Sadarilah Duhai Saudaraku!

mata-mata.jpgAlangkah beruntungnya kita, disaat sebagian orang kehilangan penglihatannya sejak lahir, dan hanya bisa bermimpi dan berharap jika suatu saat bisa melihat alam semesta yang mempesona dengan segala isinya ini, Allah SWT menganugerahkan kita sepasang bola mata yang sehat dan indah sehingga kita bisa melihat sesuatu dengan jelas dan jernih. Kita reguk semua keindahan alam yang tampak di hadapan dengan sepasang bola mata kita itu.

Alangkah beruntungnya kita, disaat sebagian orang tidak bisa berfikir dengan sehat dan waras karena gila, berperilaku layaknya sebagai seorang manusia normal yang berakal sehat, Allah SWT menganugerahkan kita kecerdasan akal dalam banyak bidang ilmu pengetahuan. Banyak hal bisa kita kaji dan teliti tentang kehidupan dan alam ini berkat akal yang Allah SWT anugerahkan kepada kita. Tak sedikit lahir dari itu ilmuwan-ilmuwan cerdas ternama yang telah memberikan sumbangsihnya bagi banyak penemuan-penemuan baru yang bermanfaat di bidang ilmu dan teknologi serta ulama-ulama handal yang menjadi rujukan umat.

Alangkah beruntungnya kita, disaat sebagian mulut terbungkam tanpa suara karena bisu, ingin berucap sepatah kata tapi tak mampu, Allah SWT menganugerahkan kepada kita sebongkah daging yang bernama lidah, gigi yang putih dan tersusun rapi, namun sayang, terkadang kita tak mampu menjaganya dengan baik dan amanah. Diri kita tak mampu menggunakannya untuk menyejukkan hati orang lain dengan kata-kata kita.

Yang bersedih semakin kita buat sedih. Yang sakit semakin kita buat sakit karena ucapan kita. Diri kita tak tergerak untuk menebarkan salam, saling mendo’akan untuk keselamatan bagi sesama muslim, saling bertanya kabar satu sama lain, dan berbagi ucapan yang dapat menyejukkan setiap hati-hati yang tengah berduka dan nestapa.

Benarkah kita menjadi salah seorang makhluk-Nya yang berakhlak mulia, jika segala kesempurnaan anugerah itu tidak semakin mendekatkan diri kita kepada-Nya? Tidak tumbuh kerinduan untuk mengikuti perilaku Rasul-Nya? Layakkah kita menjadi bagian dari manusia yang terpuji, jika di hati kita hanya ada rasa benci dan sedikitpun tidak pernah terbersit niat dan keinginan menggunakan segala kesempurnaan anugerah itu untuk hal-hal yang Allah SWT cintai dan ridhoi?

Benarkah kita masih termasuk orang yang sungguh-sungguh mencintai-Nya, mengakui mencintai Rasul pilihan-Nya, disaat sebagian orang mampu menangis meski sedang berbuat ketaatan kepada-Nya, jatuh bangun dalam usaha meneladani Rasulullah utusan-Nya, namun kita malah tetap tertawa dengan segala keburukan-keburukan diri kita?

Semoga Allah SWT menurunkan hidayah kepada kita dan melembutkan hati kita semua dengan curahan kasih sayang-Nya.

Wallahu a’lam

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
Iklan

18 thoughts on “Sadarilah Duhai Saudaraku!

  1. sebaik-baik manusia adalah yang selalu bersyukur kepada Allah atas segala kenikmatan yang telah engkau terima.bersyukur apabila mendapatkan karunia dan tidak pernah mengeluh jika mendpt problem.ikhlas,sabar,berusaha dan tawakal adalah kunci utama dalam hidup.thx

  2. Assalamu’alaikum Ikhwah

    “Maka nikmat Tuhanmu, yang manakah yang kamu dustakan?”
    Bukankah “maa kholaqta hadza batilan”?
    Bukankah “lain syakartum laazidannakum, wa lain kafartum inna ‘adzabi lasyadid”?

    Wassalamu’alaikum wr Wbr

  3. Aku juga bersyukur dan merasa beruntung dapat berjalan menuju di blog ini berkunjung dan di tunjukan tulisan ini.

    sebelumnya saya mungkin termasuk orang yang kurang bersyukur karena setiap hari masih saja mengeluh.

    mengeluh karena pekerjaanku di kantor yang menumpuk, mengeluh karena tugas dari dosen yang sangat rumit untuk aku pecahkan dan lakukan. mengeluh karena setiap harinya pulang pergi kerja selalu kena macet, dan yang sering kali aku lakukan adalah mengeluh karena gajiku tidak cukup untuk memenuhi semua kegiatan dan rutinitasku setiap harinya!!

    Astafirullahalazim… ampuni aku ya allah!!!
    terimakasih mas, aku janji sama diri sendiri mulai skarang tidak akan pernah mengeluh lagi..

    Alhamdulillah, Allahu Akbar! Semoga Allah SWT tetapkan kita semua atas iman dan islam serta diberikan kekuatan utk keistiqomahan 🙂

  4. Manusia yang lahir di dunia, dan dunia itu dibentuk oleh lima indera yang ada pada manusia. jika salah satunya cacat, berarti itu dunia dia. Jika orang lahir didunia dalam keadaan buta, maka itu dunianya. Dan itu sudah layak bagi dia dan dia akan sanggup untuk menjalani kehidupannya kerana terlahir sebagai orang yang buta.

    Benar. Kedua-duanya memiliki dunia masing-masing. Yang perlu jadi perhatian adalah bagaimana kita belajar menyikapi dan bersyukur atas nikmat dan keadaan yang diterima selama di dunia ini. Smoga Mas Zan’s bisa menangkap maksud tulisan saya di atas. Terima kasih atas kunjungannya 🙂

  5. Mata…

    Syukur..Alloh telah memberi penglihatan ini…
    Jikalau Alloh mengambil penglihatan ini?
    Hitam…kelam..dan hanya gelap yang akan bertandang.

    Ya Alloh..jangan ambil penglihatan kami…
    tunjukilah kami ke jalan yang lurus, jalan yang Engkau Ridhoi…
    kami masih ingin melihat KebesaranMu ya Alloh…

  6. Selalu saja… lalai, menunda2 dan akhirnya lupa…
    Ya Muqallibal qulub, tsabbit qalbi ‘ala diniq … Amien. 🙂

    Amin Allahumma amin…

  7. Semoga kita termasuk makhluk yg bersyukur dan selalu mendapatkan taufik dan hidayah dari Alloh SWT.
    Blognya tambah maniiiiiiiiiiiiiiiiiiiz deh.
    oya terima kasih sudah berkunjung, alhamdulillah sehat, salam tuk keluarga tercinta. sukses slalu.

    Insya Allah…amin. Alhamdulillah, sama-sama Mbak Frida. Salam hangat juga buat keluarga Mbak terkasih dan sukses selalu lahir dan batin 😉

  8. Amin… ya Rabbal Alaamin…

    setiap anugerrah nikmat terikat padanya amanah.
    setiap amanah akan ditanya di padang mahsyar nanti.

    orang2 yang tidak dianugerahkan nikmat2 ini akan terkecuali dari penghisaban. Begitulah ketentuan Allah yang Maha Adil dan Maha Mengasihani.

    salaam

  9. Thank’s to ALLAH SWT atas semua Nikmat-nya.. Ya Allah terima kasih untuk kesempurnaan ini… Sungguh terharu baca postingan ini..

  10. Assalamua’alaikum

    Amin, insyaAllah, semoga kita diberi kekuatan untuk menjadi hamba yang selalu bisa mensyukuri nikmat yg begitu tak terhingga dari Allah SWT, serta bisa selalu ‘jatuh cinta’ pd-Nya serta pada kekasih-Nya.

    syukron jazakallah udah berkunjung ke blog saya

    Wa’alaikumussalam,
    Amin Allahumma amin. Jazakillah sudah berbalas kunjungan 🙂

  11. Asl…perenungannya sangat mendalam mas…moga kita termasuk orang2 yg bersyukur atas nikmat2 d bersabar atas ujian2..

    Insya Allah…amin Allahumma amin…

  12. Asl..Alhamdulillah apik2 mas. mas Fakhru gimana ? sehat ?
    o.nggak pa2 mas, dengan senang hati, memang semua yg ada dalam blog saya untuk dipublikasikan..utk menebar kedamaian….menebar Rahmatan lil ‘alamin, silahkan..

    Wa’alaikumussalam,
    Alhamdulillah insya Allah saya sehat 🙂 . Alhamdulillah dan terima kasih. Semoga usahanya diridhoi dan senantiasa berbuah amal sholeh bagi mas Alf..insya Allah 😉

  13. Manusia baru merasakan bersyukur .. ketika nikmatnya telah dicabut Sang Pemilik Alam. Manusia baru menyadari bahwa nikmat-Nya, setelah tiada. Mengapa kita selalu lalai?? karena hati kita terlalu bangga dengan kesempurnaan diri sendiri.

    Semoga Allah mengampunkan dosa2 kita semua. Amien.

    Thanks ya mbak .. sudah berkunjung ke tempat saya.

    Begitulah kebanyakan diri kita. Suka merasa sempurna dan megah. Padahal apa yang ada di langit maupun di bumi ini adalah milik Allah SWT dan tak satupun kelebihan yang ada pantas kita banggakan karena semua hanya titipan dan pinjaman dari-Nya.

    Amin..Alhamdulillah dan terima kasih juga buat mas Eby telah berbalas kunjung kesini dan mohon maaf sebelumnya jika saya ini berjenis kelamin laki-laki 🙂

  14. Assalamualaykum wr.wb

    Satu hal yg selalu mbak tanya pada diri sendiri, apakah diri mbak ini sudah betul langkahnya dalam mengamalkan ajaran agama spt yg dikehendaki Allah SWT dan Rasulullah SAW ?

    Wassalam,
    mbak diah

    PS : Selamat tahun baru Islam 10 Muharam 1429 H, maaf agak terlambat pengucapannya

    Wa’alaikumussalam wr wb Mbak Diah,
    Iya Mbak. Bukan hanya Mbak, tapi kita [saya] semua mesti terus melihat ke dalam diri karena tidak sedikit diri kita [saya] yg tanpa sadar mungkin telah menyuburkan segala sifat-sifat buruk yang tidak Allah SWT dan Rasul-Nya cintai. Semoga Allah SWT beri petunjuk kepada kita semua..amin. Selamat Tahun Baru Hijriah 1429 H, semoga kita bisa sama segera berhijrah menuju pribadi yg lebih baik lagi lahir dan batin 🙂

  15. amiin. semoga aku bisa menjadi orang yang mencintai-Nya dalam arti yang sesungguhnya dan mencintai Rasul pilihan-Nya.

    amin…Pak Sawali, semoga kita semua senantiasa diberikan kemauan dan kekuatan oleh Allah untuk dapat melakukannya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s