Interaksi Sosial

Di dalam Al Qur’an disebutkan bahwa Allah SWT menciptakan manusia dengan keragaman bangsa serta suku adalah dalam rangka saling kenal mengenal satu sama lain. Seorang alim pernah berkata dalam salah satu tausiyahnya bahwa kesempurnaan fitrah seseorang bisa dilihat dari mampunya ia berinteraksi dengan sesama manusia. Manusia merupakan makhluk sosial yang tak akan lepas dari sebuah keadaan yang bernama interaksi.

Begitu luasnya daratan serta lautan yang membentang dari timur hingga barat yang sebagiannya dihuni oleh manusia dengan ragam peradaban serta adat istiadat. Bermulanya peradaban suatu masyarakat tentu tidak terlepas dari adanya interaksi sosial yang terjadi diantara manusia, baik diantara anggota masyarakat dalam satu komunitas maupun interaksi yang terjadi dengan anggota masyarakat lain diluar komunitasnya.

Keunikan suatu peradaban masyarakat yang satu dengan yang lainnya telah menghasilkan begitu banyaknya ragam kekayaan dalam budaya, seperti banyaknya jenis bahasa yang digunakan sebagai salah satu syarat interaksi. Interaksi yang terjadi antar sesama manusia dengan latar belakang yang berbeda, baik budaya maupun karakter pribadi yang melekat pada diri masing-masing sudah pasti suatu ketika akan menimbulkan gesekan-gesekan, bisa berupa kesalah pahaman dalam memandang suatu keadaan ataupun perbedaan sudut pandang. Namun dalam islam, kenyataan seperti ini tidaklah menjadikan seorang surut dan urung niat serta lebih memilih menyendiri daripada berinteraksi dengan sesama.

Jika manusia bisa melihat bahwa gesekan-gesekan yang terjadi dalam berinteraksi sosial merupakan sebagai bahan pelajaran dan ujian kesabaran serta memandangnya sebagai sebuah tantangan dalam kehidupan yang majemuk, maka hal ini merupakan sebuah keutamaan sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya bahwa seorang mukmin yang bergaul dan bersabar terhadap gangguan manusia, lebih besar pahalanya daripada yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak bersabar dalam menghadapi gangguan mereka (HR. Ahmad dan At tirmidzi).

Siapapun yang mengerti makna kemanfaatan tentu tidak akan menjadikan segala sesuatunya menjadi sia-sia. Mereka selalu berharap bahwa dalam setiap interaksi sosial yang terjadi terdapat nilai ibadah serta berharap akan menyebarnya nilai-nilai positif dalam tiap diri yang terlibat didalamnya. Dan Pada akhirnya, apa yang dihasilkan dari sebuah interaksi dapat membangun semangat keimanan dalam mengajak manusia menuju ke jalan yang diridhoi Allah SWT serta munculnya rasa kasih sayang, tolong menolong dalam hal kebaikan dan perbaikan serta persaudaraan sehingga semakin meningkatkan kualitas penghambaan kepada Allah SWT dari waktu ke waktu.

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
Iklan

9 thoughts on “Interaksi Sosial

  1. Saudaraku Giriharja,

    Perihal apa yang menjadi keprihatinan akhi Giriharja itu sudah pernah ditanggapi oleh Pimpinan Majelis Rasulullah SAW, yakni Habib Munzir Al Musawa. Beliau juga sudah beberapa kali menyampaikan kepada jemaah di majelisnya agar bisa tertib saat berlalu lintas. Akhi Giriharja mungkin juga harus melihat bahwa tidak secara keseluruhan jemaah dari Majelis Rasulullah ini seperti yang akhi sebutkan tadi, namun jika pun mendapati hal yang demikian, maka itu adalah oknum saja. Karena bagaimanapun di Majelis Rasulullah tidaklah diajarkan hal-hal seperti itu.

    Harapan siapapun pasti ingin agar kesan yang ditampilkan setiap muslim, terlebih yang membawa atribut sebuah majelis bisa terlihat simpatik dan mencitrakan kedamaian. Untuk itu, mari kita sama-sama berdo’a semoga ke depannya bisa lebih baik, karena bagaimanapun hal ini butuh proses belajar yang tidak mengenal henti 🙂

    Demikian tanggapan yang bisa saya berikan sepanjang perihal di atas yang pernah saya ketahui. Silakan akhi Giriharja berkunjung dan bersilaturrahim ke website Majelis rasulullah di: http://www.majelisrasulullah.org . Akhi Giriharja juga bisa menyampaikan beberapa hal yang mengganjal tadi di forum website Majelis Rasulullah SAW tersebut (dengan syarat, jika ada quota pertanyaan dan akhi Giriharja sudah mendaftar sebagai member 🙂 ). semoga akhi Giriharja bisa lebih jauh mengenal tentang bagaimana Majelis Rasulullah ini..insya Allah 🙂

    Mohon maaf sebelumnya dari saya.

    Astaghfirullahal ‘adhim,

    Wallahu a’lam

  2. Saya seorang muslim, Mas saya kadang malu, kalau liat yang pake motor beratribut “Majelis Rasulullah SAW” jalannya ugal-ugalan, terus gak pake “Helm” cuman pake Peci doang..!! sambil bawa Bendera..!! Malah seperti ‘Gank Motor’..! Apa memang harus seperti itu..?

  3. asss….
    semoga ada lagi kesempatan saya untuk berkunjung ke Blog anda, syukron jazilan amein..
    wassslam

    Wa’alaikumussalam Mas yal,
    Alhamdulillah..insya Allah. Sama-sama Mas Yal. Terima kasih juga atas kesediaannya untuk singgah kemari 🙂

  4. ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLOHI WABARAKATUH^_^

    >>Bagaimana kabar hari ini, kabar iman, islam???. Subhanalloh, bagus juga blog baru antum???. Ngomong – ngomong hampir mirip yah judulnya ama blog saya, Sebuah Pe……………

    Tetep smangat!!! Pada dasarnya kita semua adalah sama, tiada beda di hadapan Alloh. Pangkat, Jabatan, harta, cantik, jelek,tampan, dll….semua hanyalah titipan. Jangan sampai hal itu membuat kita minder, takabur, dan sifat2 jelek lainnya. Jadilah insan yang qona’ah,zuhud seperti yang dicontohkan Rasululloh yah….:)

    Adanya pluralitas / kemajemukan masyarakat kita sebaiknya bisa memperkokoh persatuan dan kesatuan, serta mempererat jalinan ukhuwah. Memang bukanlah hal yang mudah u/ mewujudkannya. Tapi sebuah keniscayaan hal itu akan terwujud .

    Alloh menjadikan segala sesuatu bukanlah untuk main – main, sengguh ada tujuan yang sangat besar. Dengan diciptakanNya alam semesta beserta isinya, yang termasuk di dalamnya aneka suku2 bangsa, maka bagaimana kita mampu berinteraksi dgn baik, dan mampu belajar dari nya, dr makhluk serta alamsemesta, serta mengambil manfaat,ibrah, dan beri’tibar.

    Hari – hari adalah pembelajaran 🙂
    afwan yah panjng lebar, kalau ada yg kurang berkenan mohon dimaafkan yah…
    syukron

    WASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLOHI WABARAKATUH^_^

    @ Fakhrurrozy ;

    ‘Alaikumussalam warohmatullah wabarokatuh,

    Alhamdulillah & terima kasih. Iya, sepintas selalu judulnya mirip 🙂
    Benar. Hari2 adalah waktu untuk terus belajar. Jangan pernah mengenal kata henti. Hari2 adalah waktu untuk bermuhasabah, merenung, sudah sejauh mana hal2 yg telah dan yg akan kita lakukan sudah berada pada koridor yg benar dan bernilai ibadah & amal soleh. Insya Allah kita sama-sama usahakan. Tentu saja semua atas izin dan pertolongan Allah SWT.

  5. Mbak Shirei,
    “lupakanlah kebaikan yang dah kita buat karena itu belum tentu Allah terima, dan ingatlah selalu dosa dan kesalahan kita karena taubat kita belum tentu diterima”

    Well,
    banyak-banyak minta ampun kepada Allah, mungkin mbak Shirei pernah memfitnah atau mendzalimi orang. JAdi itu ingatan dari Allah (mungkin belum ditaubatkan).

    Mungkin juga Allah hendak menguji keikhlasn mbak Shirei. Benarkah kebaikan itu dibuat karena Allah ataukah hendak mendapat pujian?

    MArilah kita teladani Nabi kita ( http://whasid.wordpress.com/tag/rasulullah-saw/ ) yang selalu membalas kejahatan dengan kebaikan.

    OK mbak Shirei,
    jangan gusar dan tambahkan lagi kebaikan untuk yang menyebar fitnah 🙂

    @ zidaburika ;

    (Maaf saya edit sedikit ya mas, bukan om tapi mbak 🙂 )
    Iya shirei,
    Apa yg dikatakan mas Makhfud semata-mata dalam rangka saling mengingatkan. Smoga shirei nggak merasa digurui ya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s