Dalam Sisa Waktu

clock365 hari yang ada di tahun 2007 akan segera berlalu dan berganti dengan 365 hari di tahun yang baru, tahun 2008 Masehi. Waktu terus berlalu. Dan begitu banyak pula hal-hal yang telah kita ukir disepanjang hari-hari yang berlalu itu. Tidak semua hari-hari itu kita lalui dengan senyum, tawa dan canda, melainkan juga terisi dengan berbagai peristiwa memilukan, mengharukan atau bahkan mengetuk nurani yang akhirnya membangunkan dan menyadarkan diri kita.

Mungkin di tahun ini ada yang ditinggal mati oleh salah seorang anggota keluarganya. Mungkin di tahun ini, ada yang tanpa di duga terkena PHK oleh perusahaannya, atau mungkin ada sebagian dari kita di tahun ini yang hanya bisa menghabiskan waktunya dalam keadaan terbaring di peraduan dalam kondisi dirawat karena sakit kronis.

Terkadang, kita selalu saja disibukkan dengan menghitung jumlah hari yang ada. Sibuk menghitung biaya hidup yang selalu kita keluarkan tiap harinya, tiap bulannya dan tiap tahunnya. Sibuk menghitung seberapa besar keuntungan dan kerugian yang kita peroleh dari usaha dagang yang kita geluti. Namun, seringkah kita melakukan perhitungan tentang amal yang telah kita lakukan selama ini?

Dikisahkan bahwa dahulu, ada seorang sholeh bernama Ibnu Simmah yang telah berusia 60 tahun. Ia begitu terkejut menghitung hari-hari yang telah ia lewati sepanjang hidupnya, yang ternyata telah ia lewati lebih dari 21.500 hari. Ia pun berteriak dan berkata, “Saya harus bertemu Allah dengan 21.000 dosa? Bagaimana jika saya melakukan 1000 dosa setiap hari?

Saudaraku,

Banyak dari kita yang merasa yakin dan seolah-olah akan terus hidup di dunia ini. Banyak dari kita yang tak henti-hentinya terus mengayuh roda kehidupan dalam kubangan kejahatan, ketidak hati-hatian, perilaku bejat dan amoral yang meruntuhkan sendi-sendi kehidupan manusia normal yang berakal. Banyak dari kita yang tetap setia dalam kepura-puraan, bermuka dua, dalam bungkusan topeng citra diri dan selalu berupaya menyebarkan propaganda untuk mengadu domba sesama. Semua dilakoni dengan tenang, tanpa beban dan tanpa perasaan bersalah, baik di hadapan manusia, lebih-lebih di hadapan Sang pencipta.

Saudaraku,

Dunia bukanlah tempat keabadian. Ia hanya sementara, fana, akan hancur dan segera berlalu, serta hanya sekejap kita rasakan kenikmatannya. Sesungguhnya dunia adalah sarana, tempat dimana kita berupaya sebaik mungkin untuk mengisi hari-harinya dengan segala amalan untuk menggapai ridho-Nya. Tempat kita berkarya dan berbuat bagi kemaslahatan bersama sebagai wujud khalifah-Nya di permukaan bumi. 

Saudaraku,

Hari-hari yang akan kita lalui adalah sarana perjuangan kita. Sarana untuk kita meletakkan segala sesuatu sesuai tempatnya serta jalan yang akan kita lewati dengan iringan suka dan duka. Akan kita dapati bahwa harapan terkadang tidak berkesesuaian dengan kenyataan dan ujian pasti akan menghadang.

Semoga setiap anugerah hari yang diberikan oleh-Nya, semakin membuat kita tersadar dan bersabar, bahwa diri kita adalah kecil dan senantiasa membutuhkan pertolongan dari-Nya. Semoga setiap waktu yang diberikan-Nya, semakin menumbuhkan kesadaran dan kekuatan bagi kita untuk senantiasa memperbaiki diri dari hari ke hari.

Ya Allah,

Dalam sisa-sisa usia kami
Bantulah kami untuk menuju kepada-Mu
Dengan sebaik-baik jalan yang kami tempuh
Yang teriring bersama taubat dan kesungguhan
Dalam perbaikan dzikir, syukur dan segala amal…

***

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
Iklan

12 thoughts on “Dalam Sisa Waktu

  1. Kematian adalah guru yang terbaik, begitu kata pepatah.
    Ya, itu memang terbukti. Tak tahu, apakah setahun, sebulan, seminggu, sehari, sejam, semenit, atau bahkan sedetik lagi kita akan Dipanggil olehNya.
    Setiap hari memperbaiki diri, ,,

  2. Kita rasa kita tidak mencuri, tidak berzina, tidak korupsi, karena tidak buat itu semua kita rasa kita ini bersih dari dosa. Atau kalau kita rasa berdosa pun kita hanya rasa berdosa kecil saja.

    Kita sering lupa untuk menghisab kesalahan-kesalahan batin kita. Ujub, riyak ingin dipuji, sombong, egois, buruk sangka, lalai dengan Allah, tidak kita rasakan sebagai doa. Karena itu kita lupa untuk mentaubatkannya.

    Padahal dosa-dosa batin itu akan ditanya.

    Met tahun yang baru, moga Allah ampunkan dosa-dosa kita di tahun 2007 yang akan berlalu. Moga Tuhan pimpin kita di tahun baru yang akan kita jelang.

    Salam kenal 🙂

    Semoga tumbuh kesadaran dlm tiap diri [saya] untuk melihat pada siapa kita [saya] berbuat dosa, bukan kecil atau besarnya dosa yg dilakukan. Semoga Allah tuntun kita [saya] semua agar mampu bersungguh-sungguh untuk kembali [taubat] merajut taat kepada Allah SWT dengan rangkaian amal sholeh.

    Terima kasih telah berkunjung. Salam kenal kembali dari saya 🙂

  3. Hingar Bingar Kehidupan telah memperdaya kita, padahal dunia bisa kita nikmati bersama dalam kesejahteraan, namun apadaya nafsu mendera. Hingga Limit waktu yang tersisa habis tak bermakna. SEnja menorehkan semburat kekecewaan bahwa tahun ini bahkan lebih buruk dari tahun -tahun yang kita lewati sebelumnya. Tetap Jaga Optmismu

  4. Dalam setiap hembusan nafas kita, berarti semakin dekat kita untuk kembali kepada Pencipta kita. Dan semua tergantung pada diri kita, apakah kita akan menghadap dengan hati yang bersih atau penuh kekotoran, semua kembali kepada kita….
    Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita……….

    Amin Allahumma amin…Terima kasih atas kunjungannya

  5. Muhasabah yang sangat menyentuh…mudah2an kita sangat ber-hati2 menjaga diri, pandangan, ucapan dan lintasan hati kita, jangan sia2kan satu kejadianpun kecuali membawa manfaat bagi dunia dan akhirat. smoga kita selamat dunia akhirat.

    Insya Allah…amin Allahumma amin…

  6. Semoga dengan semakin bertambahnya usia makin banyak nilai-nilai kearifan dan kebajikan yang masuk dalam kalbu kita sehingga mampu menjadi hamba Allah yang jujur dan rendah hati, amiin.

    Amin Allahumma amin..Minta do’anya untuk semua ya Pak Sawali 🙂

  7. seharusnya saat tiba tanggal hari yg disebut ULTAH kita harus sedih, karena saat itu usia kita makin berkurang,betul kata Pak Imam Mawardi disini rahasianya, tapi kenapa kebanyakan orang merayakan berkurangnya usia kita?, seharusnya mereka bersedih, lebih sadar dan taffakur dlm menjalani hidup yg semakin singkat ini.
    Semoga Allah SWT selalu meridhoi..Amin….

  8. kita semua diberi batas waktu misal 60 tahun, berarti kita tinggal menghitung mundur, menurut saya waktu berkurang atau kesempatan kita hidup berkurang

  9. waktu kita bertambah atau berkurang? Menurutku, mungkin juga ndak bener, bahwa waktu kita selalu berkurang. Setiap detik waktu kita berkurang. Kalau bertambah apa buktinya. Kalau berkurang buktinya adalah kita telah menjalankan detik yang lalu. Telah kita kurangi terus perdetik. Nahhh, ini dia rahasianya

  10. Tahun 2007 sudah hampir berlalu, kita harus mengkaji ulang apa-apa yang telah kita lakukan dan apa yang belum, muhasabah.
    Semoga kita bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi di tahun2 yang akan datang.

    Insya Allah…amin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s