Mengejar Harap dan Kasih-Nya

as-climber.jpgSaudaraku,

Musim senantiasa berganti dan waktu terus bergulir. Kita seolah tak pernah berhenti dan lelah untuk terus berlari mengejar sesuatu yang sebenarnya tidak akan abadi. Banyak hal telah kita korbankan dalam segala usaha itu hingga akhirnya kita melupakan banyak kewajiban yang mesti ditunaikan sebagai makhluk-Nya. Kita lebih sering menuntut hak diri daripada memenuhi hak dzat yang telah menciptakan diri kita, yang semestinya lebih berhak kita penuhi sesuai kemampuan diri. Bahkan mungkin, demi sebuah hiasan yang sekedar melekat sementara dalam kehidupan dunia fana ini, kita rela melepaskan pakaian iman  yang sesungguhnya menjadi salah satu pakaian berharga terindah yang tak pernah tergantikan oleh perhiasan-perhiasan yang fana tadi.

Saudaraku,

Mungkin saat ini kita tidak merasakan dampaknya. Mungkin saat ini kita merasa sudah terlalu letih untuk terus melanggengkan setiap untaian do’a-do’a dalam munajat kita, kalimat-kalimat nasehat, serta ajakan untuk tetap istiqomah berada di jalan-Nya. Mungkin kita dihinggapi rasa lelah, bosan dan jenuh karena banyak hal-hal baik yang kita lakukan seolah tiada berbekas dan menghasilkan balasan yang setimpal, malahan yang kita dapati adalah sebaliknya, berupa penghinaan, pelecehan ataupun dijauhi oleh sebagian orang yang membenci karena sebab yang tidak jelas dan dibenarkan.

Saudaraku,

Bagaimanapun keadaannya, tetaplah tegar untuk senantiasa berada di jalan-Nya. Tetaplah bersama dengan orang-orang yang sudah menyerahkan hidupnya semata-mata mengejar kasih-Nya dan menggunakan segala kemudahan dan fasilitas hidup di dunia ini semata-mata dalam rangka semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Tetaplah dalam lingkup berprasangka baik kepada-Nya untuk setiap ketetapan yang menghampiri lembaran hidup kita. Berharaplah hanya kepada-Nya, dalam setiap untaian do’a yang kita ucap dalam sebuah kesadaran bahwa Dia-lah satu-satunya tempat bergantung seluruh makhluk.

Ingatlah dan yakinlah, bahwa apa yang telah kita ukir selama hidup di dunia ini akan diganjar lebih baik di kehidupan kita yang abadi nanti, sepanjang dilakukan dengan penuh rasa keimanan, serta semata-mata karena cinta, takut dan harap akan kasih dan ridho-Nya. Yakinlah, bahwa senyuman yang utuh, kata-kata yang teduh, ucapan-ucapan yang menghibur banyak hati yang hilang keyakinan serta langkah-langkah letih ketika menuju ke jalan-Nya, akan berbalik menghibur kita kelak dalam kesunyian dan kesendirian saat peristirahatan terakhir, ketika kita akhirnya beranjak meninggalkan dunia yang fana ini menuju kehidupan abadi yang sebenarnya.

Yakinlah, bahwa meskipun keringat itu telah mengering, tubuh yang kuat itu telah menjadi layu, dan tatapan mata itu sudah semakin sendu, kelak mereka akan menjadi saksi yang akan berkata bahwa dahulu mereka mengucur deras karena digunakan untuk membantu sesama, berusaha menghindari segala banyak dosa dan maksiat serta untuk melihat setiap kebesaran-Nya dalam bingkai rasa keimanan.

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
Iklan

28 thoughts on “Mengejar Harap dan Kasih-Nya

  1. Assalamualaikum Pak Dede,

    Saya tertarik untuk mengikuti pelatihan totok aura wajah, bagaimana caranya? tolong dibalas via emanil saya, trm ksh wassalam

  2. Assalamu’alaikum mas fakhru!! subhanallah artikel nya menggugah hati untuk senantiasa berusaha memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang ta’at dan senantisa tegar dan sabar ketika mendapat ujian, dan bertekad untuk mengamalkan. sungguh air mata ini selalu menetes menangisi dosa-dosa ketika membaca setiap kata-kata yang ada dalam tulisan ini. sukses selalu Wassalam

  3. Asssalamualaikum Mas Fakhrur,

    Hakikat terjadinya penghinaan, pelecehan dan dijauhi oleh sebagian orang yang membenci karena sebab yang tidak jelas – ini dengan sendirinya merupakan suatu petanda bahwa kita sedang berada di jalan yang benar, sebagaimana yang dialami oleh orang-orang yang kasihi Allah; para Anbiya’ a.ms, Rasulullah s.a.w dan para sahabat r.hum. Mereka ini telahpun dijanjikan syurga.

    Maka tetaplah kita dengan pegangan ini, mudah-mudahan dikurniakan Allah kesabaran dan kekuatan iman sehingga akhir kalam kita dengan kalimah toiyibah. Dan inilah sebenar-benarnya kejayaan pada pandangan Allah.

    Salaam silaturrahmi.

    Wa’alaikumussalam saudaraku,
    Alhamdulillah dan terima kasih karena telah berbagi. Saya berdo’a, Semoga Allah anugerahkan kita husnul khotimah, akhir hidup dengan menyebut kalimat toyyibah serta tengah berada dalam sebuah amalan ketaatan kepada-Nya sehingga kelak kuburan-kuburan kita merupakan bagian dari taman-taman syurga sebelum akhirnya kita semua benar-benar berada di syurga itu sendiri..amin Allahumma amin..

    Salam silaturrahim kembali saudaraku 🙂

  4. istiqamah…
    intinya adalah agar bagaimana caranya biar kita dapat selalu istiqamah dalam beramal shaleh/baik..
    tapi emang itu salah satu yang berat untuk dilakukan..
    banyak sekali godaan, syetan selalu menggoda kita utk lupa untuk berharap akan kasihNYA..

    semoga kita semua termasuk dalam golongan yang istiqamah dalam melakukan amal shaleh..
    amin.

    istiqomah, bertahan dengan amal sehingga langgeng dan lestari memang sebuah pekerjaan berat dan perlu perjuangan ekstra untuk itu. Seperti halnya iman, yg tidak luput dari rongrongan syetan dan iblis yg tak henti-hentinya menggoda kita untuk “menanggalkannya”, iman yg mesti kita pegang dan pertahankan hingga saat-saat sakaratul maut sehingga dapat menghembuskan nafas yg terakhir dalam keadaan husnul khotimah (akhir yg baik). itulah sebenarnya yg kita harapkan dalam hidup, mati dalam keadaan membawa iman dan meng-esakan Allah SWT.

    Semoga Allah senantiasa memberi petunjuk kepada kita serta menganugerahkan kita akhir hidup yg baik, dalam keadaan sedang beramal soleh yg telah kita lestarikan, dan kita bisa “pulang” dengan membawa iman kepada-Nya…amin ya Rabbal ‘alamiin..

    Alhamdulillah dan terima kasih atas kunjungan mas oRiDo

  5. assalammualaikum bang fakhru…apa kabar?

    Wa’alaikumussalam bang Adit.. Alhamdulillah sehat. Abang sendiri gimana? Kok sekarang jadinya manggil bang ya? :mrgreen:

  6. Melongok abang… mencari renungan pagi, ternyata belum ada 😯
    *merenung sendirian*

    hehe…merenung kan nggak mesti di ruang ini..coba lihat sekeliling deh..banyak yg bisa jadi bahan renungan 😉 ..dan yg terpenting semua tidak hanya terhenti pada Sebuah Perenungan, melainkan berlanjut dengan amal-amal 😉 . Mohon do’anya ya Bang…

  7. Lelah dan jenuh pasti akan selelu menghampiri…
    Sebagaimana iman yang terkadang berada ada titik terendah…
    Beanr kiranya, saling nasehat menasehati sangat diperlukan disini, untuk kembali membangkitkan jiwa-jiwa yang mulai terlelap…

    Benar…dan tak lupa juga untuk saling mendo’akan sesama dari jauh 🙂 .Alhamdulillah dan terima kasih mbak Nin atas kunjungannya 🙂

  8. assalamualaikum, wr, wb..
    Salam kenal!
    Menurutku…Kekuatan yang paling dahsyat adalah “DOA”..Hak preogratif seorang hamba yang amat sangat tokcer…

    Semoga Allah SWT senantiasa mengabulkan doa-doa kita! AMIIN!

  9. Wah, ganti ke wajah lama nih… simple but sure…

    hehe…iya mas Deddy…kali kedua saya pake wajah yg ini..soalnya lg senang utak atik theme…Alhamdulillah dan terima kasih ataas kunjungannya 🙂

  10. Yah…. itulah sifat manusia mas….. tapi sebenarnya “pemenuhan hak dzat yang telah menciptakan kita” sebenarnya adalah demi kepentingan kita juga, “dzat” yang menciptakan kita, tidak butuh kita, baik hakNya dipenuhi atau tidak, tidak akan berpengaruh bagi keagunganNya.

    Yah, manusia seringkali lupa, bahwa semuanya yang berhubungan dengan keimanan terhadapNya sebenarnya adalah demi kepentingan umat manusia itu sendiri. Bukankah begitu? 🙂

    Alhamdulillah…setuju Pak Yari 😉

  11. Wow tampilannya makin ok aza nich…
    Dalam mengejar harap dan kasih-Nya terkadang kita membutuhkan orang2 dekat yang slalu memotivasi kita agar slalu istiqomah & berjalan sesuai tujuan, smoga kita termasuk didalamnya.

  12. Asl..mas……..ehe…tampilan baru lagi yah ….tukar suasana ya. salam persahabatan selalu

    Wa ‘alaikumussalam mas Al,
    hehe..iya, soalnya hatinya tukar suasana terus 🙂 . Terima kasih sudah sering singgah kesini. Salam persahabatan kembali 😉

  13. ayo jangan pernah lelah dalam berbuat kebajikan. masalah hasil jangan terlalu dipikir dululah. jika baik yang ditanam, baik pulalah yang akan dipetik…

    Insya Allah…Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan oelh Allah SWT..minta do’anya ya mas Deddy 🙂

  14. kadang-kadang kita sering lupa kepadaNYA jika kita sedang bergembira, tetapi Ingat dikala kita susah…
    Benar2 Malu aku bila mengingatNya…
    Semoga kita menjadi orang yang pandai Bersyukur…

  15. Teruslah berjalan ..jika dalam kebaikan
    Setiap usahanya tidak ada yang sia-sia
    Setiap hasilnya hanya kita serahkan pada Yang Kuasa

    “sukses selalu dalam parjuangan hidup.. untuk hidup yang Abadi..”

  16. menarik…
    ibadah yg tak membekas adalah karena tak dibarengi dengan pengertian tdhp “rangkaian ibadah itu sendiri” dan esensinya.
    Wallahu a’lam bishshowab

  17. *mangut-mangut*
    Ini bahan perenungan dan muhasabah ane pagi ini. Betapa sesungguhnya Allah sudah menjadikan setiap persendian kita sebagai pintu buat beramal baek. Maka ketika kerinduan kita kepada Allah selalu terpelihara, maka ghirah untuk beramal shalih pun juga akan tetap terpelihara. Allah Maha Adil dalam menghukum, setiap kebaekan akan dibalas-Nya dengan kebaekan, dan setiap keburukan akan dibalas-Nya dengan keburukan yang setimpal, namun Allah terlebih dahulu memberikan kesempatan bagi kita buat memperbaikinya.

    Ane ngaco ya Bang???

    Hmm…Antum terlalu merendah 😀 . Iya, hak persendian itu bisa ditunaikan dengan sholat Dhuha [sesuatu yg masih dirintis dan diupayakan bagi yg belum biasa, termasuk saya 🙄 ]. Kerinduan kepada Allah itu akan terpelihara, jika suasana untuk mendukung hal itu ikut kita pelihara [Insya Allah bisa dibuktikan kok dalam berinteraksi dengan sesama manusia yg beragam orientasinya 😉 ]. Dan sepanjang yg saya ketahui, ampunan Allah itu mendahului murka-Nya..Makanya Allah senantiasa memberikan kita kesempatan untuk kembali ketika telah berbuat salah serta menganjurkan kita untuk mengiringi perbuatan-perbuatan yg buruk tadi dengan banyak-banyak berbuat kebaikan…

    Saya rasa antum lebih tahu.. 😉

    Astaghfirullah,
    Wallahu a’lam

  18. wa’alaikumsalam mas fakhru…jazakalloh sdh mampir ke blog saya 🙂 tulisan2nya manteb banget…saat ngbacanya jd kebawa adem rasanya… keep writing mas..;)

    Alhamdulillah dan terima kasih atas kunjungan balasannya…Insya Allah..minta do’anya ya Mbak..semoga rasa ademnya nggak sementara..Selamat berkarya dan silaturrahim jg buat Mbak Moenk dan salam hangat buat keluarga tercinta 🙂

  19. Assalamu’alaikum…
    Mas Fakhrurrozy… Salam kenal…

    Saya Sheri…
    Webs-nya keren Mas…
    Isinya bagus, sejuk dan mencerahkan jiwa2 yang mencari kecerahan.
    Aku tunggu tulisan2 mu selanjutnya yang insya Allah akan selalu jadi suplemen jiwa untuk mereka yang membacanya.

    Salam ukhuwah…
    Semoga hari ini, esok, dan setiap harinya indah buatmu.
    Tetap sehat dan semangat.
    dan semoga selalu bahagia, damai….tenang…. tentram… dan sejahtera… Amien.

    dan semoga tulisan tulisan Mas Fakhrurrozy menjadi martir support bagi semua yang membacanya.
    Syukran ^_^

    Wa’alaikumussalam mbak Utami,
    Salam kenal kembali 🙂 .Alhamdulilllah, insya Allah dan terima kasih. Salam ukhuwah kembali dan terima kasih telah berkunjung serta untuk do’a-do’anya. Semoga demikian juga untuk Mbak Utami 🙂 . Jazakillah

  20. Gimana bang, rencana buat daftar untuk saling mengigatkannya, lanjut gak 🙂 ayoooooooooooo

    Insya Allah…semua butuh kesungguhan niat biar nanti tidak setengah-setengah dan akhirnya berhenti di tengah jalan 🙄 . Insya Allah nanti saya kasih tahu ya.. 🙂

  21. Yup, memang benar mas rozy, setiap amal dan perbuatan kita akan senantiasa dicatat dan kelak kita mesti mempertanggungjawabkannya di hadapan Sang Maha Adil. Hidup di dunia ibarat sawah-nya akhirat. mari kita tanami sawah kita dengan bibit dan perawatan yang baik, sehingga kita bisa memperoleh panen yang melimpah. Terima kasih mas roazy. Maaf kalau OOT nih, hehehehe 😆

    Insya Allah Pak Sawali…Semoga Allah teguhkan dan kuatkan hati kita hingga segala sesuatunya tidak terhenti hanya pada kata-kata, melainkan tindakan nyata berupa amal…amin. Terima kasih Pak Sawali telah berbagi bersama saya di ruang ini 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s