
Kejatuhan itu bukan berarti henti
Dia Tak lain sebagai ujian untuk menguatkan diri
dan tuk menyadari betapa lemah dan bergantungnya makhluk terhadap diri-Nya
lapangkan jiwamu dengan keridhoan atas ketentuan-Nya
Lihatlah kesalahan sebagai sarana bercermin untuk berbuat lebih baik
Karena saat kau tersadar melakukan khilaf
Kembali kepada-Nya adalah sebuah obat mujarab
Berprasangka baik lah !
Semoga Allah memperbaiki lahir dan bathinmu mulai kini..
* * *













RSS - Posts

masih butuh waktu untuk belajar menerima apa yg terjadi..
ingin selalu berbaik sangka pada Allah pd semua ketentuan’y.
terima kasih,
Entri dan komentar,
Sungguh memujuk hati…
Dan Allah tidak membebankan melainkan bebanan yang mampu kita tempuhi…
Allah itu menuruti persangkaan hambanya kan?
Makanya memang kita harus terus berprasangka baik untuknya…jadikan ujian, musibah, dan sakit yang mendera sebagai penggugur dosa-dosa kita…bener ga?
salam kenal.
Insya Allah..semoga kita tidak berhenti belajar bersabar dalam berproses di kehidupan ini.
Dalam sebuah haditsnya Rasulullah menyebutkan yg kurang lebih maknanya sebagai berikut, “Tidaklah seorang mukmin itu tertimpa musibah, sakit atau bahkan tertusuk duri sekalipun, melainkan hal itu sebagai penghapus dosa-dosanya”.
Semoga sabda beliau tadi bisa kita aplikasikan dalam sikap lahir dan batin kita sehari-hari dalam wujud kesabaran ketika menghadapi hal-hal yg disebutkan dalam hadits di atas tadi, sehingga hal itu menjadi penghapus atas dosa-dosa yg pernah kita lakukan..amin.
Terima kasih sudah berbagi dan salam kenal kembali..
Wallahu a’lam
Berprasangka baik lah !
Di saat keadaan jatuh, maka bangunlah dengan akhlak ini,
sungguh di balik itu semua,
terselubung hikmah yang kan menuai rahmah kelak indah nya …
Alhamdulillah..syukron akhi atas nasehatnya..
salam ukhuwah
maaf lama gak kesini… semoga pemilik blog in senantiasa dalam kebaikan dan dalam Lindungan-Nya amiiin
Insya Allah..amin Allahumma amin.
Demikian juga kiranya buat yg telah mendoakan.
Jazakallah Mas Heri
Bisa jadi Allah memberimu maka menolakmu, dan bisa jadi Dia menolakmu maka memberimu.
Bisa jadi engkau memperoleh tambahan karunia dalam kesukaran, apa yang dalam puasa dan salat tidak engkau dapatkan.
Allah sengaja menciptakan gangguan dari orang-orang terhadapmu, supaya engkau tidak menyerah kepada mereka. Allah ingin menjemukanmu dari segala sesuatu hingga tiada sesuatu yang memalingkanmu dari-Nya.
Penolakan dari Allah terasa pedih bagimu hanya karena engkau tak mengerti rahmat Allah di balik penolakan itu.
Ketika Allah membukakan pintu pengertian bagimu tentang penolakan-Nya, maka penolakan itu pun berubah menjadi pemberian.
Ibn ‘Athaillah, al-Hikam
Hati kita mungkin dibuat-Nya remuk, tapi bukankah Allah swt mengatakan, “Carilah Aku di antara para hamba-Ku yang remuk hatinya”.
Jangan ada lagi ketragisan di hati. Kita semua ada dalam genggaman-Nya.
Shadaqta, ya akhi.
Jazakallah akhi Shafiq telah berbagi di sini..