Dalam Sebuah Karunia Hidup
Segala puji bagi Allah SWT yang masih memberikan kita kesempatan hidup untuk terus memperbaiki diri, serta mengutus insan yang berakhlak agung dan mulia, sosok teladan sepanjang zaman, Rasulullah SAW. Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada beliau, keluarganya, para sahabatnya, serta pengikut-pengikutnya hingga hari pembalasan nanti.
Saudaraku,
Tidaklah satu helaan nafas yang kita hirup ini akan mampu kita bayar dengan materi sebesar apapun yang kita punya. Tidak pula bola mata, bibir, lidah maupun setiap sel yang bekerja teratur dalam tubuh kita ini mampu kita tukar dan ganti dengan dunia dan isinya. Begitu berharganya setiap pemberian-Nya yang tak akan mampu kita ukur dan lukis dengan kata-kata. Dan tentu, begitu berharapnya kita, jika semua pemberian itu akan membawa diri kita dalam sebuah keselamatan di dunia dan akhirat yang akan mengundang keridhoan-Nya.

Saudaraku,
Sungguh, Allah SWT pasti menciptakan diri kita ini untuk sebuah tujuan mulia. Pasti, Allah SWT menciptakan diri kita ini bukan untuk menjadi biang kerusakan di atas permukaan bumi, dimana orang-orang berusaha lari dan menghindar karena takut terimbas keburukan diri kita. Sebagaimana Dia ciptakan lidah yang dengannya kita mampu berucap, tentu akan menjadi indah jika ia dipergunakan untuk berucap perihal kebaikan. Dan pasti, karunia hidup yang kita rasakan saat ini merupakan bentuk dari kasih sayang-Nya yang semestinya dapat kita gunakan untuk menyebarkan kebaikan.
Saudaraku,
Lihatlah jari jemari yang kita punya. Berjumlah lengkap, sempurna, tiada cacat, dan setiap bagiannya mempunyai peran kerja yang unik. Begitu pula mata, telinga, hidung, dan seluruh bagian yang ada pada tubuh kita ini. Maha Besar Allah yang telah menganugerahkannya kepada kita dalam sebuah struktur ciptaan yang seimbang dan memukau. Maha suci Allah dari setiap kekurangan dan keterbatasan. Dan tiada sesuatu pun yang berhak disembah untuk mengagumi kesempurnaan ciptaan selain Dia.
Saudaraku,
Mari bersama-sama untuk terus memperbaharui niat kita dalam hidup. Mari bangun bersama untuk bangkit menjadi pribadi yang dirindukan dan dinantikan kebaikannya. Bersyukurlah saat ini, dalam segala kecukupan yang telah diberikan-Nya. Berniatlah saat ini, bahwa kita ingin menjadi manusia yang mulia dalam pandangan-Nya. Mampu menahan keburukan diri, bersabar dalam setiap keadaan yang menimpa, serta berusaha untuk terus menggunakan segala pemberian-Nya semata-mata untuk berbuat taat, memberikan maslahat kepada umat, yang tidak lain karena dilandasi atas sebuah kesadaran akan tujuan-Nya menciptakan diri kita, sebagai makhluk yang diberikan kesempurnaan akal pikiran.
Saudaraku,
Semoga Allah SWT meringankan langkah-langkah kita untuk terus menggapai keridhoan-Nya dalam usia yang masih tersisa.
Wallahu a’lam.
::Foto

Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
About this entry
You’re currently reading “Dalam Sebuah Karunia Hidup,” an entry on Sebuah Perenungan
- Published:
- 5.17.08 / 2am
- Category:
- Akhlak
- Tags:
- Islam, Muhasabah Diri, Opini, Refleksi



24 Comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]