Sebuah Perenungan

Carilah Kebahagiaan Dengan-Nya…

Posted in Akhlak by abihasan on 23 Juni 2008

Dirinya mencoba membangun sebuah rumah pujian, dimana tak ada apapun yang berada disana selain dari penghargaan para makhluk untuknya.
Lelah dan derita tak pernah ia pedulikan. Bahkan jiwa pun rela ia pertaruhkan untuk mendapatkannya.

Namun ringannya langkah hanya terasa di awal. Beratnya perjalanan pun semakin terasa olehnya. Dunia pun serasa makin tak bersahabat dengannya, ketika harapan terlihat jauh dari kenyataan di depannya.

Hingga akhirnya sebuah bisikan melintas lembut di hatinya. Penggalan kata yang tak ia hiraukan selama ini. Membuatnya tertegun dan kembalikan hakikat diri dan hidupnya, dalam berbuat lepas tanpa kungkungan nafsu yang keji.

Dan bisikan itu semakin kuat merambat di tiap lorong sel darahnya..
Lalu ia pun berucap dengan lugas…

Katakanlah….
Engkaulah maksud dan tujuanku, Robbiy
Dalam setiap tarikan nafasku
Ridho-Mu lah yang sesungguhnya aku cari, Robbiy
Dalam gerak dan sisa umurku…

* * *

Saudaraku,

Kebahagiaan itu bukan dicari dan didapat lewat pujian para makhluk-Nya. Tidak pula kesedihan itu berawal dari jauhnya rasa penghargaan banyak manusia atas jerih payah perbuatan kita. Apakah arti segudang pujian, yang melupakan diri kita untuk dapat selalu bersyukur pada-Nya? Apakah arti penghargaan, yang sesungguhnya tak layak disematkan pada diri seorang hamba yang mutlak membutuhkan-Nya?

Semoga persembahan langkah hidup ini tidak lebih untuk menggapai ridho-Nya semata, yang senantiasa terpatri dengan rapi di hati, dan tidak mudah dilepas layaknya pakaian yang telah berdebu karena terlihat terlalu lusuh.

Semoga kita terjauh dari rasa putus asa akan Rahmat-Nya hingga hidayah dan pertolongan-Nya senantiasa bersama kita…

Duhai Robbiy….Jagalah hati kami dengan kelembutan kasih-Mu…

Astaghfirullah,

Wallahu a’lam.

:: Foto
Ditandai sebagai:, ,

23 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. noerlita said, on 26 Oktober 2008 at 1:36 AM

    baca blog ini, pas banget waktu hati lagi sendu semu.
    sendu karena hal yang tidak syar’i. tersentuh sekali membacanya,
    di iringi bacaan asmaul husna. hampir menangis dan berdoa dalam hati,
    semoga Allah senantiasa membimbing hati ini
    untuk hanya mengharapkan cintaNya dan hanya bersamaNya lah kebahagiaan itu
    akan kita dapatkan.

  2. yudios said, on 1 September 2008 at 6:43 AM

    Selamat menunaikan ibadah puasa dan salam kenal dari saya.

    ====
    Sama-sama Mas Yudios…Salam kenal kembali dari saya :)

  3. Supermance said, on 14 Juli 2008 at 11:29 AM

    Jangan padamkan cahaya hidayah-Mu padaku ya Allah …

    ====
    #Amin Allahumma amin…

  4. oRiDo™ said, on 14 Juli 2008 at 5:24 AM

    ya Allah..
    jauhkan hamba dari segala bentuk kesombongan..
    walau hanya dalam hati..
    jauhkanlah hamba ya Allah..

    ====
    #Amin Ya Robb…

  5. saifurrahman said, on 10 Juli 2008 at 9:34 AM

    “sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk tubuh dan rupamu, melainkan Ia melihat Hati dan amalmu”, demikian pesan Rasul… Karena itu mari ikhlaskan niyat dan perbanyak amal bersamanya, berlomba meraih prestasi terbaik di sisi-Nya!…

    Assalamu alaikum warahmatullah wabarakatuh untuk Mas Rozy sekeluarga dan saudara-saudara muslim lainnya. Semoga Allah sllu membimbing hati kita untuk selalu ikhlas untukNya semata-mata dalam setiap sikap dan perbuatan.

    ====
    #Wa ‘alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh teruntuk Mas Saif sekeluarga.
    Alhamdulillah dan terima kasih Mas Saifurrahman atas wejangannya. Semoga Allah senantiasa menjaga kita, baik dalam hal kelurusan niat, cara beramal, maupun amalan itu sendiri…amin Allahumma amin.

  6. hanggadamai said, on 30 Juni 2008 at 4:19 PM

    semoga kita selalu fisabilillah

  7. okebebeh said, on 30 Juni 2008 at 2:50 AM

    dibalik kesedihan dunia (malu akan dosa, maksiat), tergambar jelas kebahagian akherat..

    ====
    # Insya Allah….Allahumma amiin…

  8. eNPe said, on 29 Juni 2008 at 2:22 AM

    ya…hanya kepadaNya mencari kebahagiaan n ketenangan..
    terima kasih mas :)

    ====
    # Alhamdulillah, sama-sama Mbak Nurita…

  9. ROE said, on 28 Juni 2008 at 2:32 PM

    Katakanlah….
    Engkaulah maksud dan tujuanku, Robbiy
    Dalam setiap tarikan nafasku
    Ridho-Mu lah yang sesungguhnya aku cari, Robbiy
    Dalam gerak dan sisa umurku…

    kata2 yang menggugah.. salam kang rozy.

    ====
    #Alhamdulillah, salam kembali Mas ROE…

  10. QanaahSholihah said, on 28 Juni 2008 at 2:30 AM

    Assalamu’alaykum.pkbr pak r0zy?:) Subhnallah lama tak kemari trnyata ad p0stingan baru. Subhnlah temanya hampir sama dgn p0stingan trkhr saya,tntang pujian. :) salam hangat untuk keluarga.

    ====
    #Wa ‘alaikumussalam Mbak Qonaah. Alhamdulillah, saya sekeluarga sehat. Smoga yg bertanya juga demikian hendaknya sekeluarga :) . Terima kasih atas kunjungannya. Salam hangat kembali dari saya untuk keluarga Mbak Qonaah..

  11. Rozy said, on 27 Juni 2008 at 10:22 AM

    @ All,
    Wa ‘alaikumussalam wr wb,

    Amin Allahumma amin…
    Semoga kebahagiaan dan keberkahan dari Allah senantiasa menyertai saudaraku semua…amin.

    Terima kasih telah sudi berbagi di sini..

  12. Frida said, on 25 Juni 2008 at 5:25 AM

    Kebahagiaan yang berasal dari makhluk bersifat semu… dan kadang memabukkan. semoga kita mendapatkan kebahagiaan yang menentramkan dan mewarnai hati dengan keikhlasan dalam mencapai Ridho-NYA.

  13. achoey sang khilaf said, on 25 Juni 2008 at 2:53 AM

    Subhanallah
    Ya memang hanya dengan mendekat pada-Nya kita kan bahagia :)

    Lama tak jumpa akhi

  14. zoel chaniago said, on 24 Juni 2008 at 11:18 AM

    assalamu’alaikum
    semoga kita selalu dalam lidungan dan ridho allah

  15. Alex said, on 24 Juni 2008 at 9:47 AM

    Assalamu’alaikum….

    Yup…..puncak KEBAHAGIAAN itu adalah ketika sejauh mana kita berhubungan baik dgn ALLAH sang Pemberi Kebahagiaan itu.

    thanks atas Musahabahnya mas Rozy

  16. azaxs said, on 24 Juni 2008 at 9:23 AM

    Terangi jalan kami ya Rabb….

  17. [...] ngabsen nama panggilan, mba Chic yang baru ketamuan bbrp blogger, Kucing yang pemalu buat Novel, mas Rozy yang selalu mengingatkan [...]

  18. be samyono said, on 24 Juni 2008 at 5:04 AM

    salam mampir sembari merenung :)

  19. arifrahmanlubis said, on 24 Juni 2008 at 3:36 AM

    Lillah
    Billah
    Ilallah

    Amin..

  20. Rozy said, on 24 Juni 2008 at 12:36 AM

    @ To Aa Adi, Quelopi, Pak Rafki,

    Wa’alaikumussalam wr wb,

    Alhamdulillah dan terima kasih telah berbagi di ruang ini. Semoga kelurusan niat dan ikhtiar serta kekuatan berbuat senantiasa Allah anugerahkan kepada Anda dan saya juga bagi orang-orang yg senantiasa menundukkan dirinya semata-mata demi mencari keridhoan Allah SWT dan Rasul-Nya…amin.

    Mohon maaf atas banyak khilaf dalam kata,

    Wassalam.

  21. Rafki RS said, on 23 Juni 2008 at 4:28 PM

    Semoga kita semua dihindarkan dari kealpaan akibat pujian yang memabukkan dari sesama manusia. Semoga kita disadarkan dengan kritikkan yang dilontarkan. Walaupun kritikkan itu bungkusnya seperti racun sebenarnya isinya adalah madu yang lezat. Asalkan kita pandai membuka bungkusnya tersebut dan menikmati isinya. Wassallamu’alaikum Sahabat.

  22. quelopi said, on 23 Juni 2008 at 3:26 PM

    ya Tuhan, ampunilah segala dosaku

  23. adikhresna said, on 23 Juni 2008 at 12:53 PM

    Assalamu’alaikum

    “Allah, di manakah kebahagiaan?” Seseorang pernah berkeluh, di dekat seorang Ustadz. Sang Ustadz mencoba menyelidik, apa sebenarnya yang tengah menghiggapi pikiran orang di dekatnya. Kemudian Beliau berujar, “ada apa sebenarnya saudaraku?” “sepertinya, Anda sedang mencari kebahagiaan?” “Betul ustadz”, jawab laki-laki itu.

    Ketahuilah saudaraku, kebahagiaan tidak akan kau temukan dengan kekayaan harta, ilmu, atau apa pun yang dapat dinilai oleh manusia. Semua itu, ibarat kail yang kau pakai, saat memancing ikan. Semua itu hanyalah sarana, yang boleh kebahagiaan itu akan bersamanya dan boleh jadi meninggalkannya.

    Maka jika kamu sedang memancing ikan, namun ikan tak kunjung kau dapat…, maka janganlah bersedih. Karena kebahagiaan tidak bersamanya. Kala engkau sedang berjuang mencari nafkah dengan berdagang, namun tak satu pun barang dagangan laku terjual kala itu…, maka bersabarlah. Karena kebahagiaan tidak sedang bersamanya.

    Saudaraku, hanya dua hal yang Allah bagikan bagi kita semua….; yaitu suka-duka atau sedih-gembira. Semua itu dibagikan untuk si kaya harta, si kaya ilmu, pejabat, rakyat jelata…, semua kita. Maka beruntunglah, jika kemudian Allah lengkapi pula dengan kebahagiaan di dalamnya. Bahagia karena hartanya, bahagia karena ilmunya, atau bahkan bahagia dalam kemiskinannya.

    Saudaraku, kebahagiaan itu ada dalam keridoan Allah. Maka datangilah Ia. Bukankah kita sering diseru dengan Hayya ‘alal falaakh?

    ‘Afwan akh Rozy, sekira telah ana sampaikan bahwa ana malu untuk berkomentar. Semoga semua ini dalam keridoan-Nya jua. Wallahua’lam


Tinggalkan Balasan