Memaknai Persahabatan

genset.jpg 

Sejauh mana diri kita memaknai sebuah hubungan persahabatan? Dalam setiap perkenalan yang kita rajut menjadi sebuah pertemanan atau bahkan menjadi lebih dari sekedar sebuah hubungan persahabatan? Apakah diri kita masih menjadi bagian orang-orang yang hanya terpanggil untuk bertemu, menyapa, hanya jika ada keperluan duniawi semata?

Sadarilah, bahwa setiap hubungan yang kita rajut seyogyanya diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi setiap pelakunya. Dampak yang dirasakan akan semakin menumbuhkan rasa kasih sayang dan perhatian diantara pelakunya, saling memberikan pencerahan dalam upaya perbaikan diri dan lingkungan, terpanggil untuk saling menularkan semangat keimanan serta senantiasa bersama-sama merasa di awasi oleh Allah SWT dalam setiap gerak kehidupan.

Hubungan yang terjalin bukanlah semata-mata tumbuh dikarenakan sebuah kebutuhan sesaat, karena hendak mengambil manfaat duniawi, lantas setelah merasa tercukupi dan terpenuhi, diri beranjak pergi tanpa pesan dan kesan. Sungguh, telah begitu banyak kemudahan yang kita rasakan saat ini. Segala prasarana yang ada semakin mempermudah diri kita untuk saling kenal mengenal satu sama lain. Sungguh indah sekiranya, segala prasarana itu termanfaatkan dengan baik dan benar. Dan tentu, semua kemudahan itu semata-mata atas izin Allah SWT.

Sangat disayangkan jika, disaat begitu banyak peluang kemudahan untuk terjalinnya sebuah jalinan persahabatan, ternyata tidak mampu kita manfaatkan dengan baik dalam usaha kebaikan, malahan menjadi sarana bagi diri kita untuk membuang-buang waktu dan melukai satu sama lain.

Marilah kita jujur pada diri sendiri, apa yang kita harap dari sebuah jalinan persahabatan? Sekedar dapat tertawa bersama saja ataukah ingin menjadi bagian dari sebuah mesin yang satu sama lain saling menopang sehingga menghidupan hati dan jiwa untuk saling berbagi fikir dan nasihat tentang masalah iman dan ilmu?

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
Iklan

10 thoughts on “Memaknai Persahabatan

  1. Ping-balik: manmulyawan
  2. Sahabat…hidup tnp shbt jadi tidak berarti…seperti orang yang tidak bisa dipercaya oleh seseorang, sebab orang yg tidak bisa dipercaya itu..pasti tidak punya seorang sahabat..
    bingung ya…makanya cari sahabat buat menjelaskan mksd dari comment ini..he2..
    yuk sahabatan..

  3. Aku terharu dengan postingan Kak Rozy yang sangat menyentuh. “Persahabatan”.
    Letak dasar persahabatan sejati adalah memberi tanpa ingin menguasai dan mencintai tanpa ingin memiliki.smoga kita menjadi sahabat sejati yg selalu mengibarkan panji2 Islam yg dapat memberikan manfaat kearah kebaikan.

  4. Ada orang bijak bilang, seribu kawan masih kurang. Satu musuh terlalu banyak, hehehe 😀 Wah, ini artinya, kita *halah sok tahu nih* perlu menjalin persahabatan dan slitaruhmi sebanyak-banyaknya. Banyak teman akan memberikan banyak dampak positif dalam pergauylan. OK, salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s