Dunia dan Sajian Menunya

bumi-mu.jpg

Bayangkanlah barang sejenak sekiranya sudah tidak ada lagi orang-orang yang peduli dengan nasib lingkungannya. Sudah tidak mau ambil pusing untuk saling bernasihat dalam menetapi perbuatan baik. Setiap nasihat yang datang hanya dianggap angin lalu. Yang ada hanya saling sikut, foya-foya dan pesta pora tiada henti untuk memuaskan nafsu birahi. Betulkah bentuk dunia seperti ini yang kita dambakan? Akankah tercipta keharmonisan dan keselarasan dengannya?Tidakkah ada rasa prihatin dalam diri kita ketika melihat kondisi lingkungan sekitar kehidupan saat ini, baik di dunia nyata ataupun di dunia maya?

Entah kalimat seperti apa yang harus ditulis untuk mengungkapkan segala keprihatinan ini. Disana sini tidak sedikit terlihat wanita-wanita yang tengah kehilangan rasa malu sebagai perhiasan yang semestinya dikenakan. Dan pemandangan mata tidak lagi selamat ketika berada diluar rumah dari pajangan papan iklan yang berjejer di trotoar jalan-jalan di perkotaan yang kebanyakan berisi gambar kaum hawa tanpa busana yang baik dan benar. Belum lagi tidak sedikit suguhan materi tontonan yang ada di televisi yang jauh dari etika moral yang baik, namun selalu saja ditayangkan karena seolah terdukung ratingnya karena tak terdengar banyak pemirsa yang mengeluh dan sunguh-sungguh menganggap bahwa ini merupakan suatu bentuk pendangkalan nilai-nilai moral dan tidak mendidik.

Dan ini sudah dianggap hal yang biasa, tidak aneh dan seolah sebuah pembenaran. Terkadang timbul beribu rasa bercampur dalam hati dan terlintas pertanyaan, “Sudah tidak adakah orang yang peduli dengan moral diri, keluarga, tetangga juga bangsa ini? Ataukah enggan bersuara untuk saling mengajak dan bernasehat serta berwasiat akan hal-hal baik dan berguna? Saling tidak membiarkan teman yang satu jatuh dalam keburukan, dan si temanpun menyadari kekeliruan saat ditegur lalu bergegas untuk kembali ke jalur yang benar.

Memang harus disadari, bahwa isi dunia begitu beragam. Tidak ada yang persis sama. Dan pasti, tak ada yang tak mungkin bagi Allah SWT jika sekiranya Dia ingin menciptakan manusia dalam satu bentuk yang seragam, jauh dari perbedaan dan hanya satu tujuan. Sosok manusia ciptaan-Nya, dengan potensi akal juga nafsu. Berbahagilah sosok yang akal dan nafsunya sewaktu di dunia telah terbimbing oleh keimanan kepada Allah SWT dan marilah berlindung dari ketergelinciran keduanya karena tidak mau mengikut sertakan iman di dalamnya.

Mari bersama melihat dunia yang telah menampilkan bentuk kekayaan, kemiskinan, senang, susah, berpangkat dan hina dalam pandangan manusia sebagai sebuah ujian keimanan. Tempat manusia beramal namun hisab (perhitungan)nya diakhirat. Dunia, sebuah ladang amal bagi orang-orang yang mengharap kehidupan sebenarnya setelah kematian menjemput. Tempat saling bernasihat perihal kebaikan dan kebenaran dengan kesabaran. Tempat dimana orang beriman hanya mengambil bagian sekedar yang diperlukan dan bukan menjadikannya sebagai sebuah ambisi.

Dunia, tempat dimana tidak sedikit manusia yang memperturutkan hawa nafsunya ketimbang mencari keridhoan dan rahmat-Nya. Ladang amal bagi orang-orang yang yakin dengan Allah SWT dan berusaha untuk tidak terkecoh dan terseret arusnya walau selangkah. Tempat ujian keimanan bagi orang-orang yang mengakui dan meyakini keberadaan Allah SWT dan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan abadi.

Sungguh, tiada daya upaya selain atas izin Allah SWT dan semoga sholawat beserta salam senantiasa tercurah pada Baginda Nabi Muhammad SAW, pada ahli keluarganya, sahabat-sahabatnya, serta pengikut-pengikutnya hingga hari kiamat kelak.

Wallahu a’lam Bishshowab

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
Iklan

2 thoughts on “Dunia dan Sajian Menunya

  1. Iya, sudah seharusnya. insya Allah kita bisa jadikan bulan ini sebagai momentum yg tepat. Bukankah saling berpesan ttg kebaikan & berusaha mencegah kemungkaran sebuah keharusan? Karena jika tak ada, pasti semua hal-hal yg dilarang Allah SWT yg dilakukan akan dianggap sebagai hal yg biasa. Bukankah begitu?
    Semoga Allah SWT beri kita kekuatan utk memulainya dari diri sendiri…insya Allah..amiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s