Tiada Kebebasan Tanpa Aturan

 lampu-lalu-lintas.gif

Di dunia ini sudah terbentang dua pilihan jalan untuk ditempuh. Jalan kebenaran yang menuju pada keridhoan Allah SWT dan Jalan keburukan yang menuju pada jurang kehancuran dan kebinasaan. Semua terpulang kepada manusia untuk memilih diantara keduanya. Dan dua jalan itu masing-masing mempunyai konsekuensi bagi penempuhnya.

Tidak sedikit manusia yang lebih senang menempuh jalan keburukan, sebuah jalan yang digunakan untuk dapat berbuat sesuai keinginan nafsunya, bukan keinginan Tuhannya. Sebuah jalan tanpa rambu-rambu, yang mengharuskan seseorang untuk berhenti, bertimbang dan berhati-hati atau tidak kembali meneruskan segala hal yang jadi keinginan syahwat. Jalan tanpa aturan, yang tidak pernah mengindahkan norma susila dan kesopanan, melanggar privasi orang lain, menjerumuskan satu atau lebih banyak fitrah ke jurang kenistaan.

Jika manusia sudah tidak mempunyai rasa malu, maka apapun akan diperbuat. Tiada lagi akan melihat norma dan timbangan baik dan buruknya. Terkadang, peluang terciptanya sebuah keburukan yang dilakukan oleh orang lain bisa saja bermula dari diri kita. Mungkin tanpa sengaja bermula dari obrolan yang kita buka dalam suatu perkumpulan ataupun dari hal-hal lain. Jika sekiranya sebuah keburukan itu bermula dari diri kita, sanggupkah kita membayangkan?

Sebagai contoh, kita menulis sebuah artikel di blog dengan tema tak senonoh. lalu kita menempatkan sebuah gambar yang sesuai dengan tema tulisan yang kita angkat. Banyak orang yang berkunjung ke blog kita, tidak lain hanya untuk menyaksikan “gambar” yang tidak sesuai dengan nilai-nilai moral tersebut. Itu baru sebuah contoh, bayangkan jika lebih banyak peluang-peluang negatif yang bermula dari tindakan kita. Silakan Tanyakan pada hati kecil kita yang jujur, relakah ia? ketika akhirnya melalui tangan kita, “hasil karya” kita, beberapa gelintir orang terjatuh dalam keburukan? yang dengannya bahkan terbuka peluang sebuah atau mungkin banyak keburukan?

Jika kita masih memiliki nilai-nilai moral yang di anut, pikiran yang jernih, hati yang bersih, terlebih bagi seorang muslim, yang sudah seharusnya merelakan diri dalam aturan syariat, tentu akan berupaya sekuat tenaga menghindari serta meminimalisir terjadinya hal-hal yang demikian.
Sesungguhnya, iman dan rasa malu tidak akan pernah bercerai dalam hati seorang mukmin. jika salah satunya hilang, maka hilanglah kedua-duanya dari hati.

Apapun hal yang telah diperintahkan Allah SWT untuk dikerjakan, pasti terdapat kebaikan di dalamnya. Dan apapun larangan dari Allah SWT yang harus dijauhi, pasti terdapat mudharat (keburukan) di dalamnya. Bagaimanapun, tiada kebebasan yang tanpa batas dan aturan jika menginginkan kemaslahatan dan kebaikan dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat dan bernegara.

Wallahu a’ lam

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
Iklan

One thought on “Tiada Kebebasan Tanpa Aturan

  1. bismillah……
    kehidupan di dunia ini semuanya pastilah ada sistem
    yang dinamakannya aturan {isyarat}……..
    maupun itu dalam individu…serta secara berkelompok
    begitu pula dalam hal agama,yang paling harus kita ketahui
    adalah syari’at dalam melaksanakan beribadah kepada sang pencipta,
    terutama akhlak dan aqidah yang paling diperlukan dalam syariat beragama islam aljama’ah…
    yang harus ditegakan isyarat,agar tidak terjadi kericuhan dalam melaksanakan
    beribah kepada sang khaliq……ALLAH subhanahuwata’ala

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s