Pada setiap situasi, ada pelajaran yang bisa diambil. Dari tugas-tugas biasa, sampai proyek yang rumit, kehidupan selalu siap mengajarmu.
Kehidupan selalu siap mengajarmu bila kau bersedia. Dan semakin banyak kau belajar dari kehidupan, semakin baik kehidupanmu.
Pelajaran-pelajaran itu tidak selalu jelas, tapi selalu ada di situ bila kau mau mengamati. Pelajaran itu ada dalam kesedihan, kemenangan, ketidaknyamanan dan kesenangan.
Setiap pelajaran yang kau ambil, mengantarmu ke pelajaran baru yang lebih berharga.
* * *
[] Dikutip dari buku: “Bahagia Dunia Akhirat” karya Habib Husein bin Anis Al Habsyi, Hal.106-107

















RSS - Posts

assalamualaikum,,
salam knal smua..
artikel yang bagus..
wa ‘alaikumussalam,
salam kenal kembali buat Saudara Nazz..
terima kasih sudah berkunjung
Sya suka ma coretanya,, sdrhan tapi mmbuka pikiran,,, god luck..
Subhanallah
dulu saya pernah menerima cobaan yang sangat berat
sampai-sampai semangat hidup ini hampir hilang
Mas Rozy benar,sesungguhnya apapun kejadi didalam kehidupan kita
sesungguhnya adalah jalan menuju perbaikan, begitu banyak hikmah dan pelajaran yang dititipkan Allah SWT dibalik semua itu
Sekarang saya justru bersyukur, seandainya cobaan itu tidak pernah saya alami
pasti kehidupan saya tidak akan pernah seperti sekarang ini.
Allhamdulillah
Mbak LIna,
Tulisan di atas bukanlah tulisan saya. Saya hanya menyalinnya kembali ke blog ini dan ini juga berlaku bagi saya yg saat ini masih terus belajar dan jatuh bangun di jalan perbaikan.
Mohon do’akan saya ya Mbak
Mantab Mazz Hendra..
Ada pepatah ; “ambillah hikmah meski keluar dari mulut keledai”..
Salam.. lama tidak mendengar khabarmu.
Posting kamu ternyatanya bagus banget! AKu suka.
Assalamu’alaika ya Abi Hasan,
Banyak hikmah dalam kehidupan, banyak hikmah dalam blog ini.
Hatur nuhun
wa ‘alaikassalaam Ya Akhi Adi,
Alhamdulillahi Robbil ‘aalamiin.
Sami-sami akhi
mini4wdfreaks blog just for tamiya holic, nothing else. just for fun and hobby, tips & tricks about mini 4wd..
halo salam kenal, blognya bikin sejuk uy, keren mas..
Salam sahabah Islamiyyah..
Sungguh! Hidup ini ceritanya cuma ‘bagaimana untuk kembali ke sana’. Kerana kita dari sana dan ke sana pula kita seharusnya menuju. Itulah al-jannah / syurga atau kampung halaman kita. Maka takdir kita untuk diuji di sini sebagai penapisan atau prelude. Maka untuk selamat kembali ke sana, ALLAH dan para utusanNYA telah memberikan tuntunan secukupnya dan selengkapnya.
Soalnya – antara mahu dan tidak sahaja. Bagi mereka yang rindu dengan kampung halaman di akhirat berusahalah mengikuti rambu-rambu aturan kehidupan yang disediakan. Sedangkan bagi yang ‘enggan / abaa’ – hanya dirinya sendiri yang menentukan.
“Semuanya akan masuk syurga kecuali bagi mereka yang enggan – illa man abaa” – mafhum hadis
Alhamdulillah Abu Miftah,
Jazakallah khoiron jaza’ tlah berbagi nasehat.
Sesungguhnya di setiap ciptaan Allah SWT tersimpan banyak hikmah, dan kitalah yg mesti memetik hikmah itu, sehingga kita mampu belajar untuk menjadi lebih baik, lahir maupun bathin.
“Sesungguhnya Allah mengilhami jiwa manusia dengan dua jalan, kefasikan dan ketaqwaan. Beruntunglah orang-orang yang membersihkan jiwanya dan merugilah orang-orang yang mengotorinya.”
Semoga diri kita termasuk orang-orang yang senantiasa berusaha membersihkan diri, lahir dan bathin.
Wallahu a’lam.
Pak Ustaz, Assalamualaikum.
Indah sekali kalamnya. Memang benar jika kita mati sepenuhnya kita akan dapati bahawa setiap sesuatu yang hadir dalam kehidupan ini bisa memberikan kita pengajaran dan motivasi yang bagus untuk diri kita.
Assalamu’alaikum,
Dalam setiap langkah kehidupan , banyak hal yang bisa kita ambil pelajaran. Apakah itu kehidupan diri kita atau pun kehidupan orang lain. yang penting kita harus berusaha mengambil hikmah dari kehiudpan itu.
Terima kasih.
Salam
wa’alaikumsalam Pak Abdul Aziz,
alhamdulillah dan terima kasih sdh berkunjung dan berbagi.
Subhanallah,,beautiful posting
bener bgt mas, kalo kata iklan, gak kotor gak belajar.. hehe..
Makasih mas, nasehatnya. Maaf terlambat : ‘Minal Aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin’. Maaf jika ada salah ucap saat mengomentari blog ini.
“Setiap pelajaran yang kau ambil,
mengantarmu ke pelajaran baru yang lebih berharga.”
Sungguh benar, sahabatku.
Tanpa mengambil pelajaran, kita tak akan diizin-Nya
untuk maju seterusnya, hingga kita tiba ke hadirat-Nya,
Allah Azzawajalla.
Mudah-mudahan Allah perkenankan kita, ya sahabat.
Mengutip pelajaran demi pelajaran,
tanpa ada keciciran lagi,
Sambil teringat saya akan puisi Maulana Rumi, sebelum pergi
biar saya titipkan buat tatapan bersama, ya.
Allah bersama kita selalu, in sya Allah.
—–
WISMA TAMU – Jalaluddin Rumi
Diri ini, yang sedang menjadi manusia
adalah sebuah wisma tamu.
Setiap pagi, datang tamu yang baru.
Kegembiraan, kesedihan, atau sifat buruk
sedikit pengetahuan diri hadir sebentar
sebagai tamu yang singgah tanpa perjanjian.
Sambutlah, dan jamulah mereka semuanya!
Biarpun tamumu hanya sekerumunan nestapa
yang melanda rumahmu dengan kasar
dan mengangkut seluruh isinya,
tetaplah hadapi setiap tamu dengan mulia.
Bisa jadi ia sedang mengosongkanmu
demi kedatangan banyak kebahagiaan baru.
Niat buruk, rendah diri, dengki,
sambutlah mereka di pintu dengan tertawa,
dan ajak mereka masuk.
Berterimakasihlah
atas apa pun yang didatangkan padamu,
karena setiap tamu adalah utusan
dari alam ruh, sebagai penunjuk jalanmu.
Sumber:
http://suluk.blogsome.com/2008/05/22/wisma-tamu/
Alhamdulillah…aamiin Allahumma aamiin.
Terima kasih, Saudariku Ira Sarmila atas kunjungannya