Benarkah Aku Mencintai-Mu?

Saudaraku,

Bayangkanlah tatkala waktu yang berputar saat ini akhirnya terhenti. Bayangkanlah tatkala kepala kita semua akhirnya tertunduk menyesali setiap detik yang telah berlalu dan jiwa pun menjerit meminta kembali untuk diberi kesempatan berbuat kebaikan. Saat-saat dimana gelak tawa akan berganti dengan tangisan. Saat-saat dimana diri kita akhirnya terjaga dari tidur panjang penuh mimpi yang tidak kita sadari selama ini.

Saudaraku,

Rasa cinta yang tulus akan membangkitkan semangat dalam hati. Rasa cinta yang tulus akan memicu setiap sel darah kita bekerja maksimal hingga anggota tubuh mempersembahkan yang terbaik untuk sesuatu yang kita cintai. Semua bergerak tanpa sebuah paksaan dan berlaku layaknya sebuah kebiasaan yang telah mendarah daging hingga rasa letih hampir tak pernah kita pedulikan. Peluh yang mengalir, darah yang mengucur, semua malah menjadi hiasan yang manis dalam bingkai sebuah bentuk dari cinta itu sendiri.

Namun alangkah teririsnya hati, tatkala begitu banyak kenyataan jika rasa cinta hanya tinggal sebuah rasa, sebuah kata tanpa wujud dari rasa dan cinta itu sendiri dan kita pun salah menempatkannya. Begitu berat rasanya untuk mengatakan ini, bahwa cinta yang benar akan melahirkan kesungguhan berbuat, kemantapan hati tanpa diembeli rasa bimbang dan keraguan. Cinta yang mengalir yang bukan sekedar mengandalkan logika rasional-[karena sesungguhnya akal itu terbatas]-melainkan sudah dibekali keyakinan iman yang menhunjam jauh di dasar relung hati.

Saudaraku,

Tidak takutkah kita jika sekiranya perkataan cinta kita selama ini adalah dusta? Tidak takutkah kita jika sekiranya kata cinta yang terucap selama ini tidak lain hanya sekedar pemanis kata, tanpa makna dan hakikat mencintai itu sendiri? Cukupkah bagi kita berkata tanpa amal, mengaku tanpa bukti dan mencintai tanpa pengorbanan?

Ya Allah Ya Rabbiy…
Jadikanlah cinta kami kepada-Mu merupakan sebenar-benarnya bentuk cinta sejati…
Bukan hanya di lidah, namun jauh terhunjam dan mencengram di relung hati..
Sehingga tiada yang lain yang kami cari..
Dan tiada kami bergerak, menggeliat, berkata dan berucap
selain agar Engkau ridho dan mengasihi kami

Ya Allah Ya Rabbiy…
Jadikanlah orang-orang yang kami kasihi saat ini..
sebagai perantaraan bagi kami untuk semakin mencintai dan mendekati-Mu dalam arti sebenarnya dan bukan malah sebaliknya…

Ya Allah Ya Rabbiy…
Bangunkanlah kami dari tidur panjang ini
Sehingga kami tersadar dan mendapati, bahwa sesungguhnya Engkaulah maksud dan tujuan kami dan ridho-Mu lah yang kami cari…

Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
Iklan

18 thoughts on “Benarkah Aku Mencintai-Mu?

  1. Saya yakin sekali akan janji Rasulullah SAW, Silaturraiem itu dapat memperpanjang umur dan memurahkan Rezqi… untuk itulah saat ini kangen juga untuk silaturrahiem

    ===
    alhamdulillah…
    Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad wa alihi washohbihi wasallim..

    terima kasih atas kunjungannya Pak Ria..
    Smoga Allah s.w.t. senantiasa bersama Bapak…amin.

    Salam hangat buat Bapak sekeluarga 🙂

  2. Assalamu’alaikum

    Ana datang lagi nih. Beberapa masa yang lalu, ana menulis tentang cinta dan sayang di http://naksara.net. Dua kata yang seringkali “dibuat” susah untuk dimengerti oleh beberapa orang. Dua kata yang memang tipis perbedaannya, namun sebenarnya sangatlah jelas tabirnya. Jika kita mencintai Allah, amatlah jelas dalam harap bahwa kita berharap cinta Allah untuk kita. Keberharapan itulah yang membedakan cinta dan sayang. Dan dengan harap pula, kita akan berjuang. Jika kita berharap cinta Allah, sudahkah kita berjuang agar Allah sentiasa memberikan cinta-Nya untuk kita?; walaupun disadari ataupun tidak, cinta dan sayang-Nya telah melingkupi dalam hidup dan kehidupan kita?
    Wallahua’lam. Postingan yang bagus Akh Fakhruz, Antum menegur kita semua dengan untaian kata yang lembut. Alhamdulillah.

    Wa’alaikumussalm akhi Dito,
    Alhamdulillah…saya pun ikut tercerahkan dgn komentarnya 😀 . Jazakallah khoir

  3. Assalamu’alaikum

    Allahumma inni as aluka hubbaka, wahubba min ahibbaka. wal amalalladzi yablighuni hubbaka. Allahumma aj’al hubbaka ahabba illa minnafsi, wa ahli, wa min al maa’il barit.

    Semoga, kita dapat mencintai-Nya dan mendapat cinta-Nya, dan beramal yang mendekatkan kita kepada cinta-Nya. dan menjadikan cinta pada-Nya melebihi cinta kepada diri kita sendiri, kepada keluarga dan bahkan air kehidupa.

    Wallahua’lam. Syukron Akh Fahruz

    Wa’alaikumussalam wr wb,
    Amin Allahumma amin…jazakallah khoir akhi Dito

  4. cinta kepada Allah adalah maqam tertinggi
    beruntunglah bagi orang yang sudah mencapai tingkat itu
    benar2 mencintai Allah
    benar2 mencintai Allah
    benar2 mencintai Allah
    benar2 mencintai Allah
    benar2 mencintai Allah
    benar2 mencintai Allah
    benar2 mencintai Allah
    benar2 mencintai Allah
    benar2 mencintai Allah

    Semoga Allah SWT anugerahkan kita cinta yg benar dan sejati hanya kepada-Nya, dengan lebih dulu mencintai dan meneladani Rasul pilihan-Nya, “Kekasih”-Nya, Sayyidina Muhammad SAW..amin Allahumma amin..

  5. Hi Mas Rozy, Assalammu ‘alaikum wrwb. Blog nya bagus, bagus untuk tamasya ruhiah… postingnya juga sangat berbobot… bermanfaat untuk dibaca,

    Thanks & Wassalam
    Ria

    Wa’alaikumussalam wr wb Pak Ria,
    Alhamdulillah Pak…kehadiran Bapak ke blog ini juga memberikan sentuhan yg berbeda yg membuat saya menjadi malu dan gugup… 🙂 . Terima kasih juga atas kesediaan Bapak memenuhi undangan saya tempo hari. Semoga ruang ini bisa kita jadikan ajang untuk saling berbagi banyak hal bermanfaat..Insya Allah…amin

    Salam hangat dan sukses buat Bapak sekeluarga 🙂

    Wassalam

  6. Ah, manusia…. kita semua… seringkali mengaku cinta pada-Nya, tapi apel rutin 5 kali sehari sering terabaikan, apalagi mau apel tambahan. Surat cinta-Nya menumpuk di kotak2 barang tak terpakai.
    Masya Allah…
    Semoga kita bisa menjaga cinta pada-Nya, merawatnya hingga DIA tak ingin berlalu meninggalkan kita. Amin

  7. Bagaimana cara menakar kadar kemurnian cinta ?
    Aku baru saja mempositing artikel,”Siapa Butuh Akademi Cinta?”

    Trims.
    RM
    http://ayomerdeka.wordpress.com/

    Alhamdulillah, terima kasih buat pak Robert telah berkunjung kemari. Saya sudah lihat tadi artikelnya. Insya Allah nanti saya coba mengomentari artieklnya dan seperti apakah “Akademi Cinta” itu seharusnya, menurut sudut pandang keyakinan saya, Islam 🙂

  8. Semoga kelak, kita semua hadir di hadapa-Nya dengan membawa cinta yang Asli bukan palsu , amiennnnnnnnnnnnnnnn

    Amin Allahumma amin….Indahnya jika do’a ini terucap sesaat setelah engkau melakukan ijab qobul… 😉

  9. Aslkm…jadi merasa….moga enggak cinta yg palsu ya mas…
    Moga ikatan cinta ini mempertemukan kami di Surga-MU ya Allah, karena kami saling mencintai karena-MU ya Allah. karena ikatan aqidah Ya Allah…saksikanlah Ya Allah.

    karna diSurga kelak akan ada sekelompok kaum yg mereka di sanjung2 oleh Malaikat dan di istemewakan oelh Allah, mereka bukan para Nabi dan Rasul, mereka bukan pula para Syuhada’ dan Shidiqin, dan bukan pula para Sahabat Rasulullah, tapi mereka adlh Orang2 bersaudara dan mencintai karena Allah, ia bersaudara dan saling mencintai karena ikatan Aqidah.

    Wa’alaikumussalam akhi…
    Amin Allahumma amin… Semoga Allah SWT dan Rasul-Nya “Bahagia” dan Allah memberikan petunjuk dan bimbingan kepada kita dalam melangkah di sisa-sisa umur kita ini…amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s