Menjadi Yang Pertama

Saudaraku,

Kita akan senantiasa terluka jika selalu saja berharap mendapatkan sesuatu dari apa yang telah kita berikan. Karena terkadang apa yang menjadi harapan, banyak tidak berkesesuaian dengan kenyataan. Jika dalam hidup semata-mata berusaha memberikan yang terbaik bagi siapapun, maka yang ada hanya sebuah kesungguhan diri dan keseriusan dalam bertindak, yang hasilnya akan berakibat baik bagi diri maupun orang lain.

Saat ini, kita masih terpaku pada “pola baku”, yakni membalas setelah diberi dan datang setelah lebih dahulu dikunjungi. Sedikit dari kita yang mau berusaha untuk memulai lebih dahulu, apakah sekedar memulai ucapan salam, berwajah ceria, ataupun memulai tawaran kebaikan apapun yang mampu kita lakukan.

Saudaraku,

Tabungan kita yang sesungguhnya adalah di akhirat nanti. Tabungan kita di dunia ini dapat dipastikan tidak akan kita bawa nantinya. Apa yang sudah kita keluarkan dijalan kebaikan itulah yang sesungguhnya merupakan tabungan kita.

Saudaraku,

Sudah saatnya kita beranjak dari “pola baku” yang ada, dan melangkah dengan pola-pola terbaik yang akan menumbuhkan sifat-sifat terpuji. Bukan lagi menjadi orang yang menunggu orang lain untuk berbuat kebaikan dan perbaikan, namun menjadi orang pertama yang bersemangat memulainya. Apa yang dilakukan bukan lagi dalam rangka untuk mencari pujian makhluk, namun berharap keridhoan dan rahmat dari Allah SWT.

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
Iklan

10 thoughts on “Menjadi Yang Pertama

  1. Kadang ketika kita menjadi yang pertama, orang ada yang curiga terlebih dahulu. Juga sering melihat apakah ini ini jalur yang kusuka atau tidak, jika iya bisa balas sapa namun jika tidak sering tak ada sepatah katapun.

    salam,
    Aries Purwantoro

  2. Assalamu’alaikum warahmatullohi wabarakatuh

    sepakat!!!!!!!!!!!!
    harapan kadang memang tak sesuai dengan kenyataan.
    janganlah berharap yang berlebih apalagi pada makhluk, karenanya kalau harapan itu tidak terealisasikan maka akan membuat kita sedih dan kecewa.
    ya….begitulah kita…bergerak setelah diperintah atau memberi pabila sudah menerima. Yang seakan – akan balas budi itu secara langsung. Padahal kalau kita pahami lebih jauh balasan akan kebaikan itu akan kita dapatkan lebih dari itu,,,balasan di dunia dan juga balasan di akhirat.
    Yah,,,,terkadang kita termakan oleh gengsi. Gengsi, malu, dan mungkin karena diri merasa lebih baik dr yang lain.

    Ya Alloh, penghambaanku yang belum sempurna
    segala nilai ibadah yang masih terpatri duniawi
    Segala Amalan yang masih terbetik pujian
    Ampunilah hamba,,,,,,
    Tiada daya diri tuk melangkah,
    bertemu denganMu pun aku tak kuasa,
    tapi kepada siapa lagi ku memohon….
    Selain kepada MU….

    Wassalamu’alaikum warahmatullohi wabarakatuh
    :p

    ‘Alaikumussalam warahmatullah wabarokatuh,
    Benar. Tidak gampang utk menjadi yg pertama memulai.
    Semoga kita dikaruniakan kelapangan hati dan kekuatan untuk senantiasa berbuat & berharap hanya pada Allah SWT.

  3. Assalamualaikum, ana setuju sekali dengan Tulisan anatum saudaraku, Fastabiqul khoirot, barokallohufiikum Alfakir Abu Amin

    ‘Alaikumussalam saudaraku,
    Alhamdulillah… 🙂

  4. Yup,
    memberi tanpa mengharapkan pamrih sungguh terasa nikmatnya karena tiada beban untuk mengharapkan balasan karena kita tahu hanya Alloh yang akan memberikan balasan tersebut

    salam, 🙂

  5. Assalamu’alaikum, mas fakhrurrozy(manggilnya mas rozy aja ya)…
    setuju dengan tulisannya, memberi tanpa harap pamrih. dan tidak mengungkit-ngungkitnya di masa datang. semoga diri bisa istiqomah. amin.

    ‘Alaikumussalam mas Nico,
    Silakan mau manggil pake mas atau bang atau apa saja 🙂
    Insya Allah…amiin

  6. assalamualaikum abang .

    🙂 nulis lagi neh !

    “Sudah saatnya kita beranjak dari “pola baku” yang ada, dan melangkah dengan pola-pola terbaik yang akan menumbuhkan sifat-sifat terpuji”

    doakan saya abang supaya bisa

    ‘Alaikumussalam,
    Amiin…saling mendo’akan 😀

    Itulah sahabat, Jika sempat terkatakan “Berhenti”, pasti malah keluar ide-ide 😉

  7. Hal ini sedang saya alami sekarang.

    Bahwa rencana yang saya buat tidak sesuai dengan kenyataan… Biar bagaimanapun, ada hikmah dibalik itu semua…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s