Masihkah Kita Menunda?

Terkadang kita sering terlupa bahwa kematian tak akan menunggu hingga seseorang menjadi tua renta. Setiap yang bernyawa, tua maupun muda pasti akan segera dihampiri oleh kematian. Bagaikan buah kelapa, tak selamanya buah kelapa yang tua saja yang selalu tergilir lebih dulu untuk lepas dari tangkainya. Sebuah putiknya yang masih kecil dan hijau sekalipun bisa lepas sebelum beranjak lebih besar lagi.

Tidak semua jemputan kematian lewat proses pemberitahuan. Bisa saja ia mendadak menjemput di saat-saat yang sangat tidak menguntungkan, meski terkadang kehadirannya didahului oleh beberapa tanda-tanda yang kelihatan meski tidak sedikit hadir secara mendadak. Tak seorangpun mampu menangguhkan walau hanya sedetik dari yang telah di tetapkan.

Sesungguhnya Waktu yang berada di depan kita merupakan perkara ghaib. Tidak bisa dipastikan apakah akan kita jumpai lagi atau tidak. Maka, jangan tunda lagi hal-hal baik yang ingin dipersembahkan untuk semua pada saat ini, dimana hari masih berkenan tersenyum untuk kita, masih bersedia membuka tirai malamnya sehingga matahari ceria menyambut datangnya pagi.

Jangan tarik kembali selimut penundaan menutupi tubuh. Persembahkan sebaik-baik ucapan saat ini. Siapa tahu esok tak satupun perkataan yang mampu terucap dari bibir. Kumpulkan bekal akhirat sebanyak yang mampu dikumpulkan, karena tak seorangpun mampu menjamin, Adakah ia esok kembali tersenyum?

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.

Hati

Setiap orang cenderung menyenangi sesuatu yang bersih. Meski terkadang tidak sempurna dalam tampilan, sesuatu yang bersih pasti enak dipandang mata dan terkesan menyejukkan. Baju yang tampak bersih, kendaraan yang tampak bersih, kamar mandi yang bersih, dan segala hal yang bersih pasti diinginkan oleh siapapun yang berakal sehat, lebih-lebih bagi seorang yang beriman, karena kebersihan bagi seorang yang beriman merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupannya.

Begitulah perhatian manusia terhadap kebersihan menyangkut hal-hal lahiriah, sesuatu yang tampak dan kelihatan oleh indera penglihatan kita. Ada satu bagian penting yang sesungguhnya sangat butuh akan perhatian kita setiap saat. Dialah hati. Tempat dimana beragam bisikan baik dan buruk melintas. Pernahkah untuk hal satu ini kita senantiasa memberikan perhatian lebih? Sungguh, urusan tentang menjaga kebersihan hati tidak akan pernah selesai. Hati senantiasa butuh penataan dan pembersihan. Ditata agar senantiasa berada dalam fitrahnya, dibersihkan dari segala sifat-sifat tercela yang akan merusaknya.

Dengan hati yang bersih, maka segala tindakan lahir akan lebih terkendali. Hati yang bersih dan sehat adalah milik seorang mukmin sejati. Di dalam hati yang bersih, sifat lembut dan ringan juga lapang menjadi hal yang telah tertanam subur di dalamnya. Jauh dari sifat sombong, kebencian, perasaan memusuhi dan segala sifat tercela lainnya. Jika seorang memiliki hati yang bersih, maka ia tidak akan cepat bereaksi terhadap perlakuan yang tidak menyenangkan. Bukanlah perkara mudah untuk membersihkan hati dari segala sifat tercela. Sangat dibutuhkan kesungguhan, perjuangan, serta kesabaran.

Semoga Allah SWT kurniakan kita kekuatan serta keistiqomahan untuk senantiasa dapat menata hati kita sehingga sewaktu menghadap Allah SWT kelak dalam keadaan hati yang selamat lagi ridho.

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.