Sebelum Terlambat

old-manKulihat dirinya semakin lemah, seolah tiada daya. Saat ia mengayunkan kaki untuk melangkah, terlihat begitu berat dan susah. Tangannya mulai terlihat bergemetar, menggigil walau hanya sekedar mengangkat sesendok nasi yang kemudian ia suapkan ke mulutnya. Suaranya semakin parau, tidak segagah dan selantang dahulu, sewaktu usia mudanya. Satu persatu helai rambutnya semakin memutih dan kulitnya semakin keriput, tidak kencang dan mulus seperti dulu. Sesekali ia terlihat murung, lalu kemudian tampak menitikkan air mata, dan dari bibirnya terucap banyak kata penyesalan atas segala keburukan yang pernah ia lakukan di masa mudanya.

Begitulah sebagian gambaran masa tua dari seorang manusia yang menyesali masa mudanya. Masa muda yang tidak mampu ia manfaatkan dengan baik dan untuk berbuat kebaikan. Kini, di saat usianya semakin senja, baru ia merasa dan tersadar, bahwa seharusnya dahulu, di masa mudanya, mampu ia ukir dengan banyak kebaikan dan prestasi hidup yang positif, dimana di masa tua, banyak kemampuan fisik semakin menurun kinerjanya. Saat dimana langkah-langkah kaki sudah tidak terlihat tegap dan sesigap masa muda dulu. 

Tawa yang dahulu terasa lepas tiada batas, kali ini berubah menjadi sebentuk gumam dalam diam. Ia seolah tersadar akan banyak hal yang telah dilewatkan tanpa berpikir panjang, tanpa ingat akan akibat baik dan buruk, serta merasa di awasi oleh dzat yang Maha Mengetahui. Ia baru tersadar, bahwa semua kenikmatan yang diterima di dunia itu ternyata tidaklah abadi. Kenikmatan itu akan segera meninggalkannya ataupun ia tinggalkan saat kematian menjemputnya.

Saudaraku,

Tidak semua kelapa yang jatuh dari pohonnya adalah kelapa yang telah berusia tua. Dan tidak semua kebugaran fisik akan berlalu hanya disaat seseorang telah memasuki masa tuanya. Tidak sedikit, putik-putik kelapa yang masih hijau dan kecil terlepas dari batangnya dan berjatuhan ke bumi. Dan tidak sedikit, kebugaran fisik di usia muda berlalu disebabkan serangan penyakit mematikan yang susah ditemukan obatnya. Allah Maha Besar. Dialah dzat Yang Maha berkehendak. Siapakah yang bisa menjamin bahwa diri kita yang masih muda akan melalui dan memasuki masa tua? Masa dimana kita baru akan merencanakan dan melakukan segala bentuk perbuatan baik dan penyesalan atas segala khilaf yang kita lakukan sewaktu berusia muda? Siapakah yang bisa menjamin kenikmatan pagi ini akan kita nikmati kembali esok hari?

Saudaraku,

Kita adalah manusia biasa yang tidak sempurna dan terlepas dari berbuat salah. Saya, anda dan banyak kaum kerabat dan juga para sahabat sepermainan, pasti tidak akan terlepas dari perbuatan khilaf, baik disengaja ataupun tidak. Alangkah baiknya kita segera menyadari, bersungguh-sungguh ingin kembali, kembali memperbaharui kesungguhan diri dalam memaknai anugerah hidup, dalam upaya menuju taat, dalam upaya menggapai rahmat, dan dalam segala upaya untuk menuju akhir hidup yang selamat dalam naungan ridho-Nya.

Semoga Allah SWT menuntun dan membimbing kita untuk menuju-Nya, sebelum semuanya terlihat begitu berat dan terasa terlambat.

Wallahu a’lam

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
Iklan

6 thoughts on “Sebelum Terlambat

  1. Masa muda memang harus dijaga, jangan sia2 saja…
    Produktivitas optimal memang di masa muda… Termasuk masa2 jaya berlomba ber-amal shaleh …

    Belum tentu di masa2 setelah pernikahan atau di masa2 tua kita menjadi lebih dewasa dan/atau lebih dekat pada-NYA.
    Seperti kbanyakan yang kita sangka …

    Postingan yang indah …
    Semoga kita tidak termasuk yang terlambat ya mas … 🙂

    Iya Mas..Terkadang usia tidak menjamin seseorg menjadi bijak dan dewasa. Insya Allah…amin 🙂

  2. Petuah yg bijak, agar kita senantiasa menjaga segala perbuatan kita. Mudah2an kita selalu diberi tuntunan Allah untuk berbuat baik dalam segala urusan (Insya Allah) Amin.

    Alhamdulillah..Insya Allah..amin

  3. Tiba2 saya teringat lirik Amir Hamzah:
    Habis kikis segala cintaku hilang terbang, pulang kembali aku pada-Mu seperti dahulu.
    Yak dari tanah kembali ke tanah. Waduh, sebelum kembali ke tanah memang benar yang Mas Rozzy bilang, secepatnya kita segera dekat pada-Nya sebelum terlambat. Sebuah “warning” yang bijak, bukan hanya kepada mereka yang sudah memasuki usia senja, melainkan juga kepada siapa saja, termasuk anak2 muda, karena ajal merupakan rahasia dan misteri Illahi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s