Begitu kerdilnya kita, ketika sebenarnya mampu membalas setiap keburukan orang lain dengan kebaikan, namun kita lebih memilih membalas dengan hal serupa atau bahkan lebih buruk dari mereka. Begitu malangnya kita, ketika merasa terhina dan bersedih hati, hanya karena ucapan kata-kata buruk yang seolah tertuju kepada kita, dan kita pun berbalik menghinakan dengan kata-kata yang tak kalah buruk lagi keji. Tidaklah sebatang pohon yang tinggi akan terbebas dari terpaan angin yang kencang. Tidaklah setiap helai rumput yang rendah akan jauh dari injakan kaki demi kaki. Dan tidaklah setiap manusia yang hidup di bumi ini akan terbebas dari ujian yang datang.
Saudaraku,
Sekalah setiap tetes air mata kesedihan yang membasahi pipi. Air mata kesedihan yang menetes hanya karena merasa terhina, kehilangan kehormatan, dan dilecehkan oleh orang lain. Tidaklah tabiat dunia akan jauh dari hal-hal itu. Dan tidaklah dunia akan memberikan kebahagiaan yang ideal seratus persen seperti yang terbayang dalam pikiran kita.
Bukankah dunia adalah ladang amal bagi orang yang mengaku beriman? Bukankah dunia adalah medan ujian dan perjuangan dari setiap hamba yang merindukan surga-Nya? Dan bukankah sejarah dunia telah memberikan gambaran kesudahan dari perilaku yang pernah dilakukan oleh para pendahulu perihal baik dan buruknya?
Saudaraku,
Hidup ini tidak akan lepas dari banyak ujian dan cobaan. Layaknya kenaikan tingkat dalam jenjang pendidikan di sekolah yang senantiasa harus melewati ujian, hidup pun tidak akan jauh berbeda dengan itu. Seorang yang mengaku beriman pasti akan berharap, bahwa setiap ujian hidup akan ia lewati dengan keberhasilan. Tentu, keberhasilan dalam pandangan Allah SWT. Boleh jadi kita dinilai berhasil di mata manusia, ketika mampu berbalik menghinakan orang yang menghinakan diri kita dengan cara-cara yang lebih buruk, namun sesungguhnya kita tidak berbeda dengan makhluk yang tidak diberikan akal dan keimanan oleh Allah Yang Maha Rahman, serta boleh jadi kita tanpa sadar sedang menjatuhkan derajat kita dalam pandangan-Nya.
Saudaraku,
Mungkin seringkali terlintas dipikiran, bahwa kita merupakan sosok yang mesti dihargai sepanjang hidup, tak butuh kritik dan hidup tenang dalam ukuran yang kita tetapkan sendiri. Tidaklah diri kita ini terlahir sempurna tanpa pernah berbuat salah. Tentu saja ada sisi-sisi yang senantiasa butuh perbaikan. Dan tentu saja ada permukaan-permukaan yang tandus di dalam diri yang mesti di isi dengan kebaikan dan sifat-sifat terpuji. Janganlah menambah kehinaan dengan berbalik menghinakan orang lain. Ketika merasa terhina, cobalah untuk belajar menahan diri dan kemudian mendo’akan orang yang telah menghinakan diri Anda. Karena boleh jadi apa yang mereka telah lakukan tidak terlepas dan berawal dari sebuah kebodohan dan kekhilafan.
Saudaraku,
Mari nikmati proses mekarnya setiap kembang kebaikan yang lebih berhak tumbuh di dalam diri kita. Mari senantiasa mengamati setiap proses tumbuh dan kembangnya waktu demi waktu. Jangan biarkan ulat-ulat sifat buruk menggerogoti dan menghentikan setiap gerakan mekarnya. Siramlah selalu dengan air istighfar dan perlindungan kepada Allah darinya. Pupuklah selalu dengan kalimat tasbih dan pujian terhadap-Nya. Kukuhkanlah dengan cara mengembalikan dan memulangkan segala urusan dan usaha sekecil apapun hanya kepada-Nya. Karena sesungguhnya, tiada daya upaya selain atas izin dan pertolongan dari-Nya.
Ya Robbiy…
Lapangkanlah bagi kami dada kami
dan mudahkanlah bagi kami urusan kami
Wallahu a’lam















RSS - Posts

assalamu’alaikum
maaf dtg lagi..
selain suka ma artikel yg membangun jiwa ini
laras jga suka ma bunganya,
tadi aku petik bungnya
aku simpan dicomku
maafin ya
udah ngambil bru ngomong
wassalam.
Assalamu’alaikum
mksih artikelnya,sangat bermanfaat skali
wassalam.
[...] Awalnya saya berfikir untuk membalas dengan penghinaan yang lebih dahsyat, sebab saya memegang semua data dan rahasia pribadi orang yang menghina saya tersebut. Namun, saya berfikir tidak ada gunanya dan saya akan dinilai lebih jelek di banding kawan saya yang melontarkan hinaan saya tersebut. Untungnya keyakinan saya tersebut di dukung oleh postingan ini yang saya baca dari blognya Mas Rozy. [...]
YES…………….
Tim Thomas dan Uber sudah sampai babak semi final
Tetap dukung sampai Menjadi Juara
@Rafky RS,
Wa’alaikumussalam Pak Rafky,
Alhamdulillah dan terima kasih. Semoga saya, dan kita semua bisa mengambil manfaat dari artikel ini. Dan semoga setiap persoalan yang datang semakin menjadikan kita lebih mendekat lagi kepada Allah SWT, karena Dia-lah sumber ketenangan dan solusi dari persoalan apapun.
Terima kasih Pak Rifky telah sudi berkunjung. Salam kenal dan silaturrahim dari saya, semoga jalinan ini bisa berjalan langgeng. Insya Allah.
Wassalamu’alaikum.
Rozy
[...] Copy dari Blog ini. Tagged as: [...]
Mohon izin postingan yang berharga ini saya tampilkan di blog saya. Tentunya dengan link ke blog ini. Terima kasih.
Sungguh sangat menyejukkan renungan yang disampaikan. Kebetulan saya baru saja merasa dihina di sini:
-http://umrahkepri.wordpress.com/about/#comment-44
Tapi Alhamdulillah saya masih bisa menanggapinya dengan berlapang dada. Salam kenal. Wassalam.
Assalamu ‘alaikum , terimakasih kembali telah mengingatkan ^_^
Assalamu ‘alaikum.
Alhamdulillah…, mungkin hanya itu yg dapat ana ucapkan, untaian kata yang saudara sampaikan tlah mencabik-cabik ego (hawa nafsu) yg tlah ku pelihara selama ini hingga tak trasa bulir bening menggelinding di pipi.
Terima kasih saudaraku. Jazakumullah khairan katsiroh.
Wassalam.
jazakallah taujih ruhiyahnya
karena sesama sodara saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesalahan…
moga hati kita menjadi “cengeng” menghisap dosa-dosa
Meng-Amini Do’anya……
alangkah baiknya bila kita menghadapi kritik dan hinaan sebagai guru kesabaran…
Be happy!
ASL.
lagi sibuk mas, nggak sempat update ya.
Kebahagiaan hakiki adalah ketika kita bahagia melihat kebahagiaan orang lain
Mari merenung………….
perenungan lagi?
okay dah
Amiin,
menaklukan hawa nafsu diri memang yang paling susah…
btw, ditunggu resep asli palembangnya, ukh mart Rozy
Setiap masuk kemari saya seperti sedang menyelami kata-kata DR. Aidh al-Qarni…
Amin… semoga DIA senantiasa melapangkan dada-dada kita yang kadang dipenuhi oleh bisikan-bisikan iblis…
Mantep Bang
Wah tulisannya luar biasa, selain puitis juga mengandung makna yang sangat dalam dalam mengungkapkan sesuatu yang sangat ideal.
Benar akh…
Membalas kebaikan dengan kebaikan itu biasa, tetapi membalas kejahatan orang lain dengan kebaikan ini yg belum biasa.
Di dalam praktek manajemen dan juga pendidikan ada yang namanya reward dan furnish, ini tentu berbeda ya akh dalam kaitan dengan pembahasan ini.
—
BTW, background-nya kok jadi hitam ya akh… Serem dan agak sukar membacanya
Afwan …
Alhamdulillah, terima kasih atas pelajaran dan perenungan yang sangat bermanfaat, arif dan bijaksana. smoga kita termasuk orang2 yang selalu menebarkan kebaikan baik untuk diri kita maupun alam semesta
@ All,
Alhamdulillah, Terima kasih atas kontribusi saudaraku sekalian. Semoga petunjuk dari Allah SWT senantiasa menaungi kita semua.
Salam silaturrahim
pelihara dan jaga kelestariannya
jangan dibiarkan layu
assalammualaikum..
salam ziarah.. salam perkongsian fikrah dari..
SaNg PeRtAMa..
Entah kenapa, saat membaca artikel ini aku teringat nasib Ahmadiyah.
nice posting!
jangan biarkan amal kita rusak oleh nafsu sesaat…
memberi dan memberi, tanpa mengharapkan balasan.. biar lah Allah swt yang mengatur apa yang menjadi balasan utk kita, ntah balasan di dunia atau bahkan di balas di akherat kelak..
nice post akh..
ehm… terima kasih atas nasehatnya AA Fachri… eh Fakhru…
jazakaulahu khioro
atas pencerahannya
Assalamualaykum wr.wb
Terima kasih banyak ya akhi atas tulisannya, jujur saja ada yg mengena jg ke mbak, saat ini mbak memang sedang sibuk mengadu kepada Allah SWT atas perihal hal itu.
Mohon doa jg dari akhi, agar mbak berhasil menahan diri, dan mengganti untuk membalas suatu keburukan yg diberikan dengan suatu kebaikan.
wassalam,
mbak diah
berlatih berlatih dan berlatih… semoga kita bisa menjalani hidup ini dengan lebih bermakna…
alhamdulillah, indah bahasanya dengan gaya penyampaiannya, sampai ke dalam hati kapan membacanya… moga yang terbaik buat dirimu dan sekalian ummah yang mahu bersatu dalam kalimah haq membawa panji syahadatul haq….
Aslkm…Berbahagialah bagi orang2 yg sabar..
makasih ya mas…pencerhananya
Posting mas Rozy mengingatkan saya pada cerita Nabi Isa AS:
Suatu hari Nabi Isa AS melewati beberapa orang yang meneriakkan perkataan buruk kepadanya. Tetapi ia membalasnya dengan penuh belas kasih.
Sahabatnya bertanya:
“Kenapa kau membalas teriakan mereka dengan belas kasih sementara mereka berbicara buruk kepadamu?
Nabi Isa AS menjawab: “Setiap orang membelanjakan apa yang ada dikantongnya.”
Keep up the good work bro
O Allah, guide us to know You. amin
@ All
Wa’alaikumussalam wr wb,
Alhamdulillah…
Mari kita sama-sama berusaha dan berdo’a. Saling mengingatkan satu sama lain dengan penuh rasa cinta…Insya Allah
~_~
alhamdulillah
hati ini disiram lagi
jazakallah akhi
arif
http://arifrahmanlubis.wordpress.com/
tiap kali ke sini diriku selalu merenung
jazakaulahu khoiron katsiron, sudah mengingatkan diriku tuk selalu merenung tuk slalu mengingatNya
moga saja terus berkembang kebaikan yang kita lakukan
bantu aku agar tak keburu layu
Assalamualaikum,wr,wb..
Doain ya bang, dan selalu ingatkan aku
Assalamu’alaika Kak Fakhru
Terima kasih nasehatnya ya Kak…. Ane tercerahkan dengan renungan dari Kakak. Alhamdulillah wa syukru ‘ala ni’amillah, wassalamu’alaikum
Alhamdulillah…. pertamaX