Pribadi Menawan

Dalam kesederhanaan kita bisa menemukan banyak keutamaan. Sesungguhnya Kesederhanaan lebih memberikan kenyamanan dan dapat menumbuhkan rasa simpatik. Seorang beriman yang sederhana cenderung lebih piawai menkondisikan dirinya dengan lingkungan.

Ketika berbicara, pilihan kata-kata yang digunakan adalah kata-kata yang mampu dipahami oleh banyak orang. Ketika berbicarapun tidak pernah memaksakan diri melebihi kapasitas keilmuwan yang dimiliki. Ketika ditanya tentang suatu persoalan, ia akan menjawab sebatas keilmuwannya namun tidak sungkan untuk berkata “tidak tahu” jika ia tidak mampu menjawabnya.

Dalam pergaulan, seorang beriman yang sederhana tidak memilih teman sepergaulan berdasarkan status sosial atau karena keelokkan rupa, pun tidak disebabkan agar mendapat keuntungan materi duniawi. Kemanfaatan bagi sesama merupakan keinginan terbesarnya.

Dalam kebutuhan hidup, pribadi beriman yang sederhana hanya mengambil bagiannya sesuai dengan kebutuhan, tidak rakus dan lebih senang untuk berbagi. Jika seorang sederhana yang beriman memiliki Kelebihan, hal itu tidak membuatnya ingin tampil menonjolkan diri lebih daripada yang lain. Pada saat Kekurangan, seorang beriman yang sederhana tidak merasa jatuh harga diri. Rasa Qona’ah (menerima apa yang ada) adalah pakaian yang senantiasa mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Seorang beriman yang sederhana dan zuhud terhadap dunia merasa senang dengan rezeki yang diberikan Allah SWT meskipun sedikit. Seorang beriman sederhana yang zuhud akan dicintai oleh Allah SWT dan lebih banyak disenangi oleh manusia. Bagi orang beriman yang zuhud, kekayaan bukanlah dikarenakan melimpahnya harta benda yang dimiliki melainkan hadirnya rasa ketenangan di dalam hati dalam segala keadaan.

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.