Jangan Lupakan Mereka

Innocent Child

Perjalanan hidup senantiasa memberikan kesan yang beragam bagi diri kita. Tawa, tangis, sedih, semua datang silih berganti. Terkadang kita tidak selalu dihadapkan dengan kenyataan yang sesuai dengan apa yang menjadi cita-cita dan harapan. Pergulatan hidup di atas permukaan bumi, dalam usaha mencari penghidupan yang lebih baik dalam banyak sisi kehidupan, baik spiritual maupun material, telah membuat sebagian dari kita akhirnya terhantar keluar dan berjauhan dengan orang-orang yang selama ini kita cintai. Namun sadarilah, bahwa berjauhan bukan berarti hilang, sirna dan tak akan dirasa hadirnya, selama diri kita tetap berniat menjaga ikatan ukhuwah dimanapun berada.

Siapakah diri yang tak merindukan suasana yang harmonis dalam hidup? Berjalan bersama dengan orang-orang yang dikasihi karena ikatan sedarah dan sehati. Berjalan bersama dengan orang-orang yang sudah bertekad melanggengkan ikrar keimanan dan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya diatas segala-galanya. Saling ingat-mengingatkan satu sama lain dalam menetapi perbuatan baik. Saling mendo’akan untuk kebahagiaan satu sama lain, untuk persoalan dunia dan akhirat. Saksikanlah, bahwa seribu teman masih akan terasa kurang, namun seorang musuh terasa begitu banyak sekali.

Mungkin selama ini kita lupa dan lebih menikmati kesendirian. Mungkin selama ini, kita lebih terhanyut oleh kesibukan dengan banyaknya pekerjaan. Menikmati hobi hingga tak sedikitpun mengingat orang-orang yang ada di sekitar kita. Coba periksa kembali daftar nama dalam telepon selular anda. Pasti disana begitu banyak daftar nama yang sudah lama tidak anda sapa, padahal mungkin dulu mereka adalah orang-orang yang telah ikut berjasa membantu anda bangkit kembali dari keterpurukan iman.

Mungkin disana begitu banyak sahabat-sahabat yang sesungguhnya merindukan anda serta butuh pertolongan, namun malu untuk memulai menghubungi anda lebih dulu. Dan mungkin disana ada banyak nama yang tidak pernah lagi anda pedulikan selama ini, namun mereka senantiasa mendo’akan kebaikan dan kesejahteraan hidup untuk anda.

Saudaraku,

Di dunia ini kita tidak hidup sendirian. Diri kita ataupun orang lain pasti saling membutuhkan. Dan kekuatan itu ada dalam “kebersamaan”. Di saat satu jiwa lemah, kita mesti berusaha empati untuk menguatkannya semampu diri kita. Di saat sebuah persoalan tak kunjung selesai hanya dengan satu kepala, kita coba selesaikan secara bersama-sama. Semuanya akan terasa indah dan mudah, jika kita saling membuka diri, tidak menahan informasi, tidak saling mendengki, selain hanya mengharap rahmat dan ridho ilahi.

Saudaraku,

Segeralah lihat daftar nama yang terdapat di telepon selular anda. Lihatlah satu persatu nama yang ternyata sudah anda lupakan. Mungkin sudah sekitar satu, dua atau tiga tahun yang lalu tidak anda kunjungi lewat ucapan salam, meski lewat pesan pendek (SMS). Lihatlah satu persatu nama yang pernah anda simpan, lalu kirimkanlah salam sapa hangat anda kepada mereka. Sekedar bertanya kabar ataupun membuat janji untuk saling bertemu dalam sebuah majelis ilmu.

Yakinlah, bahwa hal itu akan membuat anda bahagia dan terasa terhibur di hati. Yakinlah, bahwa hal itu pun akan membuat mereka bahagia. Dan yakinlah, bahwa sesungguhnya Allah SWT dan Rasul-Nya pun turut “bahagia”, karena apa yang anda lakukan adalah usaha untuk melestarikan keakraban, menguatkan ikatan iman, terlebih jika itu anda lakukan dalam rangka untuk memasukkan rasa bahagia di hati sesama saudara seiman. 😉

:: Foto
Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
Iklan

10 thoughts on “Jangan Lupakan Mereka

  1. Asww. Saya minta ma,af baru dapat silaturrahim hari ini . saya tertarik dengan tulisan di blog antum .Jazakallahkhairan

    Wa’alaikumussalam Pak Sumarno,
    Alhamdulillah..amin Allahumma amin. tidak apa-apa Bapak. Malahan saya yang terima kasih karena Bapak masih berkesempatan untuk bersilaturrahmi kemari. Sebuah kehormatan bagi saya 🙂 . Semoga sukses selalu menyertai Bapak dan salam silaturrahim..

  2. Pas sekali… saya dan teman2 baru saja melewati saat2 dimana kami semua tersadarkan bahwa ikatan yang dilandasi atas rasa cinta pada_Nya sungguh nikmat. Keberadaan mereka sungguh bermakna bagi yang lainnya. Ta’aruf, tafahum, ta’awun menjadi sesuatu yang tercipta.

    Benar Mbak Nin,
    Setidaknya 3 unsur itu (Ta’aruf=Saling mengenal, Tafahum=Saling memahami, Ta’awun=Saling tolong menolong) bisa dihadirkan dalam sebuah jalinan silaturrahim. Jadi, hubungan yg terjadi bukan hanya didasari sekedar mengambil manfaat atau dikarenakan sebuah kebutuhan yg sifatnya hanya sementara. Alhamdulillah dan terima kasih sudah berbagi disini. jazakillah 🙂

  3. Ya ya ya … aku suka ini, kita kudu saling mengingatkan untuk kebaikan, baik untuk diri maupun sesama. Bagus ya cara sampeyan mengungkapkan. Saya suka itu.

    Alhamdulillah..insya Allah Pak Ersis..Biasa saja kok Pak…Terima kasih sudah singgah 🙂

  4. Assalamualaikum mas.
    Hmm , sejuk dan damai masuk blog ini , sedamai visi yang ada di pikiran saya .
    kayaknya cara nya hampir sama tapi tetap penyampaian akan selalu berbeda .
    saya mau mengundang mas untuk baca tulisan saya ini
    terima kasih
    http://realylife.wordpress.com/2008/01/20/hidup-itu-indah-banget/

    Wa’alaikumussalam Mas Dyan,
    alhamdulillah..iya, disitulah terlihat kebesaran Allah SWT 🙂 .Insya Allah nanti saya sempatkan singgah ke tempat Mas Dyan 🙂
    . Terima kasih atas kunjungannya.

  5. assalamulaikum saudara Fakhru..

    Fakhru bercakap mengenai orang sekeliling yang hampir tidak kita pedulikan. Benar. Dalam kesibukan menuntut ilmu mahupun mencari rezeki, sering kali kita terlupa akan tuntutan untuk bersilaturahim.

    apabila kita rasa bersendirian, fikir-fikirkanlah mungkinkah kita yang mengabaikan mereka..

    terima kasih kerana mengunjungi blog saya. salam ukhwah dari Malaysia!

    Wa’alaikumussalam Saudari Nor,
    Benar saudari Nor, rasa ukhuwah mesti senantiasa dikekalkan. Silaturrahim yg dapat dimaknai dengan saling bantu membantu dan ingat-mengingatkan dalam hal kebaikan dan perbaikan, saling menetapi kebenaran, untuk diri, keluarga dan lingkungan. Terima kasih juga sudah berbalas kunjungan. Salam ukhuwah kembali dari saya 🙂

  6. sepakat banget mas rozy. menjalin silaturahmi dan saling bertegur sapa akan membuat hidup menjadi makin dinamis. banyak sahabat dan saudara. memutuskan jalinan silaturahmi bisa menjadi penyebab hidup kita menjadi tidak nyaman; belum lagi kita mesti mempertanggungjawabkan semua amal dan perbuatan kita kelak di akhirat.

    Iya Pak Sawali,
    Semoga langkah kita senantiasa teratur berjalan diatas kebaikan dan kebenaran dalam bimbingan Allah SWT, sehingga tidak terpeleset jauh [karena manusia tidak terjaga dr khilaf-dan sebaik-baiknya manusia adalah yg mau memperbaiki diri] hingga ke jurang kenistaan [Mari berlindung dari hal demikian].

  7. kita mgkn sering mendengar bahwa menjalin siaturrahmi memperpanjang umur dan menambah rejeki. g perlu muluk2, secara logika aja semua bisa terjawab, belum lagi rahasia Allah.. Memamg agama kita islam adalah agama paling rasional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s