Hati

Setiap orang cenderung menyenangi sesuatu yang bersih. Meski terkadang tidak sempurna dalam tampilan, sesuatu yang bersih pasti enak dipandang mata dan terkesan menyejukkan. Baju yang tampak bersih, kendaraan yang tampak bersih, kamar mandi yang bersih, dan segala hal yang bersih pasti diinginkan oleh siapapun yang berakal sehat, lebih-lebih bagi seorang yang beriman, karena kebersihan bagi seorang yang beriman merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupannya.

Begitulah perhatian manusia terhadap kebersihan menyangkut hal-hal lahiriah, sesuatu yang tampak dan kelihatan oleh indera penglihatan kita. Ada satu bagian penting yang sesungguhnya sangat butuh akan perhatian kita setiap saat. Dialah hati. Tempat dimana beragam bisikan baik dan buruk melintas. Pernahkah untuk hal satu ini kita senantiasa memberikan perhatian lebih? Sungguh, urusan tentang menjaga kebersihan hati tidak akan pernah selesai. Hati senantiasa butuh penataan dan pembersihan. Ditata agar senantiasa berada dalam fitrahnya, dibersihkan dari segala sifat-sifat tercela yang akan merusaknya.

Dengan hati yang bersih, maka segala tindakan lahir akan lebih terkendali. Hati yang bersih dan sehat adalah milik seorang mukmin sejati. Di dalam hati yang bersih, sifat lembut dan ringan juga lapang menjadi hal yang telah tertanam subur di dalamnya. Jauh dari sifat sombong, kebencian, perasaan memusuhi dan segala sifat tercela lainnya. Jika seorang memiliki hati yang bersih, maka ia tidak akan cepat bereaksi terhadap perlakuan yang tidak menyenangkan. Bukanlah perkara mudah untuk membersihkan hati dari segala sifat tercela. Sangat dibutuhkan kesungguhan, perjuangan, serta kesabaran.

Semoga Allah SWT kurniakan kita kekuatan serta keistiqomahan untuk senantiasa dapat menata hati kita sehingga sewaktu menghadap Allah SWT kelak dalam keadaan hati yang selamat lagi ridho.

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
Iklan

2 thoughts on “Hati

  1. Sahabatku,
    Jangan pernah merasa tak berarti dalam hidup. Kita tampil ke dunia ini karena kita adalah sebagai “pemenang” dari sekian juta sel yang “bersaing” untuk “tampil” ke dunia. Allah SWT tak pernah sia-sia menciptakan sesuatu, termasuk diri kita. Kepada siapa lagi persembahan hidup selain kepada Allah SWT? Dengan kesadaran seperti itu, insya Allah kita tergerak untuk terus berbuat yang terbaik, sehingga bermakna bagi alam semesta ini semampu diri kita. Mintalah kekuatan kepada zat yang maha kuat, Allah SWT.
    Jangan berhenti dalam usaha perbaikan diri, karena usaha ini tak mengenal kata “Henti”. Semoga kita diberikan kekuatan & bimbingan oleh Allah SWT…amin..

  2. ah smoga kita punya hati yg bersih juga

    akhir2 ini aku ada pikiran 2negatif terhadap diri sendiri. feel useles as human. halah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s