Jangan Ingat Kebaikan Diri

Ladang amal senantiasa tersedia dimanapun. Jika kebeningan hati melingkupi, pasti setiap sisi kehidupan memiliki celah untuk dapat menebarkan benih kebaikan. Seorang mukmin akan senantiasa melihat peluang itu dalam keadaan apapun. Sebaliknya, bagi seorang yang pamrih hanya melihat pada sebagian sisi saja, dan itupun dalam perhitungan untung rugi bagi diri pribadi.

Seorang yang memiliki keimanan yang tulus dalam rangka memurnikan ketaatan kepada Alloh SWT, tidak pernah mengharap pengembalian dari amal perbuatannya karena ia yakin bahwa balasan dari Alloh SWT adalah sebuah kepastian. Ia hanya berharap keridhoan Alloh SWT senantiasa mengiringi setiap perbuatan yang ia persembahkan dalam kehidupan. Ia tak akan berbangga dan berpuas diri dengan hanya sekali berbuat kebaikan karena ia menganggap belum berbuat apa-apa sama sekali.

Ketika ungkapan terima kasih dan do’a terucap dari bibir orang yang telah di bantunya, hal itu baginya merupakan hiburan dari Alloh SWT atas kebaikan yang telah dilakukannya sebelum ia benar-benar menerima balasan yang sesungguhnya di akhirat nanti disamping sebagai penguji keikhlasan diri dan kelurusan niatnya dalam berbuat serta sebagai cermin untuk bermuhasabah atas apa yang telah dikerjakan.

Jika setiap diri mau serius berbuat kebaikan, meluruskan niat dalam melakukannya, tidak pernah mengungkit-ungkit kebaikan yang telah diperbuatnya, tidak mengharap pengembalian setelahnya, dan tidak pernah merasa cukup sekali dalam berbuat kebaikan, serta lebih yakin akan balasan dari Alloh SWT di akhirat nanti, tentu akan banyak sekali manusia yang berlomba-lomba berbuat kebaikan (Fastabiqul Khoirot).

Oleh karena itu, jangan ingat kebaikan yang pernah kita lakukan untuk orang lain, tapi ingatlah kebaikan orang lain terhadap diri kita. Berterima kasihlah atas kebaikan mereka terhadap kita, sebagai wujud syukur kita terhadap Alloh SWT.

Dengan begitu sesungguhnya kita tengah melatih hati dan diri untuk senantiasa berada dalam wadah kasih sayang sehingga menjauhkan segala sifat tercela, seperti rasa benci, hasud dan dengki, yang insya Alloh lambat laun akan beranjak menjauh dari hati. Mari berikan yang terbaik bagi kehidupan sebatas kemampuan yang dimiliki dan jangan pernah berharap untuk mendapat pengembalian. Berharaplah hanya pada Alloh SWT, sebaik-baik zat dalam pemberian dan sempurna dalam kasih dan sayang.

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
Iklan

3 thoughts on “Jangan Ingat Kebaikan Diri

  1. kadang kala kebaikan yang dilakukan adalah semata-mata ingin menunjuk…kebaikan bukan dari hati yang luhur berlum pasti dapat apa yang di harapkan ,buat la kebaikan untuk diri sendiri sebelum membuat kebaikan untuk orang lain

  2. Oleh karena itu, jangan ingat kebaikan yang pernah kita lakukan untuk orang lain, tapi ingatlah kebaikan orang lain terhadap diri kita. Berterima kasihlah atas kebaikan mereka terhadap kita, sebagai wujud syukur kita terhadap Alloh SWT.

    Sungguh, harus ada mujahadah yg besar untuk ini…

  3. Mas, mbaca judulnya saya jadi ingat satu kata-kata mutiara dari Abuya yang kurang lebih berbunyi begini:

    “Lupakanlah amal kebaikan karena belum tentu Allah terima, ingatlah selalu dosa dan kesalahan karena taubat belum tentu diterima”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s