Waktu

Cobalah berfikir sejenak setelah terjaga dari tidur! Akan didapati bahwa tidur kita semalam sangat terasa singkat sekali. Padahal jika dihitung, waktu yang berlalu semalaman telah menghabiskan sekitar 6 hingga 8 jam atau bahkan lebih dari itu. Begitu cepatnya waktu berlalu seiring semakin berkurangnya jatah hidup kita di atas dunia ini. Sungguh, ketika kita masih menjumpai sinar mentari pagi, kembali menghirup segarnya udara kehidupan, itulah saatnya kita mengusahakan segala amalan dalam rangka taat kepada Allah SWT.

Hampir setiap hari kita berkutat dengan beragam kegiatan yang menyita waktu, seolah-olah tak akan pernah habis-habisnya. Pergi pagi, pulang petang atau bahkan hingga larut malam. Sebagian besar waktu kita tersita hanya untuk mengusahakan dunia yang sementara. Kita harus waspada dan selalu berevaluasi, sejauh mana pekerjaan yang kita jalani tidak mengurangi ingatan kita terhadap Allah SWT. Sungguh terasa sia-sia jika sekiranya pekerjaan yang begitu menyita waktu hingga memeras stamina kita ternyata hanya bernilai dunia dan melalaikan diri kita untuk mengingat Allah SWT.

Waktu yang telah berlalu tak akan pernah kembali. Ia akan berlalu bersama amal yang telah kita perbuat, apakah kebaikan atau keburukan. Barangsiapa yang menanam, maka kelak ia akan menuai. Alangkah bahagianya jika amal yang telah berlalu terhias dengan hal-hal yang Allah SWT ridhoi.

Berusahalah untuk memberikan porsi yang wajar untuk setiap pekerjaan yang kita lakukan tanpa melupakan kewajiban sebagai hamba Allah SWT. Selalu kita tumbuhkan perasaan bahwa Allah SWT senantiasa menatap kita, mengawasi serta mengetahui segala gerak-gerik, hingga sekedar lintasan hati kita.

Mari bersama kita berusaha menghiasi waktu dengan upaya perbaikan diri dan segala amal yang baik, walau hanya sekedar menyingkirkan duri di tengah jalanan ataupun sekedar menunjukkan wajah yang berseri-seri ketika menjumpai saudara kita. Karena setiap perbuatan, apakah baik ataupun buruk akan kembali kepada pelakunya. Tentu, semua tak terlepas dari izin Allah SWT dan pertolongan-Nya.

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
Iklan

One thought on “Waktu

  1. Assalamu’alaikum

    Allah, tergolong jarang Engkau sampai bersumpah atas makhluk-Mu. Ada apa gerangan ya Allah. Apakah karena begitu berharganya ia? Apakah makhluk yang bernama manusia ini banyak yang terlena? Telah melaluinya dengan percuma tanpa makna? Sehingga merugilah yang menyia-nyiakannya? Menyia-nyiakan dari keimanan, beramal sholeh dan saling bernasehat atas kebaikan dan kesabaran? Allah…, hanya dengan dimensi ini kami seringkali terlalaikan. Bukankan masih ada dimensi lain seperti ruang dan gravitasi (ada juga yang menambahkan, dimensi bentuk). Hidup kami terlingkupi dengan semua-mua dimensi itu. Perkenankan kami agar mampu mengarungi setiap lorongnya dengan baik dan benar. Amin

    Wassalamu’alaikum Wr Wbr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s