Korelasi Iman dengan Amal

Setiap perbuatan tentu bermula dan dilakukan atas sebuah motivasi. Seseorang memiliki kegemaran membaca beragam jenis buku tentu ingin mendapatkan manfaat dari buku yang dibacanya. Bertambahnya wawasan serta keilmuan, terbukanya ruang cara pandang dalam berfikir hingga terkadang hanya sekedar mengumpulkan buku-buku tertentu lalu menjadikannya sebagai koleksi pustaka pribadi yang menghias rak buku.

Motivasi memainkan peran yang tidak kecil dalam setiap tindakan yang dibuat oleh seseorang. Motivasi positif tentu akan mengarahkan seseorang melakukan tindakan yang baik dan tertata. Meski demikian, tidak tertutup kemungkinan ditengah perjalanan, motivasi positif dalam bertindak terkadang mengalami pengalihan. Sebagai contoh, seseorang beribadah, melakukan sholat, berpuasa, zakat, naik haji dan banyak ibadah lainnya adalah dalam rangka usaha mendekatkan diri kepada Allah SWT disamping sebagai kewajiban. Namun, dalam perjalanan ibadah yang dilaluinya tanpa disadari terjadi pergeseran motivasi.

Dorongan untuk beribadah telah diselipi oleh bisikan-bisikan ingin di puji, dilihat atau ingin terkenal. Motivasi positif telah mengalami pergeseran ke arah negatif. Jika ia tak juga menyadari dan terjaga, tentu semua akan menjadi sia-sia belaka.

Sungguh, keadaan iman seseorang sangat berpengaruh terhadap tindak tanduknya dalam kehidupan. Semakin baik imannya, maka akan semakin baik tindakannya. Tiada tujuan yang dicari kecuali keridhoan Allah SWT semata. Ketika berbuat kebaikan ia tidak butuh pujian. Yang penting hanya berpikir bagaimana bisa berbuat baik dan bahagia dalam melakukannya. Ketika mendapat peluang nikmat, maka akan ia ambil dan gunakan sebatas kebutuhan dan tidak menurutkan hawa nafsunya.

Ketika terbuka peluang berbuat maksiat, maka dengan rasa keimanan dan kecintaannya pada Allah SWT dan Rasul-Nya SAW sekuat tenaga ia alihkan dan hindari atau malah mencegahnya semampu yang dapat ia lakukan. Tentu, kesempurnaan imanlah yang menjadikan setiap tindakannya semata-mata karena Allah SWT dan mengharapkan keridhoan Allah SWT.

Wallahu a’lam

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
Iklan

4 thoughts on “Korelasi Iman dengan Amal

  1. Assalamu’alaikum

    ‘afwan ada yang silap. Yang dimaksud sholat subuh (nomor 3) adalah sholat subuh di awal waktu yang dilakukan secara berjemaah. Ana punya pemikiran lain (berdasar buku itu), Sekiranya jumlah jamaah sholat subuh menyamai dengan jumlah jamaah sholat Jum’at, maka inilah kebangkitan Islam. Maka pasti akan takutlah Yahudi dan walinya.

    Wassalamu’alaikum Wr Wbr

  2. Assalamu’alaikum

    Ikhwah, suatu saat saya ditegur oleh seseorang melalui bukunya; …cara yang mudah untuk mengetahui keimanan seseorang adalah apakah ia melaksanakan sholat subuh di masjid di awal waktu?….Sesederhana itu? Ana kurang paham untuk melanjutkannya. Semoga jadi pemikiran saja. Syuqron.

    Wassalamu’alaikum Wr Wbr

  3. Sungguh, keadaan iman seseorang sangat berpengaruh terhadap tindak tanduknya dalam kehidupan. Semakin baik imannya, maka akan semakin baik tindakannya

    Sungguh diperlukan Mujahadah yg benar untuk iman..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s