Beretikanya Rasulullah SAW Saat Berdialog

Dalam sebuah diskusi, ketika membahas sebuah tema yang diangkat menjadi bahasan, pasti kita akan menjumpai banyak pendapat diantara anggota diskusi. Dan tidak bisa dinafikan akan terjadi adu argumen diantara anggota diskusi yang akhirnya terkadang memicu perdebatan. Tidak jarang pula, sebuah diskusi yang sejatinya diharapkan mampu menghasilkan titik temu dari banyak pendapat yang muncul malah berbuah menjadi tempat saling menunjukkan egoisme diri dalam berpendapat, menganggap pendapatnya paling benar, berusaha saling menjatuhkan, yang akhirnya malah memupuk benih kebencian satu sama lain.

Jika sekiranya dalam suatu diskusi terjadi perselisihan serta silang pendapat yang sengit, bukan berarti kita keluar dari etika yang baik dan memilih untuk saling caci satu sama lain. Jika terdapat perbedaan pendapat, akankah kita memberi peluang bagi seseorang yang berbeda pendapat dengan kita untuk menyelesaikan apa yang ia sampaikan tanpa langsung menyangkalnya ditengah pembicaraan dan memaki habis dirinya? Tidakkah kita berkeinginan membantahnya dengan cara yang baik, sebagaimana yang telah dianjurkan dan malah telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW?

Dalam sebuah riwayat diceritakan bagaimana sabar dan berakhlaknya Rasulullah SAW terhadap lawan bicaranya, Utbah bin Rabi’ah, yang sudah terang-terangan mencerca dan menghina beliau SAW. Dikisahkan, Utbah bin Rabi’ah mendatangi Rasulullah SAW yang ketika itu masih tinggal di Mekkah saat kaum muslimin menerima berbagai siksaan yang berat.

Utbah bin Rabi’ah berusaha untuk membujuk Rasulullah SAW dengan tawaran harta, kedudukan, istri serta tabib pribadi jika sekiranya beliau SAW mengidap penyakit jiwa. Tidak lain apa yang telah ditawarkan seorang Utbah adalah agar Rasulullah SAW meninggalkan dakwahnya.

Seperti apakah akhlak Rasulullah SAW ketika menghadapi Utbah bin Rabi’ah ini? Ternyata, dengan tenang dan sabarnya, Rasulullah SAW pun berkata, “Aku akan mendengar apa yang kau katakan wahai Abu Al-Walid (sebutan lain Utbah bin Rabi’ah). Ketika Utbah bin Rabi’ah telah selesai bicara, Rasulullah SAW pun angkat bicara, “Apakah engkau telah selesai berbicara, wahai Abu Al-Walid?”

Tidak ditemukan ada emosi yang meluap-luap dan kehilangan kendali pada diri Rasulullah SAW terhadap Utbah bin Rabi’ah, padahal sesungguhnya, hal-hal yang telah dikatakan seorang Utbah bin Rabi’ah pada Rasulullah SAW adalah bentuk cercaan dan hinaan. Sungguh agung pribadi Rasulullah SAW. Dari siapa lagi kaum muslimin belajar berakhlak ketika berdialog selain dari beliau SAW?

Sebuah pepatah mengatakan, bahwa “Mampu memahami orang lain adalah bijaksana, namun mampu memahami diri sendiri adalah bijaksana sesungguhnya. Menguasai orang lain adalah kekuatan, namun menguasai diri sendiri adalah kekuatan yang sesungguhnya”.

Ya Allah, kurniakanlah kami akhlak sebagaimana akhlak Rasul-Mu dalam berbicara dan bersikap.

Ya Allah, jadikan dan tumbuhkanlah kesadaran pada diri kami akan rasa senantiasa ditatap olehMu kapanpun dan dimanapun.

Ya Allah, Tiada daya upaya kecuali atas izin-Mu…

Wallahu a’lam

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
Iklan

4 thoughts on “Beretikanya Rasulullah SAW Saat Berdialog

  1. Assalaamu ‘alaikum,
    Itulah Rosul, jago komunikasi. Zaman sekarang para trainer yang mengajarkan bahwa kita harus listening bukan hearing sebenarnya sudah kalah melangkah beratus tahun dibandingkan dengan Rosul.
    Semoga, dengan banyaknya blog atau situs pribadi yang mendengungkan kembali watak Rosul yang sesungguhnya, ummat Islam akan kembali ke jalan yang lurus. aamiin.

    Wassalaamu ‘alaikum,
    Aries Purwantoro

    ‘Alaikumussalam mas Aries,
    Terima kasih atas kunjungannya. Alhamdulillah, Insya Allah..amiin

  2. assalamualaikum,

    baru aku mau nulis tentang ini eh dah keduluan 🙂

    ‘Alaikumussalam,
    Keduluan ya? Tapi kita nggak janji kan? 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s