Ada Yang Luput Dari Perhatian Kita
Saudaraku,
Mungkin saat ini kita bisa tersenyum bebas dan tertawa lepas, ketika kita berada di posisi aman yang berkecukupan, dimana apa yang menjadi keinginan bisa segera terpenuhi hanya dengan mengacungkan jari dan mengeluarkan isi dompet yang tebal penuh isi. Ketika rasa lapar menghampiri, kita tinggal meminta bantuan seseorang untuk membelikan makanan yang disukai, atau pergi berkeliling untuk memilih restoran dengan menu terlezat yang senantiasa tersaji. Tiada kesan susah yang akan terlihat, terlebih mengiba-iba hanya untuk mendapatkan sesuap nasi, untuk membuat perut terisi dan rasa kenyang menghampiri. Bahkan mungkin makanan yang tersaji tadi malah tersisa, dan akhirnya banyak terbuang percuma.
Saudaraku,
Cobalah sejenak kita melaparkan diri, melakukan puasa, dan berusaha melihat lebih dekat penderitaan yang dirasakan oleh orang-orang yang tak beruntung mendapatkan makanan yang layak dan mencukupi meskipun untuk kebutuhan sehari. Cobalah sejenak kita bayangkan keadaan itu, sekiranya sedang terjadi pada diri kita sendiri saat ini. Barangkali, sebagian besar dari kita, hampir setiap malamnya dapat terbaring nyenyak di atas kasur yang empuk, bermimpi yang indah, lalu paginya terjaga tanpa rasa khawatir tidak mendapat jatah sarapan pagi. Namun sadarilah, bahwa hal itu belum tentu terjadi pada diri si miskin, dimana hari-harinya senantiasa dihiasi oleh cucuran peluh, ditolak sana sini dan diacuhkan oleh orang-orang yang ia mintai.
Saudaraku,
Cermatilah orang-orang yang ada di sekeliling kita. Boleh jadi ada tetangga, sahabat dekat, ataupun seorang peminta-minta tengah merintih menahan lapar sejak kemarin pagi.
Duhai Saudaraku,
Tidak terketukkah hati nurani kita oleh sikap mulia Khalifah Umar bin Khaththab? Yang rela membawa sendiri sekarung gandum untuk rakyatnya, kemudian memasakannya, lalu menyuapkannya sendiri ke mulut mereka, karena didorong rasa amanah dan takutnya kepada Allah?
Tidak malukah kita kepada-Nya, dimana kita lebih sering terbaring nyenyak dalam keadaan kenyang dan dahaga, sementara tetangga di samping merasa haus juga kelaparan?




30 Comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]