Menghadirkan Hati

Sikap kasar merupakan sebuah perbuatan yang cenderung terlahir dari keadaan yang tidak melibatkan kehadiran hati didalamnya. Sedangkan sikap yang lembut terlahir dari keterlibatan hati dalam kejernihan memandang setiap situasi dan permasalahan, yang pada akhirnya akan melahirkan rasa nyaman dan ketenangan.

Sesungguhnya hati akan bertemu dengan hati. Coba rasakan dan buatlah perbandingan dalam setiap perbuatan, yang mana disana terdapat keterlibatan hati dan yang tidak terdapat keterlibatan hati di dalamnya. Begitu mencolok sekali perbedaannya. Setiap perbuatan yang melibatkan hati serta menghadirkannya akan melahirkan kelezatan dan kenikmatan dalam diri melebihi kelezatan dan kenikmatan ketika menyantap makanan terlezat yang pernah ada. Hal ini bukan hanya dirasakan oleh pelakunya, tapi juga dirasakan oleh lingkungan disekitarnya.

Rasa bosan, malas dan seolah terhenti yang banyak menghinggapi pada dasarnya banyak bermula pada kurangnya kemampuan untuk menghadirkan hati dalam setiap perbuatan. Kita masih terbelenggu dengan menjadikan setiap perbuatan sebagai sebuah rutinitas lahiriah dan sebuah formalitas dan berpuas meski tanpa menghadirkan hati di dalamnya.

Oleh sebab itu, janganlah pernah berhenti untuk senantiasa melibatkan dan menghadirkan hati dalam setiap perbuatan. Bawalah semangat dan rasa kecintaan pada Alloh SWT dan Rasulullah SAW dalam hati sebagai kendaraan yang akan menghantarkan siapapun pada rasa kelembutan yang menyelamatkan, menentramkan serta rasa damai yang tak pernah bertepi.

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
Iklan

6 thoughts on “Menghadirkan Hati

  1. setuju, ttp mmprktkny sulit krn dsbukn oleh pkran. kcuali tdk mlkkn aktfs n dlm keadaan sepi 🙂

  2. janganlah pernah berhenti untuk senantiasa melibatkan dan menghadirkan hati dalam setiap perbuatan

    hati manusia adalah turunan dari Allah swt… ketika sesuatu bertentangan dgn hati, maka hal tersebut bertentangan dgn sifat2 Allah swt (asma’ul husna)..
    oleh karena itu, memang benar pernyataan tsb.. kita perlu menghadirkan hati dalam setiap perbuatan, agar apa2 yang kita lakukan sesuai dengan kehendak Allah swt..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s