Sahabat Sejati

Alangkah indahnya sebuah persahabatan jika didalamnya terdapat saling nasehat tentang iman, pentingnya mengingat mati, kepastian hari akhir dan segala hal tentang kebenaran hakiki termasuk segala kebaikan. Diri terasa dihibur dan juga digentarkan. Dihibur dengan cerita mengenai ganjaran kebaikan berupa surga, berlipatnya balasan Alloh SWT atas sebuah kebaikan yang diperbuat di dunia dan digentarkan oleh cerita dahsyatnya siksa neraka, bukan hanya bagi orang yang ingkar terhadap Alloh SWT dan Rosul-Nya, namun juga bagi orang yang berbuat baik dengan niat yang sudah di kotori.

hold.jpg

Alangkah indahnya seorang sahabat, yang ketika kita berbuat salah ia menegur dan menasehati, bukan karena rasa benci, namun karena begitu cintanya ia terhadap kita sehingga tak bosan-bosannya mengingatkan akan sebuah kebenaran. Terkadang kita terlupa, termakan oleh egoisme diri, merasa lebih baik, lebih banyak makan asam garam, sehingga menafikan sebuah kebenaran yang sebenarnya datang dari Alloh SWT dan Rosul-Nya lewat lidahnya. Alangkah indahnya seorang sahabat, yang mau ikut menangis bersama, ketika melihat sahabat lainnya jatuh dalam kubangan nista dan dosa, merasa kasihan, bukan kebencian hingga bergetar bibir menahan tangis dan kesedihan, terluka jiwa yang fitrah oleh tajamnya belati hawa nafsu.

Alangkah indahnya petunjuk Rosululloh SAW perihal memilih sahabat. Beliau umpamakan dengan penjual minyak wangi dan pandai besi. Jika berteman dengan penjual minyak wangi, minimal akan mendapat dan mencium wanginya. Berteman dengan seorang pandai besi, bisa-bisa percikan apinya mengenai tubuh dan juga kedapatan bau busuknya. Sungguh beruntung seseorang yang mendapatkan sahabat sejati, yang memuji dibelakangnya dan mengoreksi didepannya.

Saudaraku, siapakah yang telah menjadi sahabat masing-masing dari kita saat ini?

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
Iklan

19 thoughts on “Sahabat Sejati

  1. Assalamualaikum..
    Sahabat sejati..
    Imam Ali pernah ditanya oleh sahabatnya “hai Ali, berapa banyak sahabatmu?” lalu Ali menjawab “aku tidak tau brp banyak sahabatku” “kenapa engkau tidak tau wahai Ali?” Sahabatnya begitu heran mendengar jawaban Ali. Lalu Ali menjawab:
    “Aku tidak tau brp banyak sahabatku, saat ini aku sedang banyak dititipi dunia, Saat ini aku sedang berkecukupan, saat ini aku sedang berlimpah harta, saat ini aku sedang dalam keadaan senang, dan saat ini aku dalam keadaan sehat wal afiat. Nanti.. nanti… andaikan Allah telah mengambil kembali dunia yang dititipkan ini, nanti ketika aku dalam keadaan kekurangan harta, ketika aku dalam keadaan susah dan banyak masalah. ketika aku dalam keadaan sakit..Saat itulah.. aku akan tahu berapa sahabatku..”
    hhmm.. Dan teman bisa dikatakan menjadi sahabat ada 2:
    1. Teman yang sllu setia menjadi teman kita disaat susah dan senang
    2. Teman yang slalu mengingatkan di jalan kebaikan..

    Semoga Allah mengaruniakannya kpd qt.. ^_^

  2. mnrut ak skrang ni emank ssh bgt cri yg nmanya shbt sjti,,,,kbnyakan skrng ni yg da cma shbt yg da dist kta sneng donk tpi dist kta sdih g tau deh mereka pda kemana….

  3. Allah, aku memohon sahabat sejati ya Allah,
    yang bisa membetulkan dan dibetulkan.

    Begitu sukar menemui seorang sahabat yang bisa menangis untuk kita.

    -Malaysia, Arif-

  4. Assalamu’alaikum
    Sahabat sejati, bak angauta tubuh. kala mata manangis, tangan yang menghapus linangannya. kala tangan sakit, mata yang mulutpun berguman, dan dari matapun keluarlah linangannya. Ana pake nama aslinya ah, biar kalo dido’akan ama sodara langsung yambung. he he.
    Wassalam

    Wa’alaikumussalam akh Adi Sucipto 😀
    Alhamdulillah…Semoga silaturrahim ini bisa terjaga indah dalam naungan ridho-Nya..amin Allahumma amin 😉

  5. akhi, salam kenal dari bandung

    tentang sahabat sejati, antum punya teks lengkap perkataan sahabat umar?

    yg katanya sahabat sejati itu adalah orang yg pernah rihlah, bermalam, dan bisnis bareng kita?

    agah lagi butuh, syukron ya!

    Salam kenal kembali akhi..Mohon maaf sebelumnya akhi, Saya tak punya teks lengkap perkataan Sahabat Umar yang antum maksud. Namun, ada perkataan ulama yg mengatakan bahwa “Bukanlah sahabat sejati yang hanya membenarkan perkataan sahabatnya, namun mampu berkata “benar” kepada sahabatnya..”. Alhamdulillah dan terima kasih atas kunjungannya. Salam silaturrahim 🙂

  6. @ Desi & Izni

    Cinta itu kan tidak sekedar mengatakan, tapi bila seseorg mencintai org lain pasti ia mempunyai bukti cintanya, antara lain membenarkan keberadaan orang itu, rela berkorban demi org yg dicintainya, patuh dan tunduk. Nabi Muhammad di utus oleh Allah SWT sebagai rahmat untuk semesta alam dalam rangka mengesakan Allah SWT sebagai Tuhan yg layak disembah dan memperbaiki akhlak manusia. Desi & Isni bisa lihat artikel “KEAGUNGAN AKHLAK RASULULLAH SAW” di blog ini 🙂
    Dalam salah satu hadits, Nabi Muhammmad bersabda, “Demi dzat yang jiwaku berada dlm genggaman-Nya, Belum sempurna iman seseorang sehingga ia mencintaiku melebihi cintanya kepada orang tua dan anaknya.”(Hadits riwayat Imam Bukhari)
    Rasulullah pernah bersabda bahwa ” seseorang itu akan dibangkitkan bersama-sama dengan orang yg dicintainya.” (Muttafaq ‘alaihi)

  7. Alangkah indahnya di dalam persahabatan jikalau didalamnya terdapat saling menasihati kepada kebenaran karena kasih dan sayang diantaranya …..

    Alangkah Indahnya ……

  8. @ Orido

    Benar,

    Sudah seharusnya sesama muslim “hidup rukun” dalam ikatan ukhuwah islamiyah yang berlandaskan kasih sayang, mengingatkan dengan bijak dan arif serta lemah lembut, mampu bersikap dewasa dan berilmu menyikapi perbedaan serta senantiasa saling bertabayun dan saling belajar, karena masih banyak “PR” yang utama yang belum terselesaikan.

    Amin Allohumma Amin..

    Salam Ukhuwah kembali 🙂

  9. Alangkah indahnya sebuah persahabatan jika didalamnya terdapat saling nasehat tentang iman, pentingnya mengingat mati, kepastian hari akhir dan segala hal tentang kebenaran hakiki termasuk segala kebaikan

    setuju banget..
    berarti sewajarnya kita “bersahabat” dengan Allah swt.. karena Allah swt selalu memanggil kita utk melaksanakan shalat, mengingatkan kita utk membersihkan harta dengan zakat, dan membersihkan hati kita dengan berdzikir..
    mangingatkan kita bahwa surga jauh lebih baik daripada neraka ..
    itulah bentuk2 cintaNYA Allah swt thd hambaNYA

    sebagai sesama muslim juga.. sudah seharusnya kita saling mengingatkan, sebagai bentuk berkasih sayang antar sesama muslim agar terjaga hubungan yang erat dan menjaga ukhuwah islamiyah antar sesama muslim..

    semoga kita semua termasuk dalam golongan yang selalu dalam naungan Allah swt..

    salam ukhuwah sahabat..
    🙂

  10. Suatu hari Rasulullah SAW bertanya kepada para Sahabat, “Siapakah makhluk Allah yang paling ajaib imannya?”

    “Malaikat,” jawab para Sahabat.

    “Bagaimanalah para malaikat tidak beriman dengan Allah sedangkan mereka sentiasa hampir dengan Allah,” jawab baginda menafikan.

    “Para nabi,” jawab Sahabat lagi.

    “Bagaimanalah para nabi tidak beriman sedangkan wahyu diturunkan kepada mereka.” Nabi membantah lagi jawapan Sahabat.

    “Kami Sahabatmu?!” Jawab Sahabat lagi.

    “Bagaimana kamu tidak beriman sedangkan aku berada di tengah-tengah kamu?” Jawab Nabi.

    Akhirnya Rasul bersabda: “Makhluk paling ajaib imannya ialah mereka yang hidup sesudah aku. Mereka tidak pernah berjumpa tetapi beriman denganku. Tapi mereka mencintai aku melebihi anak dan orang-orang tua mereka. Mereka ialah Ikhwanku. Mereka membaca Al Quran dan beriman dengan semua isinya.” 1

    “Wahai Abu Bakar,” Rasulullah bersabda, “Adakah kamu tidak akan merindui Ikhwanku itu kerana mereka juga mencintai engkau kerana engkau Sahabatku.” 2

    Rasulullah SAW menyambung lagi: “Berbahagialah orang yang dapat berjumpa dan beriman dengan aku. Dan berbahagialah tujuh kali orang-orang yang beriman dengan aku tapi tidak pernah berjumpa dengan aku.” 3

    Ketahuilah sesungguhnya Rasulullah SAW itu amat merindui satu toifah dari umatnya yang datang di akhir zaman yang berakhlak seperti akhlak nabi-nabi dan berpegang teguh dengan jalan-jalan para siddiqin. Mereka ialah orang-orang ganjil di kalangan awamul muslimin.

    1 Riwayat Abu Ya’la

    2 Riwayat Ibnu Hajar Asqalani

    3 Riwayat Imam Ahmad

  11. Sahabat-sahabat sejati masing-masing kita saat ini ada di hati kita masing-masing. Mereka adalah yang selalu bertemu dan berpisah dengan kita karena Allah, saling menasehati, mencintai, menyampaikan salam dan bertegursapa karena-Nya dan di jalan-Nya. Saling mendoakan saat berjauhan dan saling membantu saat memungkinkan.
    Ya, Allah jadikan kami orang-orang yang saling bersahabat, di dunia nyata, dunia maya dan dunia manapun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s