Langkah Hidup

Kehidupan manusia sangat berbeda dengan hewan. Hewan adalah makhluk hidup yang hanya diberi naluri dan syahwat untuk dapat mempertahankan hidup dan meneruskan keturunan. Bagi hewan, kehidupan hanya bertujuan untuk mencari makan dan terpenuhinya syahwat.
Manusia adalah makhluk yang sempurna. Dengan anugerah akal juga nafsu, menjadikan manusia sebagai makhluk yang unik sekaligus dinamis. Keunikan dan kedinamisan yang menuntutnya untuk senantiasa berada dalam kerangka aturan Alloh sehingga tidak melanggar batas-batas dan keluar dari fitrahnya.

Sesungguhnya kehadiran manusia di atas permukaan bumi ini tidak lain adalah sebagai hamba dan wakil Alloh SWT, yang senantiasa harus menjalankan aturan-aturan-Nya serta menegakkan kalimah-Nya. Sesungguhnya, manusia akan tampak mulia jika mengerti bahwa keberadaannya bukanlah sekedar mencari makan, menikah dan beranak pinak, tidur serta memiliki tempat tinggal dan terpenuhinya kebutuhan syahwat. Orientasi hidup dari seorang manusia bukan hanya sebatas untuk kehidupan dunia, melainkan jauh ke akhirat.

Hidup manusia akan menjadi mulia, ketika mengerti dan paham serta menyadari bahwa kehidupannya hanya ditujukan bagi Yang Maha Hidup, zat yang mencukupi kebutuhannya, yang memberinya nafas kehidupan, yang maha melihat setiap tindak tanduknya, yakni Alloh SWT.

Dunia adalah sarana baginya untuk makin mendekatkan diri, menyadarkan diri serta beramal soleh dan bukan sebagai tempat untuk membuat kerusakan, menebarkan ancaman, saling aniaya, dan bukan untuk mempraktekkan hukum rimba, dimana yang kuat akan menyikat habis yang lemah. Dengan kesucian fitrahnya ia paham, untuk siapakah hidupnya serta akan dibawa kemana setelah kematian menjemput. Itulah yang membedakan manusia dengan hewan dalam menjalani kehidupan, hari demi hari hingga ajal menjemputnya.

Semoga Alloh SWT memberi kita petunjuk, hidayah dan bimbingan yang akan mengantarkan kita pada pemahaman akan hakikat kehidupan, sehingga tidak terperdaya oleh gemerlapnya kehidupan dunia yang sementara dan menipu.

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.

Menangislah

Menangislah!

Ketika diri tidak ringan bergerak dalam berbuat taat.

Menangislah!

Ketika kenikmatan dunia senantiasa menghujani namun amal soleh tidak berbanding lurus dan meningkat dengan kenikmatan yang diterima. Dimanakah letak kurangnya kasih sayang Alloh SWT kepada kita? Kita senantiasa menuntut hak kita terhadap Alloh SWT, namun rasa syukur kita ketika mendapat nikmat-Nya tak pernah kita tunjukan dihadapan-Nya walau hanya sekedar ucapan “Alhamdulillah”.

Kita malah terlupa dan kadang lupa diri, bahwa apapun nikmat yang kita terima sesungguhnya berasal dari Alloh SWT. Terkadang, kebanyakan dari kita hanya ingat kepada-Nya sewaktu diri tertimpa musibah dan kesempitan dalam hidup. Padahal, dengan mengingat Alloh SWT disaat lapang dan kebahagiaan hidup menghampiri akan mendatangkan kecintaan Alloh SWT dan insya Alloh disaat kesusahan menghampiri kehidupan, Alloh SWT akan berbalik mengingat kita.

praying.gif

Menangislah!

Untuk mengharapkan datangnya pertolongan Alloh SWT terhadap diri kita, sehingga Dia mengaruniakan kekuatan dan pertolongan untuk memudahkan kita dalam rangka mendekat kepada-Nya.

Menangislah!

Untuk setiap dosa yang pernah kita rajut dalam kehidupan walau kita tak akan mampu menghitung betapa besarnya keingkaran diri melebihi ketaatan kita kepada-Nya.

Pernahkah kita menangis atas kurangnya bekal persiapan untuk akhirat kita? Tempat yang kekal dan tujuan puncak kehidupan yang bekalnya kita persiapkan melalui dunia ini.

Menangislah!

Sebagai tanda kelembutan dan hidupnya hati yang senantiasa siap untuk menerima nasehat dan kebenaran yang datang.

Semoga Alloh SWT senantiasa memberikan pertolongan-Nya dalam setiap hal-hal baik yang kita usahakan serta menjauhkan kita dari sifat sombong dan merasa diri bersih, karena tanpa pertolongan dari-Nya, tak seorangpun yang sanggup melakukan kebajikan di atas permukaan bumi ini.

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.

Seimbang Dalam Perlakuan

Begitu beragamnya tingkat kesejahteraan manusia di atas permukaan bumi ini. Banyaknya variasi jenis profesi semakin menunjukkan tingkat kesejahteraan yang berbeda-beda. Dengan demikian, status sosial tiap orang akan tampak pada profesi yang dijalani.

Seiring dengan keadaan diatas, perlakuan terhadap sesamapun juga ikut mengalami perbedaan. Kecendrungan yang terjadi saat ini adalah, ketika berhadapan dengan sosok yang memiliki status sosial lebih baik atau tinggi, terkadang seseorang berlaku dengan sangat baik, hati-hati serta menjaga agar jangan sampai membuat sesuatu yang kira-kira akan mengusiknya.

Namun, ketika berhadapan dengan sosok yang secara status sosial lebih rendah, maka kecendrungan yang terjadi adalah sebagian orang akan berlaku sebaliknya. Merupakan sebuah adab ketika kita memuliakan seseorang karena keilmuwannya, sebagai rasa takdhim (penghormatan) atas ilmu yang dimilikinya. Namun tindakan yang terbaik adalah mampu bersikap seimbang dan proporsional dalam penerapannya.

Adalah sebuah keluhuran akhlak jika setiap perlakuan tidak memandang dari pada status sosialnya, melainkan memandang siapa yang telah menciptakan seseorang itu.

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.