Nikmat Terbesar

Jika kita ditanya, apakah yang menjadi kenikmatan terbesar dalam hidup kita selama ini, mungkin kebanyakan dari kita¬†akan menjawab; “kekayaan, anak, istri yang cantik, rumah yang besar, ataupun jabatan strategis dilingkungan kerja”. Semua jawaban-jawaban itu merupakan jawaban umum sebagian dari kita.

Dikisahkan dalam sebuah perkumpulan, salah seorang dari anggota perkumpulan mengajukan ide unik untuk menjawab pertanyaan tentang nikmat terbesar yang dirasakan dalam hidup. Jawaban-jawaban dari pertanyaan ini rata-rata persis seperti apa yang dibahas di awal tulisan ini dimana sebagian menyatakan bahwa kenikmatan terbesar itu selalu saja berhubungan dengan harta benda duniawi. Namun, diantara anggota perkumpulan tersebut, ternyata ada salah seorang yang mempunyai jawaban berbeda. Sebuah jawaban yang lahir dari pekanya rasa kehambaan di dalam dirinya.

Tahukah apa yang ia jawab tentang nikmat terbesar dalam hidupnya? Ia menjawab bahwa kenikmatan terbesar dalam hidupnya adalah mendapati bahwa Allah SWT adalah Rabb yang disembahnya.
Siapakah yang tidak tersentuh dengan jawaban ini? Dikala seseorang telah menjadikan diri mereka sebagai hamba bagi diri mereka sendiri, hamba bagi syahwat-syahwat liar mereka, hamba bagi dunia, namun ada sebuah kesadaran yang mendalam dari seseorang yang telah menyadari bahwa ia merupakan hamba dari Allah SWT, Dzat yang berkuasa penuh atas dirinya, baik dalam keadaan terjaga maupun tertidur.

Seorang ‘alim pernah berkata bahwa kemanisan paling besar yang dirasakan ketika di dunia adalah mencintai Allah SWT. Siapakah yang tak rindu akan rasa khusyu’ ketika sedang sholat? Sebuah rasa yang seharusnya hadir tatkala dialog khusus dengan Allah SWT berlangsung. Sungguh, terlalu banyak cacat diri dan hati kita ini dimana untuk sekedar 5 menit dari seluruh rangkaian pelaksanaan sholat tidak semenitpun hati kita hadir untuk Allah SWT. Hal-hal yang tidak selesai diluar sholat, terkadang tanpa sadar telah kita selesaikan sewaktu kita melaksanakan sholat (Semoga Allah jauhkan kita dari hal demikian).

Mari bersama untuk bermohon agar Allah SWT mengaruniakan kepada kita kenikmatan rasa khusyu’, menjadikan sholat sebagai tempat rehat kita dari segala hiruk pikuk kesibukan dunia, dan menjadikan perasaan sebagai hamba Allah SWT dan umat Rasulullah SAW sebagai kenikmatan dan kesejukan terbesar dalam hati sanubari kita.

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.