Awali Dari Diri Sendiri

Bercita-citalah dalam rangka sebuah kebaikan dan kemaslahatan serta tujuan mulia, dan yang lebih utama adalah dalam rangka mencari ridho Alloh SWT.
Hidup haruslah bervisi, memiliki tujuan yang jelas dan terarah, dan segala daya upaya diperbuat untuk wujudnya visi tersebut.

Jika seseorang dengan jernih memandang, bahwa dunia bukanlah tujuan melainkan sebuah sarana untuk menggapai tujuan sebenarnya, yaitu akhirat, maka segala apa yang dilakukannya tidak akan berhenti pada apa yang ia dapatkan secara materi, melainkan sebuah kebahagian dan kedamaian di hati bahwa setiap pekerjaan yang dilakukannya merupakan sebuah persembahan ibadah kepada Alloh SWT. Setiap muslim seharusnya mampu menjadi rahmat bagi siapapun, tak terkecuali pada binatang.

Rasa kasih dan sayang seharusnya menjadi ciri yang utama, sebagai wujud penghambaan kepada zat Yang Maha Pengasih dan Penyayang, yakni Alloh SWT. Ketika sebuah cita-cita muncul dalam rangka untuk memperbaiki umat, maka haruslah bermula dengan perbaikan diri sendiri. Jangan hanya bersuara keras, menolak kemaksiatan dan kemungkaran yang tampak di luar, sedangkan diri sendiri tanpa sadar dan secara tidak langsung menggemarinya.

Ketika para orang tua kecewa dengan perilaku anak-anaknya yang jauh dari rasa hormat terhadap mereka, maka para orang tua harus bercermin, sudah sejauh mana nilai-nilai adab dan akhlak telah mereka tanam di kebun keluarga. Terkadang kita berharap memanen hasil, namun benih tidak pernah kita sebar dan tanam. Kita berharap dapat memetik buah apel, tapi benih yang kita tanam adalah buah kedondong. Kita berharap seseorang berlaku baik kepada kita, namun tak pernah sedikitpun diri kita berusaha untuk berlaku baik terhadapnya.

Sungguh merupakan sebuah angan-angan, ketika kita ingin memperbaiki bagian yang lebih besar cakupannya, namun melupakan perbaikan pada bagian yang terkecil dan terdekat dengan kita lebih dahulu, yakni diri sendiri.

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
Iklan

2 thoughts on “Awali Dari Diri Sendiri

  1. Iya mas, bener banget.Membaiki diri adalah “senjata” seorang mukmin. Membaiki diri berawal dari diri sendiri yaitu berawal dari membaiki shalat. Karena shalat adalah hubungan yang paling agung antara hamba dan khaliqnya, Maha Raja dari segala raja, sungguh tidak logik apabila ada orang berkata bahwa dia sanggup memperbaiki perkara yang besar sementara hubungan dengan khaliqNya tidak terjalin mesra.

    “barang siapa menyelesaikan urusannya dengan Allah, maka Allah akan menyelesaikan urusannya dengan manusia lain”

    Iya, semoga kita termasuk bagian orang2 yg senantiasa berusaha dan berjuang keras memperbaiki diri sendiri tanpa melupakan peran kita di lingkungan kehidupan 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s