Wajah

twofaceSaat menatap dan berdiri dihadapan sebuah cermin, hal apakah yang terlintas dipikiran kita? Apakah kita merasa takjub dengan kecantikan wajah kita sehingga lupa diri? Lupa untuk mensyukurinya atau bahkan Lupa kepada yang telah menganugerahkannya? Ataukah kita merasa kurang dengan pemberian anugerah wajah itu oleh Allah SWT karena mungkin seringkali dinilai sebagian orang hanya memilki wajah yang pas-pasan? Ataukah mungkin kita malah merasa, bahwa kecantikan wajah yang dipantulkan oleh cermin itu tidak berbanding lurus dengan perilaku kita sehari-hari?

Saudaraku,

Saat kita menghadapkan diri kepada-Nya, melakukan segala perintah-Nya, berusaha menjauhi segala larangan-Nya, benarkah kita melakukannya dengan penuh rasa cinta, takut dan harap kepada-Nya? Saat godaan dunia terasa begitu kencang menerpa, menarik sebagian tubuh kita hingga tersungkur dalam sebuah perbuatan nista, mengikis rasa malu hingga tiada batasan diantara pria dan wanita, tak ada beban saat membuka aurat dimana-mana, sudahkah kita berusaha sekuat tenaga untuk segera menghindarinya dan bermohon pertolongan-Nya? saat kita berbicara kepada sesama, berkata bijak dan bersikap mulia, tersenyum manis menatap menyapa, benarkah sudah sesuai dengan isi hati kita sebenarnya?

Saudaraku,

Rasulullah SAW setiap kali akan bercermin selalu memanjatkan permohonan kepada Allah SWT, agar senantiasa diperbagus akhlak dan budi pekertinya, sebagaimana Allah SWT telah memperindah dan memperbagus wajahnya. Siapa yang menyangka, jika terkadang banyak wajah yang cantik dan tampan, sama sekali tidak sesuai dengan akhlak pemiliknya. Wajah-wajah yang indah itu hanya bagus di luarnya, namun begitu rapuh dan menyimpan banyak misteri penyakit hati di dalamnya.

Mungkin tanpa sadar, disebalik topeng wajah yang kita gunakan sehari-hari, menyimpan segudang kepura-puraan, kedengkian, kebencian, permusuhan, rasa dendam dan segala sifat buruk lainnya. Bisa jadi, kita lebih hafal keburukan dan kekurangan orang lain, sementara keburukan dan kekurangan diri kita sendiri sedikitpun tak pernah mau kita hafal dan pelajari. kita begitu teliti melihat setiap debu yang melekat di wajah orang lain, namun kita buta untuk melihat, bahwa sesungguhnya begitu banyak kotoran yang melekat di wajah kita setiap harinya.

Saudaraku,

Pandanglah wajah kita dengan seksama, apakah wajah ini yang kelak akan tersenyum bahagia di hari penghisaban? Pandanglah wajah kita, apakah kelak wajah ini yang akan dipandang oleh-Nya atau sama sekali tak akan dipandang-Nya karena selama di dunia dahulu lebih senang memandang sesuatu yang dilarang dan diharamkan-Nya?

Ya Allah Ya Rahman Ya Rahiim,
Tiada yang akan mengampuni dosa-dosa kami kecuali Engkau, maka ampunilah dosa-dosa kami 😦

Wallahu a’lam

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
Iklan

18 thoughts on “Wajah

  1. kembali tersadar….
    se,oga kita selalu bersyukur atas nikmat yang diberi Allah kepada qt. baik/buruknya rupa kita di cermin, itu tidak menjadi masalah, yg terpenting baik akhlak kita. amiin.

    Alhamdulillah…saya setuju pada akhir kalimatnya. Terima kasih sudah berkunjung 🙂

  2. terkadang (baca: sering) hati dan wajah ini tidak berjalan seiring, wajah ini terlihat manis, tetapi hati ini sungguh busuk, Maha Suci Allah yang telah menutupi kebusukan hati ini dari manusia.

    jazakallah..

  3. Kadang2 sy bersyukur akan karunia mata minus… alias pake kacamata….:D Why?coz… klu lagi dandan or sekedar ngaca seringnya ga dipake kacamatanya…so keliatannya cakep mulu. he^_^ … Ya,itung2 slh satu upaya untuk membangkitkan rasa bersyukur…

  4. Pertama kali yang dilihat jika sedang bercermin adalah jerawat2 yang suka mengganggu pandangan :D…. Kadang orang males melihatnya, kadang juga gak percaya diri dengan jerawat…

    Tapi mau diapaikan lagi… toh ini juga sebagian dari proses 😀
    Jadi, jerawat sudah gak jadi masalah lagi… dinikmati saja ^_^
    Dan aku mensyukurinya….

  5. assalamu’alaikum..

    astaghfirullah.. saya jadi teringat sama wajah hati saya.. terimakasih sudah diingatkan ya akh..

    wassalam

    Wa’alaikumussalam,
    sama-sama ukhti…

  6. seperti kata pepatah ” semut diseberang lautan tampak, gajah dipelupuk mata tidak tampak “, smoga dengan postingan diatas kita tersadar untuk berbuat lebih baik lagi

  7. Lam kenal yaw…
    Kbnykn org skrg mnilai org lain dr wajahny…
    Don’t judge book by it’s cover, sdh jrg dipake…
    Saya yg jelek ini msh srg bersyukur,krn pluang saya dkt ma cewe jd kcil,otomtis pluang dpt dosa jd kcil jg,hehe :mrgreen:

  8. Assalamu’alaikum wr wb.

    Ya, cermin takkan berdusta.
    #Secara fisik, itu pemberian Alloh, dan kita wajib mensyukurinya. Dan jangan sampai kita sekali – kali menghina/ atau mengejek orang lain yang fisiknya kurang sempura (afwan), itu semua adalah Alloh yang menciptakan. Apabila kita menghina ciptaanNya, berarti kita telah menghinaNya. Astaghfirulloh….

    Ya Alloh sungguh indah Engkau ciptakan kejadianku, maka perindah pula akhlakku, amiin.

    afwan,,,,

    Wassalamu’alaikum wr wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s