Bimbinglah Hamba…

Ampuni Hamba 

Dimanakah cahaya itu
Yang dahulu selalu menerangi
Disaat gelap ku dapat panduan
Ringan langkah ku ayunkan

Saat tak sadar kuturutkan
Membabi buta tak tentu kira
lenyap logika
semua ku paksa
Tak tahu untung
Tak tahu arah

Benarkah ini maksud hidup?
Mencari dunia
Akhirat ternoda
Walau dunia berwajah ceria
Namun tak bisa menutup luka jiwa
Continue reading “Bimbinglah Hamba…”

Berhenti Sejenak

Berhenti Sejenak 

Tidak semua hal yang kita dengar mesti kita ceritakan kembali. Dan tidak semua hal yang menjadi kesenangan kita mesti selalu kita penuhi. Alangkah baiknya jika semua hal yang ingin kita perbuat senantiasa ditimbang dalam ukuran baik dan buruk, maslahat dan mudharat, menguntungkan dan merugikan, menghibur orang kah atau malah menyakiti hati yang akhirnya melahirkan rasa benci.

Bagi seorang muslim khususnya, didalam setiap tindakan, bukan sikap nekat yang menjadi pijakan, sehingga tertuang segala hal yang terpendam, namun semata-mata setiap perbuatan terwujud dalam niat mencapai keridhoaan Allah SWT serta niat ingin meneladani dan membahagiakan Rasulullah SAW. Dalam setiap kesempatan, tindakan dan juga perkataan, manusia, hewan atau siapapun semestinya merasa aman dari lidah maupun tangan kita.
Continue reading “Berhenti Sejenak”

Kerelaan Diri dan Merasa Cukup

Wajah-Wajah Kepolosan 

Rasa tidak puas atas apa yang diterima dalam kehidupan seringkali menjadikan manusia melakukan hal-hal yang bertentangan dengan nilai dan norma yang di anut. Terkadang, ukuran kecukupan dalam perolehan apapun di dunia ini dipandang begitu relatif, kecuali bagi orang-orang yang sadar dan mencukupkan dirinya dengan segala hal yang telah ia terima.

Kita bisa menyaksikan, bagaimana kesudahan orang-orang terkenal dalam beberapa bidang kehidupan, yang jelas-jelas terpenuhi secara materi, dimana hartanya berlimpah, memiliki anak-anak yang sehat dan lucu, keluarga yang sejahtera serta hampir tak pernah susah untuk mendapatkan apa yang menjadi keinginan dalam hidup, namun masih saja terlibat banyak kasus-kasus kejahatan yang akhirnya menghantarkan diri mereka masuk ke dalam penjara sebagai akibat pelanggaran hukum.
Continue reading “Kerelaan Diri dan Merasa Cukup”

Memaknai Persahabatan

genset.jpg 

Sejauh mana diri kita memaknai sebuah hubungan persahabatan? Dalam setiap perkenalan yang kita rajut menjadi sebuah pertemanan atau bahkan menjadi lebih dari sekedar sebuah hubungan persahabatan? Apakah diri kita masih menjadi bagian orang-orang yang hanya terpanggil untuk bertemu, menyapa, hanya jika ada keperluan duniawi semata?

Sadarilah, bahwa setiap hubungan yang kita rajut seyogyanya diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi setiap pelakunya. Dampak yang dirasakan akan semakin menumbuhkan rasa kasih sayang dan perhatian diantara pelakunya, saling memberikan pencerahan dalam upaya perbaikan diri dan lingkungan, terpanggil untuk saling menularkan semangat keimanan serta senantiasa bersama-sama merasa di awasi oleh Allah SWT dalam setiap gerak kehidupan.
Continue reading “Memaknai Persahabatan”

Rangkullah Mereka..

Kasih IbuSaudaraku,

Tak seorangpun yang akan mengingkari, betapa besar jasa seorang ibu dalam kehidupan seseorang. Tak seorangpun yang akan menutup mata, bahwa para alim ulama, tokoh-tokoh perjuangan, serta para ilmuwan dan penemu ternama terlahir dari rahim seorang wanita yang bernama ibu. Bisa anda bayangkan, bagaimana sabar dan tegarnya seorang ibu dalam membesarkan anak-anaknya, sejak dari dalam kandungan hingga kemudian terlahir ke dunia.

Bayangkan, bagaimana tidak pedulinya mereka terhadap rasa kantuk yang sangat, lelah dan kondisi kesehatan diri mereka sendiri, hanya untuk membuat si buah hati yang mungil tidur dengan nyenyak dan tidak menangis serta hilang lapar dan dahaganya di tengah malam. Sungguh, bukan untuk waktu yang singkat hal seperti ini mereka jalani. Tak lupa pula, segudang harapan dan cita-cita mulia mereka susun demi sang buah hati, agar kelak dapat menjadi seorang manusia yang berguna bagi agama dan bangsanya.
Continue reading “Rangkullah Mereka..”

Rumahku, Surgaku

Biru-NyaBagi yang sudah berkeluarga, kembali berkumpul bersama anak-anak dan istri, setelah seharian bekerja dan beraktifitas di luar rumah merupakan sebuah hal yang paling membahagiakan. Disambut oleh istri tercinta, terlebih oleh senyum sang buah hati, cahaya mata terkasih, sungguh menjadikan rasa lelah seolah-olah tak pernah menghinggapi. Memang, begitulah hal yang semestinya berlaku saat seseorang berada bersama keluarga. Saat berada bersama anggota keluarga di rumah menjadikan energi dan semangatnya berbuat dan beribadah kembali terisi.

Tidak ada cita-cita yang terlintas dibenak sang kepala keluarga selain dapat menjadikan anggota keluarganya semakin ingat kepada Allah SWT, menghiasi setiap waktunya dengan tambahan ilmu agama dan umum, serta menumbuhkan kedewasaan dan rasa kasih sayang diantara anggotanya. Namun tahukah, bahwa tidak sedikit dari orang-orang yang telah menikah dan berkeluarga yang merasa tidak betah ketika berkumpul bersama, namun lebih merasa bahagia dan nyaman ketika bersama teman-teman yang se-hobi dengannya.
Continue reading “Rumahku, Surgaku”

Alam-Mu Hiburanku…

SenjaRasa lelah duduk sepanjang hari ini membuatku beranjak dan melangkah sejenak keluar ruang kerjaku. Ku buka pintu, lalu sejenak ku pandangi langit senja yang memberi tanda masuknya kegelapan malam. Cuaca memang tengah mendung saat itu. Gumpalan awan hitam berjalan berputar dalam hembusan tiupan angin semilir yang sejuk membelai kulitku.

Lalu, ku alihkan pandanganku. Ku lihat diantara dahan-dahan pepohonan yang lebat daunnya. Ternyata, Daun-daun menari dihadapanku sambil tersenyum dengan manjanya. Ceria, meski mereka tak mampu beranjak dari tempatnya. Luapan kegembiraan mereka seolah tertular padaku, bukan hanya membuatku tersenyum, ternyata lebih dari itu.
Continue reading “Alam-Mu Hiburanku…”