Arti Kesuksesan

Tiada arti sebuah kesuksesan dalam pencapaian duniawi jika diri tidak mengenal dzat yang maha memberi dan berkuasa. Seorang alim pernah berkata bahwa arti sukses sebenarnya adalah dapat mengenal Allah SWT dan Rasul-Nya SAW. Pencapaian dalam hal harta, jabatan, nama besar sama sekali bukanlah apa-apa jika tersematkan bagi diri yang tak mengenal dzat yang telah menciptakannya.

Jika diri tidak mengenal tuhannya, maka segala pencapaian itu akan semakin menjauhkan pelakunya dari rasa hamba dan beranggapan segala usaha pencapaiannya merupakan murni hasil jerih payahnya. Tiada berguna segala gelar keberhasilan jika semakin membuat diri menjadi tinggi hati, merasa lebih pintar, lebih baik sehingga hilang rasa kehambaan terhadap Allah SWT. Lupa, jika semua atas karunia Allah SWT.

Setiap amal ibadahpun sesungguhnya harus ditujukan semata-mata agar Allah ridho, bukan jadi alat ukur ketaqwaan seseorang. Betapa masih banyak kita jumpai, seseorang dengan amal ibadah yang banyak, namun dalam akhlak jauh dari akhlak seorang hamba. Sombong, takabur, sum’ah (ingin terkenal) malah menghiasi pribadi dan tindakannya dalam keseharian.

Terlepas dari arti kesuksesan pada umumnya, maka arti sukses yang hakiki adalah mampunya seseorang memimpin dirinya agar dapat mengenal Allah SWT sehingga tumbuh dalam diri sebuah rasa dan jiwa seorang hamba, ada rasa rindu dan usaha untuk senantiasa tunduk dengan segala aturan-Nya, untuk senantiasa menjadikan Rasulullah SAW sebagai suri teladan hidupnya.

Semoga Allah SWT menjadikan kita sebagai pribadi-pribadi yang memiliki rasa kehambaan, dalam menjalani setiap aktifitas kehidupan, dengan masing-masing peran yang sedang kita jalani.

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
Iklan

10 thoughts on “Arti Kesuksesan

  1. sip, saya amt setuju dengn pandangan anda, karna selama inipun sya selalu berfikir ke arah itu. Kesuksesan hakiki adalah ketika tercapainya hati kita untuk mengenal Allah swt.
    Trimakasih banyk semoga situs ini banyak dikenal orang dan makin banyk orang yang sadar. Amin

    Salam
    Ahmad Fatahillah

  2. kita sudah paham muslim itu pengertiannya orang yang berserah diri kepada Allah, meyakini Allah itu Esa Tak ada sesuatupun yang menyerupainya. kesuksesan seorang muslim adalah jika ia emang sudah benar-benar menjadi muslim.
    dan bagi seorang muslim kesuksesan itu diukur dari sejauh mana ia mengenal Allah dan Rasulnya, mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rosulnya. kesuksesan tidak dilihat dari banyaknya harta, atau kedudukan. syukron afwan saya belajar nambah-nambahin.

  3. betul banget,apa kata anda.sesukses-suksesnya,sekaya-kayanya qta tak akan ada artinya jika semua itu tdk qta dasarkan kpd allah semua itu tdk akan ada artinya

  4. Salam kenal, terima kasih atas kunjugan dan comment anda di blog smartnwise. Semoga kita bisa mencapai sukses yang hakiki.

    Insya Allah…sama-sama. amin..

  5. Semoga Allah SWT menjadikan kita sebagai pribadi-pribadi yang memiliki rasa kehambaan, dalam menjalani setiap aktifitas kehidupan, dengan masing-masing peran yang sedang kita jalani.

    Ya Allah…
    Hamba selalu kalah…
    Semua tak akan mampu hamba raih
    jika tanpa curahan pertolongan dari-Mu…

  6. bagus baget tulisannya bang, jadi semangat neh πŸ™‚ makasih ya

    @ zidaburika ;

    Alhamdulillah, semoga semangatnya konstan dan menular kepada siapa saja πŸ™‚

  7. wah, iya mas…bener banget, jarang orang jaman sekarang yang memahami hakikat kesuksesan seperti ini, sehingga kebanyakan tersalah arti, sehingga jalan2 mengusahakan kesuksesan itu pun salah juga.Salah yang bercabang2 sperti benang kusut…

    Mas ini ada nasehat dari Guru saya Abuya, semoga bermanfaat buat semua, insyaAllah :

    Kemuliaan seorang hamba di sisi Allah Taala ialah manakala dia dapat mengekalkan rasa kehambaannya
    Rasa malu, rasa hina diri, rasa tidak sempurna, rasa tidak berguna
    Tidak pernah memandang besar dengan amal ibadah dan kebaikannya
    Bahkan dia lupakan sahaja
    Tidak merasa dirinya baik lebih-lebih lagi tidak merasa diri istimewa dan luar biasa
    Dia merasa di dalam kesalahan dan dosa
    Tidak pernah dia merasa dirinya mulia

    Begitu juga kehinaan seorang hamba itu ialah apabila merasa diri mulia
    Dia rasa orang istimewa dan luar biasa
    Dia rasa baik, rasa pandai, rasa berjasa dan tidak berdosa
    Rasa kehambaan sudah tidak ada atau hilang dari perasaannya
    Dia rasa tuan, dia rasa perlu dihormati dan dibesar-besarkan
    Kalau orang tidak hormat, sangat tersinggung perasaannya
    Bahkan ke mana sahaja dia pergi memang minta dihormati
    Jika tidak dihormati sakit hati
    Jasa atau kebaikannya selalu sahaja dikenang, bahkan minta dikenang
    Kejahatan dan kecuaiannya selalu sahaja dilupakan
    Kebaikannya selalu sahaja diingatnya
    Kelebihannya selalu sahaja minta dipuji
    Kalau dipuji, wah, berbunga hatinya
    Kalau dikeji atau dicaci terseksa jiwanya
    Hatinya sakit, benci kepada orang itu pun bermula
    Jadi, kemuliaan seseorang itu bukan minta dimuliakan
    Tapi merasa diri hina di situlah kemuliaan di sisi Tuhan

    @zidaburika ;

    Alhamdulillah & terima kasih mas zaid telah berbagi nasehatnya. Insya Allah semua tulisan ini semata-mata utk berbagi nasehat, saling ingat mengingatkan, lebih2 bagi diri sendiri. Kiranya senantiasa ada mujahadah utk ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s