Sabar Menikmati Proses

Pernahkah kita mengeluh ketika do’a kita serasa tidak di dengar oleh Allah SWT? Begitu banyak dari kita yang akhirnya merasa bosan dan kecewa karena hampir setiap hari memanjatkan permohonan yang sama atas banyak keinginan, namun seolah apa yang diharapkan dalam do’a tak jua kunjung nyata.

Janganlah pernah berpikiran dan berprasangka seperti itu terhadap Allah SWT. Kita memiliki kehendak, orang lain juga memiliki kehendak, namun Allah SWT lebih berkehendak terhadap diri kita, hamba-hamba-Nya. Berbaik sangkalah bahwa setiap keputusan Allah SWT terhadap hamba-Nya sesungguhnya demi kebaikan hamba itu sendiri. Jangan pernah berprasangka bahwa penangguhan atas do’a yang kita panjatkan dikarenakan Allah SWT tidak sayang kepada kita. 

Terlupakah kita bahwa hingga hari ini Allah SWT tak juga menghentikan asupan oksigen bagi kita untuk bernafas, kecuali memang sudah saatnya bagi kita untuk tidak bernafas kembali. Mata kita masih jelas digunakan untuk memandang. Kaki kita masih ringan untuk dilangkahkan. Tangan kita beserta jari-jemarinya masih saja lincah menekan tiap tombol keyboard dikomputer kita. Jika beberapa kenikmatan itu saja merupakan anugerah yang begitu besar dan bernilai, pantaskah kita berkeluh kesah untuk beberapa do’a yang pengabulannya “masih” Allah SWT tangguhkan?

Kita begitu bernafsu dan berkeinginan segala sesuatu yang menjadi harapan harus segera terwujud, namun tidak menyadari bahwa sebuah penangguhan dari Allah SWT boleh jadi terdapat hikmah yang besar didalamnya. Bersabarlah dalam menunggu setiap keputusan dari Allah SWT. Bersabar dan tersenyumlah dalam menikmati setiap proses kehidupan. Sadarilah bahwa nasi yang kita makan sehari-hari hingga akhirnya tersaji matang dihadapan kita bukanlah hadir secara cepat kilat dan tiba-tiba.

Cobalah kita runut sebentar ke belakang. Begitu banyak tangan-tangan yang berperan atas hadirnya nasi matang tersebut. Begitu banyak tahap-tahap yang harus dilalui sehingga benih padi yang ditanam dapat menjadi nasi matang yang hangat lagi gurih. Tak perlu untuk menyebutkan satu persatu setiap tahap itu. Cobalah untuk menyadari dan bersabar, bahwa banyak hal di dunia ini yang harus melalui proses dan tidak instan. Boleh jadi kita menyenangi sesuatu, namun hal itu sesungguhnya berakibat buruk bagi kita, dan boleh jadi kita membenci sesuatu, namun hal itu sesungguhnya amat baik untuk diri kita. Sesungguhnya Allah SWT lebih mengetahui dari pada diri kita.
Wallahu a’lam.

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
Iklan

16 thoughts on “Sabar Menikmati Proses

  1. Assalamu’alaikum

    Astaghfirullah…, begitu malunya hamba telah pernah berburuk sangka. Begitu mudahnya nafsu membalikkan sebuah realita. Namun hamba tahu; bahwa Engkau adalah muara dari semua-mua ini. Semoga sisa masa dari-Mu ini adalah khotimah demi khotimah-nya hari demi hari yang berujung khusnul. Khusnul khotimah dalam pandangan Engkau. Dan Sabarkan kami-kami ini ya Allah dalam menelusuri sisa lorong waktu bersama-Mu. Penuhi jiwa raga kami dari amalan yang shaleh; karena Engkau semata dan atas tuntunan Rasul-Mu.

    Allah…, sebagaimana fitrahnya awal kehidupan kami, fitrahkan jua di akhirnya ya Allah. Tuntun kami, bimbing kami dan sentiasa karuniakan kepada kami persangkaan yang baik kepada-Mu. Amin.

    Wassalamu’alaikum

  2. Artikel yg menggugah, menginggatkan kita untuk tidak menanti akan doa yang belum dikabulkan, bahwa sanya kita harus ingat telah mendapatkan anugrah yg banyak akan kesehatan dan segala sesuatu yg saat ini kita nikmati. Amin.
    Terimakasih atas artikelnya.

  3. Benar Nal,
    Bentuk apa lagi yang mesti kita wujudkan selain kesyukuran, namun kebanyakan kita terkadang salah dalam bentuk mewujudkannya dan hanya sekedar ucapan di bibir saja.
    Doakan karena saya baru sampai tahap belajar utk itu. Semoga hal ini dapat menjadi langkah awal ke arah itu

    Terima kasih atas komen juga kunjungannya 🙂

  4. Amin ..memang kita sebagai manusia harus banyak bersyukur atas
    karunia yang allah berikan dan selalu berpikir bijak dalam hidup ini
    semoga kita menjadi manusia yang bermanfaat ….

  5. Hari ini aku ingin menangis, untuk melepas sejenak kepenatan diri dalam menghadapi proses kehidupan.

    Duch Gusti Allah kawula nyuwun pangapunten. atas segala salah dan dosa dari akil baligh hingga saat ini.

    Mohon Ya Allah Putuskan Rantai kejelekan yang ada padaku tdk menurun ke anak anaku. amien amien.

    Terima kasih.

    @ Fakhrurrozy ;

    Amin Allahumma Amin…Insya Allah

  6. Marilah kita sedikit merenungkan berapa banyak nikmat yang Allah bagi kepada kita tanpa kita memintanya.

    1. Hidup. Tanpa kita pernah meminta dan berdoa, Allah bagi kita kehidupan.
    2. Nafas. Allah terus bagi oksigen tanpa kita minta.
    3. Jantung yang terus memompa darah. 70 kali/menit, 4200 kali/jam, 100800 kali/hari, jantung kita terus memompa suplai oksigen dan makanan ke setiap sel tubuh kita tanpa kita minta. Baiknya Tuhan yang menjaga hidup kita tanpa kita minta.
    4. dan seterusnya

    Kalau kita sadar hal ini, tentu kita tidak akan buruk sangka apabila Allah tidak mengabulkan 1 permintaan kita. Sadarilah Allah sudah bagi jutaan nikmat tanpa kita minta. Kita akan malu dengan kebaikan Allah.

    Teruskan-lah berdoa, karena doa itu tanda kita lemah. KIta ini kan hamba. Dan Tuhan suka hambaNya yang merendah diri.

  7. Saya sedang menikmati proses itu…
    Walau terkadang, limit kesabaran manusia itu ada batasnya.

    Afwan, kalo saya jarang mampir kesini…
    Yaaa karena itu, sedang menunggu hasil dengan menikmati kesabaran…..

    Apa kabarnya di sana???

    @ zidaburika ;

    Alhamdulillah saya sekeluarga sehat, moga mbak Iko pun demikian 🙂
    Iya, manusia cenderung berkeluh kesah. Kesabaran adalah sesuatu yang mesti selalu diusahakan. Jangan pernah berhenti, demi kebaikan diri kita juga.
    Iya, nggak apa2 mbak Iko, mari sama2 kita nikmati tiap proses kehidupan dengan kesabaran. Insya Allah.

  8. Luar biasa……………
    Sabar memang sebuah alat untuk menolong dari berbagai hal dalam kehidupan ini. Tanpa sabar diri menjadi pesimis, putus asa, menyalahkan hal yang tidak perlu disalahkan dan berbagai penyimpangan fitrah yang terjadi.
    Untuk itu perlulah diri kita mendidik nilai sabar yang telah diberikanNya, agar kesabaran berwujud menjadi ketangguhan seorang hamba Allah dalam mengarungi hidupnya. Pribadi yang sabar merupakan pribadi-pribadi yang akan dapat membentuk keluarga yang kuat, Keluarga Sakinah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s