaman? Diutus oleh Allah SWT untuk membawa cinta bagi seluruh alam, sebagaimana dinyatakan dalam al qur’an, “Sungguh, Ku utus engkau (wahai Muhammad) sebagai cinta kasih sayang untuk semesta alam” (QS. Al Anbiya’:107).
Sungguh, beliaulah Pemimpin akademi cinta yang tak tergantikan sepanjang zaman. Beliaulah idola sejati. Seluruh ajaran yang beliau bawa [Islam] adalah cinta. Lewat Rasulullah lah kita diajarkan mencintai Allah SWT. Lewat Rasulullah lah kita diajarkan cinta kepada seluruh makhluk, tanpa terkecuali. Ajaran islamlah yang mengatur cinta kasih kepada musuh, teman, pada semua yang dikenal maupun tidak dikenal.
Lihatlah bagaimana sapaan cinta dalam islam terhadap sesama saudara seiman, “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” (Salam sejahtera untuk kalian dan cinta kasih Allah dan keberkahan-Nya). Bukankah itu merupakan ungkapan cinta? Bukankah ini ajaran cinta yang sangat luhur? Tidakkah kita melihat, bahwa Islam sesungguhnya merupakan samudera cinta? Semakin kita menyelam ke dalamnya maka semakin terendamlah kita dalam air kasih sayang dan cinta. Tidakkah kita melihat bagaimana kita diajarkan untuk saling menjaga keselamatan dan kehormatan satu sama lain? Selamat dari keburukan lidah dan tangan kita.
Saudaraku,
Kita semua pasti haus akan hidayah dan petunjuk. Kita semua pasti membutuhkan kekuatan yang hakiki, yang tidak lain bersumber dari Yang Maha Agung, Allah SWT. Tiada daya upaya dan kekuatan selain atas izin Allah SWT. Lewat ajaran yang dibawa Rasulullah lah semua itu akan kita peroleh.Layaknya beberapa orang yang kehausan yang menyadari bahwa air merupakan obat tunggal dari kehausan, maka mereka pasti membutuhkan air sebagai pelepas dahaganya agar tidak mati kehausan. Saat mereka mendapati danau yang bening, maka semestinya yang dilakukan adalah mengambil airnya lalu meminumnya, bukan memperdebatkan tentang zat cair tersebut dengan masing-masing pendapatnya sehingga mereka akhirnya mati kehausan. Begitulah semestinya kita memahami.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan hidayah-Nya kepada kita semua, membuka dan melembutkan hati-hati kita, serta memberikan kita kekuatan dan kesempatan untuk terus belajar dan memahami tentang nilai-nilai indah dan mutiara yang terdapat pada islam itu sendiri.
Wallahu a’lam.

















RSS - Posts

Ass. wr.wb
Alhamdulillah, setelah 1 bulan puasa kita masih diberi ALLAH SWT kesehatan, kekuatan dan kebahagian hingga kita dapat menikmati hari kemenangan nan “Filtri” ini..
Semoga kita semua masih diberikan ALLAH kepercayaan untuk bertemu Ramadhan berikutnya, Amin..
“Taqobbalallahu Minna Wa Minkum”
Tiada kata seindah maaf……
bila ada kata & perbuatan yang tidak berkenan itu murni semua karna kekhilafan,
sudilah kiranya Abi & Saudar2ku Memaafkan…
Selamat Idul Fitri 1430 H
Mohon Maaf Lahir Batin..
Wasalam,
dody
wetwet
Ass..wr.wb
Abi, jika cinta udah salah arah dan tersesat, dan cinta itu udh berubh jd hal yg menakutkan.. apa yang harus kita lakukan tetapi kita tdk sanggup untk melepaskan cinta tsb.. Apakah Rasullullah pernah merasakan itu ‘melalui hadistnya’ dan apa yg dilakukan oleh Rasul saat itu dan diayat/surat berapa ALLAH menerangkan hal tsb??
Terimakasih Abi..
Wasallam,
dody
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Saudaraku Mas Dody,
Sejujurnya saya bukanlah orang yg tepat untuk ditanya mengenai hal itu, terlebih tulisan di atas tidak lain adalah tulisan dari Guru saya yg saya minta ijin beliau untuk ditampilkan di blog ini, dan sebatas tulisan inilah apa yg saya ketahui & saya niatkan menyampaikannya kembali melalui blog ini. Saya hanya takut salah jika pertanyaan di atas saya jawab tanpa ilmu yg mencukupi.
Oleh karena itu, Jika Mas Dody tidak keberatan, silakan singgah di website http://www.majelisrasulullah.org . Mas Dody bisa bertanya banyak hal kepada pengasuh forum di website itu, yakni Al Habib Munzir bin Fuad Al Musawa. Insya Allah apa yg menjadi pertanyaan dari banyak permasalahan yg Mas Dody alami saat ini, akan mendapat jawaban singkat yg memuaskan dari beliau
Mohon maaf sekiranya saya tidak bisa menjelaskan apa yg Mas Dody tanyakan di atas, tidak lain karena keterbatasan ilmu dan kebodohan saya.
Wassalam,
alfaqir
“Sungguh, Ku utus engkau (wahai Muhammad) sebagai cinta kasih sayang untuk semesta alam” (QS. Al Anbiya’:107)
Ayat itulah yang menunjukkan bahwa Rasulullah saw datang untuk membawa cinta, menebarkan cinta, menanamkan cinta kedalam kalbu-kalbu manusia, agar manusia bisa meraih cinta kepada Tuhan-manusia.
Allahumma sholli wasallim wabarik ‘alaihi wa ‘alaa aalih
Saudaraku,
Siapapun pasti ingin dicintai dan mencintai. Siapapun pasti merindukan dapat mereguk sebuah cinta indah yang langgeng abadi dan menyejukkan dalam arti sebenarnya. Namun kerinduan untuk mendapatkan dan memberikan perhatian dalam sebuah wadah cinta seringkali salah arah. Kita rindu dengan sebuah keteladanan, namun terkadang kita salah dalam mengambil sosok untuk dijadikan sebagai teladan.
saya belum tahu apakah saya masih isa merasakan cinta yang sesungguhnya. saya berkata demikian karena saya merasa cinta yang dulu pernah saya rasakan sempurna kini sama sekali tidak lagi dapat saya rasakan. jika anda tidak keberatan membantu saya untuk menemukan cinta saya kembali. saya harap anda bersedia menghubungi alamat email saya dengan jawaban yang saya butuhkan.
terima kasih.
tentu bisa. Semakin mencari jawaban pertanyaan? semakin semprna jawabannya. Krn Allah Maha Penyanyang. Jadikanlah Sholat & Sabar sebagai penolongmu (smua masalahmu Insya Allah terjawabkan)
penciptaan telah menjadi bukti nyata
“Ya ALLAH, aku serahkan diriku kepadaMu, aku serahkan segala urusanku kepadaMu, aku sandarkan belakangku kepadaMu,gemar dan gerunku kepadaMu. Tiada tempat berlindung dan tempat selamat melainkan kepadaMu. aku percaya dengan Kitab yang Engkau turunkan dan dengan Nabi yang Engkau utuskan…”
Amin Ya Robb…Allahumma amin..
Assalamu alaykum,,,,,,
Alhamdulillah,,,,,seraya kita panjatkan atas kehadirat-Nya dan senantisa kita bersholawat kpda Nabiullah Muhammad SAW.
syukron atas pencerahannya semoga
Allahumma shalli ala muhammad wa ala ali muhammad.matursuwun artikelnya,setelah suri tauladan, idola, contoh, biografi, panutan dst, telah jelas bagi kita ummat rasululllah, mengapa kita belon terfikir untuk menyatu bagai tubuh yg satu.padahal didalam pelajaran zakat, cinta dan kasih sayang kita insya ALLAH adalah power yang sangat amat luarbiasa.
contoh :
dengan zakat mal Rp.1.000.- kali ummat islam, muncul angka yg luar biasa.
jika angka yg luar biasa ini dikelola oleh khalifahALLAH, pasti ummat islam akan jaya, makmur selamat dan sejahtera.mari kita mulai bersama sama,mudah2 han ALLAH meridloiNYA, amin amin amin ya Robbal alamin.
Ok…trima kasih atas penjelasan, betapa agung nya cinta & kasih sayang untuk di abadikan.
Ohhh pemilik Cinta …. ajarilah aku mencintai …..
Alhamdulillah dan terima kasih juga buat mbak Utami sudah berbagi disini. Terima kasih atas do’anya. Saya senang dengan adanya web yang berisi seperti ini karena banyak menambah ilmu
Salam damai kembali dari saya
Right, Islam is love.
Itulah salah satu hal yg saya pelajari dari salah satu keturunan Rasulullah, salah satu pewaris kekasih kita, Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa.
Dalam setiap munajat beliau, beliau selalu mendoakan kita. Beliau mendoakan mereka yang hadhir di majelis Rasulullah maupun mereka yang tidak hadhir. Beliau mendoakan mereka yang telah diberi nur taubat, dan lebih-lebih mereka yg belum mendapat anugerah berupa nur taubat.
Itulah yang perlu kita ikuti. Kita beruntung, karena kita telah begitu sering merasakan kelembutan Allah dan mendapatkan nur taubat. Setiap kita berbuat ma’siat, Allah selalu membelai kita dan mengajak kita untuk kembali pada-Nya. Namun bagaimana dengan mereka yang terjebak dalam narkotika, perzinahan, khamr, judi, dlsb? Bukankah mereka juga ummat Muhammad Rasulullah SAW? Bukankah mereka saudara kita? Mereka adalah saudara kita yg lemah yg perlu kita tolong dengan do’a. Do’akan mereka agar mendapat nur taubah seperti yg telah kita peroleh tanpa kita minta. Mintalah kepada Allah agar memberikan kelezatan yg sama pada mereka.
Allah ma’akum
Aslkm..gimana kabar mas ? zaujati gimana? lancar2 ?
sungguh indah
islam adalah rahmah
agama kasih
agama tak pilih kasih
hanya satu saja syaratnya
bertaqwalah!
Subhanallah… Alhamdulillah…. terimakasih mas untuk pencerahannya..
Yup, Islam adalah cinta… Semoga kita bisa memahami makna-makna cinta yang sesungguhnya.
Dari cinta kita berasal, dan atas nama cinta Dia menciptakan kita, karena tujuan cinta kita mendatangi-Nya, dan demi cinta pula kita menghadap-Nya.
Akhirnya hanya kata “Syukur Alhamdulillah….” terima kasih Ya Allah… atas hadiah/anugerah/berkah-MU di setiap harinya sampai dengan detik ini….
berupa cinta kasih sayang-Mu kepada semua makhluk.
Cinta Maha Agung yang Kau turunkan dari langit yang senantiasa memenuhi bumi…
juga loyalitas cinta Rasulullah kepada ummatnya…
yang Rasulullah begitu mengkhawatirkan keadaan ummatnya di akhirat nanti…
selalu ku ingat… detik-detik terakhir kehidupan Rasulullah di waktu sakratul mautnya…
saat Izrail melakukan tugasnya, perlahan ruh Rasulullah ditarik, tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” berkata Rasulullah kepada malaikat Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi.
“Ya Allah, dahsyat niat maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.”
dan kemudian badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi.
maka Ya Allah… perkenankan aku mencintai-Mu semampuku
dengan mencintai Rasul-Mu..
dengan mencintai keluargaku..
dengan mencintai sahabat-sahabatku..
dengan mencintai manusia dan alam semesta..
karena…
cinta bukan mengajar kita untuk lemah,
tetapi membangkitkan kekuatan.
cinta bukan mengajar kita menghinakan diri,
tetapi menghembuskan kegagahan.
cinta bukan melemahkan semangat,
tetapi membangkitkan semangat. (Hamka)
Syukron Mas Fakhrurrozy,
Selamat menjalankan aktifitas penuh makna. Semoga selalu sehat, bahagia, semangat menjalani “peran-nya” dalam kehidupan ini. Dan semoga jiwa-jiwa kita juga senantiasa cerah. Semoga kita semua sukses mengolah jiwa, menjadi hamba yang tenang, damai, penuh kasih & karya.
Salam damai untuk diriku, negeriku dan kita semua.
” Islam: akademi cinta & kasih sayang “, ok & bener banget. Mungkin yang kita butuhkan saat ini adalah media massa & elektronik yang dapat memberitakan hal tersebut agar semua orang di dunia melek dengan Islam, bahwa Islam itu rahmatallil”alamin bukan agama teroris (pemahaman yg mereka ingin cekokkan ke generasi muda & orang2 didunia agar mereka membenci Islam). Smoga diantara kita ada yang mampu mendobrak dari atas sehingga Islam semakin jaya. Allohu Akbar
Aslkm..Subhanallah..pencerahan yg mendalam, …..semoga Cinta kita selalu kepada SANG MAHA PECINTA, amin.
Islam adalah sesempurnanya agama, dan itu telah terbukti apabila kita mau menelaah lebih jauh ajaran-ajarannya.
salam silaturahim juga mas
Assalamu’alaikum Wr Wb
yup, bener sekali mas rozy, Rasulullah memang teladan abadi sepanjang zaman. Belaiu penabur cinta dan persaudaraan sebagai bukti bahwa islam adalah agama yang rahmatan lilalamiin. taburan cinta dan kasih sayang yang Beliau tunjukkan, baik cinta kepada Allah, lawan jenis, sesama manusia, dan sesama makhluk ciptaan-Nya sudah menjadi bukti nyata bagaimana seharusnya kita mengungkapkan, merasakan, dan menaburkan cinta. semoga kita semua bisa meneladani Rasulullah dalam segala hal karena memang beliaulah teladan abadi sepanjang zaman.
Semua jalan menujuh Allah sudah tertutup , kecuali jalan yang pernah di tempuh oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya, semoga Allah menunjukan kita pada jalan itu dan istiqomah di dalamnya hingga ajal memisahkan kita, dan mempertemukan kita dengan Rasulullah dan para sahabatnya di surga-Nya.