Sebelum Terlambat

old-manKulihat dirinya semakin lemah, seolah tiada daya. Saat ia mengayunkan kaki untuk melangkah, terlihat begitu berat dan susah. Tangannya mulai terlihat bergemetar, menggigil walau hanya sekedar mengangkat sesendok nasi yang kemudian ia suapkan ke mulutnya. Suaranya semakin parau, tidak segagah dan selantang dahulu, sewaktu usia mudanya. Satu persatu helai rambutnya semakin memutih dan kulitnya semakin keriput, tidak kencang dan mulus seperti dulu. Sesekali ia terlihat murung, lalu kemudian tampak menitikkan air mata, dan dari bibirnya terucap banyak kata penyesalan atas segala keburukan yang pernah ia lakukan di masa mudanya.

Begitulah sebagian gambaran masa tua dari seorang manusia yang menyesali masa mudanya. Masa muda yang tidak mampu ia manfaatkan dengan baik dan untuk berbuat kebaikan. Kini, di saat usianya semakin senja, baru ia merasa dan tersadar, bahwa seharusnya dahulu, di masa mudanya, mampu ia ukir dengan banyak kebaikan dan prestasi hidup yang positif, dimana di masa tua, banyak kemampuan fisik semakin menurun kinerjanya. Saat dimana langkah-langkah kaki sudah tidak terlihat tegap dan sesigap masa muda dulu. 
Continue reading “Sebelum Terlambat”