Kembalilah, Duhai Jiwa Yang Fitrah

Tiada untungnya jika engkau terus bersembunyi dibalik kata-kata manis yang terlontar dari bibir guna menutupi setiap kebobrokan diri. Berlindung dari cela ketika keburukan begitu banyak berkarat menyelimuti hati. Dengan rajutan kata-kata manis, seolah telah engkau cipta usaha untuk memalingkan perhatian setiap orang yang engkau ketuk dan lari mencari pembenaran atas setiap kebodohan yang engkau rajut.

Engkau senantiasa membungkus setiap langkah dengan banyak topeng kepalsuan. Sikap yang seolah teladan engkau tunjukkan ke permukaan. Segudang nasehat engkau tebarkan, namun engkau lupakan diri sendiri. Masihkah tak engkau sadari, sudah sebanyak apa benih-benih kotoran hati, nyata engkau semai hari demi hari? Sudah sebanyak apakah kata yang engkau rajut hanya untuk menumbuhkan citra diri dan bukan keridhoan ilahi? Lanjutkan membaca “Kembalilah, Duhai Jiwa Yang Fitrah”