Sebuah Kesadaran

 daun-nya.jpg

Begitu banyak pelajaran berharga yang akan kita petik jika mau membuka hati, bersedia menjadi pendengar yang baik, serta tidak buru-buru tersinggung atas nasihat orang lain. Sesungguhnya kita ini bukanlah siapa-siapa, selain seorang manusia yang cenderung terjatuh dalam kelalaian serta senantiasa butuh petunjuk dan bimbingan dari-Nya. Kesempitan hidup selalu menghadirkan rintihan di hati. Tiada tempat bergantung serta berharap selain kepada Allah SWT.


Dalam hal usaha untuk taat pun, seorang mukmin tidaklah mengandalkan kemampuan dirinya, malahan rasa keterikatan dan ketergantungan kepada Allah SWT dalam setiap keadaan menjadi bagian yang tak terpisahkan dan senantiasa bersamanya. Oleh sebab itu, bagaimanapun diri kita, tak pantas kiranya perasaan sombong dan merasa lebih baik dalam banyak kesempatan bergaul dan berinteraksi antara sesama manusia lebih dominan menghiasi kehidupan kita.Bukalah diri dan hati untuk masuknya peluang koreksi dan kritik orang lain atas banyak kekurangan-kekurangan yang terdapat pada diri kita. Karena terkadang diri kita sendiri tak mampu melihat dan merasakannya. Pernah suatu waktu saya tertegun dan seolah tak mampu berkata apapun, ketika seorang teman dengan lepasnya berkata “sekiranya seseorang itu menikmati lezatnya beribadah kepada Allah SWT melebihi lezatnya ia mengerjakan apa yang menjadi kesukaan dan kesenangan dunianya”.

Sungguh, meski hanya beberapa kalimat yang terlontar, namun begitu terasa dalam dan bermakna. Kita, manusia, yang setiap hari senantiasa berkutat dengan hobi dan kesenangan, tidak pernah lupa dan lelah untuk mengerjakan apa yang menjadi hobi dan kesenangan kita, terkadang hanya menyisakan sedikit waktu dalam kelelahan ketika beribadah kepada-Nya. Jangankan kelezatan yang hadir, dalam banyak ibadah wajib saja terkadang bagaikan memikul beban berat dipundak yang sesegera mungkin ingin dilepaskan.

Terkadang kita sanggup berjam-jam dengan konsentrasi penuh dan terjaga ketika berada di depan komputer, namun untuk sekedar lima hingga sepuluh menit untuk sholat dan bermunajat kepada-Nya, rasa khusyu’ kita senantiasa buyar, pikiran melayang entah kemana dan hanya tampak bagaikan pohon yang berdiri kokoh dengan daunnya yang lebat namun tak mampu menghasilkan buah yang dapat dinikmati.

Semua hanya tinggal ritual ibadah yang mulai kehilangan makna, tampak ada, namun tidak membekas pada hati dan diri serta tidak berwujud kebaikan bagi pelakunya maupun orang lain. Naudzubillahi mindzalik. Semoga Allah SWT menganugerahkan kepada diri kita kelezatan dan keutamaan dalam setiap amal ibadah yang kita kerjakan dan persembahkan untuk-Nya, jauh melebihi kelezatan sesaat yang kita rasakan tatkala mengerjakan apa yang menjadi kesenangan dunia kita.

Ya Allah…
Bantulah kami memperbaiki dzikir kami kepada-Mu, syukur kami kepada-Mu, serta memperbagus amal ibadah kami kepada-Mu…

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
Iklan

10 thoughts on “Sebuah Kesadaran

  1. indahnya untaian kata2 dan dalamnya makna membuat tergetar hatiku tersiram sejuk kalbuku dingin bagai embun pagi mengguyur tubuhku. Seoga allah membuka mata hatiku . Amin.

  2. Membacanya saya jadi menangis..saya ingat teman saya (laki-laki) dia beragama Islam, anak orang kaya bahkan kaya sekali, semua nikmat dunia dia ada. Bahkan mungkin banyak orang yang iri dengan nikmat yang dia dan keluarganya genggam namun sayang kekurangannya adalah nikmat dari Allah berupa hidayah, kemaren barusan saya dengar dari mulutnya kalau dia sudah berpindah Katolik, padahal saya mulai menyukai dia dan dia (dari tanda-tandanya) juga menyukai saya. Saya bingung apa yang harus saya lakukan..selain membaca artikel di atas dan menangis..mengapa dia tidak bisa merasakan nikmat Allah SWT pada dia yang begitu besar?????

  3. Tahniah di atas citra dan kandungan laman yang mampu merendahkan ego manusia kepada status hamba. Salam persaudaraan daripada saya di Johor Bahru.

    Alhamdulillah. Terima kasih saudaraku telah ziarah kemari. Salam persaudaraan kembali dari saya. Semoga ukhuwah ini bisa terjaga 🙂

  4. Sedikit tercentil… 😀

    Semoga, kedepan bisa lebih memperbaiki diri yang masih sering alpa…
    Kesadaran yang datang dengan sendirinya, nanti.. amin 🙂

  5. Amiin, semoga Allah selalu bersama Mas, memberikan petunjuk yang haq kepada Mas dan menjaga Mas dari godaan syaithon2 yang terkutuk…

    Amin Allahumma amin..Terima kasih atas doanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s