Kita Tidak Hidup Sendirian di Dunia Ini

 

Saudaraku,

Kita hidup bukanlah untuk tujuan rendah. Sekedar tidur, terjaga, lalu mereguk segala kenikmatan dunia yang ada tanpa pertimbangan kebaikan. Begitu rendahnya nilai hidup ini jika kita hanya disibukkan oleh perlombaan dalam hal mengumpulkan harta benda, namun akhirnya melupakan kehadiran orang-orang di sekeliling yang tak beruntung dalam banyak sisi kehidupan, terlebih lupa untuk terus menetapi kebenaran dan upaya untuk terus berada dalam ketaatan kepada Allah.

Duhai Saudaraku,

Terjagalah! Jangan sampai segala kemudahan hidup yang kita peroleh saat ini malah memalingkan diri kita untuk terus mendekat kepada-Nya.

Terjagalah! Jangan sampai segala kemudahan itu malah mengantarkan diri kita menjadi pribadi yang tidak empati dan peduli sesama, jauh dari nilai-nilai kemanusiaan, rasa cinta serta meniadakan keberadaan orang-orang di sekeliling selain dari diri kita. 

Saudaraku,

Cobalah sejenak luangkan waktu. Cobalah sejenak berbagi rasa dengan orang-orang yang sebenarnya begitu dekat dengan diri kita, namun tanpa disadari seringkali terabaikan. Cobalah sejenak melepaskan diri dari kesibukan yang tiada menyisakan sedikitpun waktu untuk kehidupan sosial, berbagi dengan banyak anggota masyarakat dalam gagasan dan cita-cita bersama untuk sebuah perbaikan lingkungan. Sesungguhnya, manusia tidaklah hidup sendiri di dunia ini. Setiap pribadi pasti membutuhkan sinergi satu sama lain. Dan sesungguhnya setiap pribadi pasti saling melengkapi dalam hal kekurangan dan kelebihan yang dimiliki.

Saudaraku,

Bersyukurlah, ketika Allah telah menganugerahkan Anda kepekaan rasa dalam banyak sisi kehidupan, disaat banyak pribadi hanya memikirkan dirinya sendiri, lebih disibukkan dengan urusan-urusan yang sebenarnya tidak begitu penting, jauh dari bakti dan peruntukkan kebaikan, terlebih sibuk dengan urusan yang melalaikan dari mengingat kebesaran Allah. Namun janganlah tertipu dan menjadi angkuh, seraya membanding-bandingkan amal pribadi dan orang lain. Akan tetapi, kembalikanlah segalanya kepada Allah, dzat yang sejatinya berkuasa atas segala sesuatu seraya terus bermohon hidayah bagi diri dan orang lain.

Semoga, setiap detik yang telah kita lalui, setiap senyum yang kita beri, dan setiap langkah yang menghiasi hari, bernilai kebaikan dan membuat Allah SWT ridho kepada kita.

Semoga kita mampu menjaga niat dalam setiap amal, usaha kebaikan yang telah langgeng berjalan, tentu dengan memohon bantuan dan kekuatan dari-Nya semata.

Wallahu a’lam

::Foto
Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
Iklan

15 thoughts on “Kita Tidak Hidup Sendirian di Dunia Ini

  1. Aslkm. semoga kita selalu berada dalam naungan-Nya sehingga kita tidak merasa hidup sendirian, tapi ada orng disekeliling kita bahkn ada yg butuh ulur tangan kita. smg kita termaksk orng yg memiliki kelembutan hati.amiin

    oya syukron do’anya

    Wa’alaikumussalam,
    Amin…Karena memang begitulah ISLAM mengajarkan kita untuk berkasih sayang terhadap sesama makhluk dan pertolongan itu bisa berupa materi, moril dan nasehat-nasehat ajakan berbuat baik dan menghindari perbuatan buruk 🙂 . Alhamdulillah, sama-sama Mbak Asma 🙂

  2. Assalamu’alaikum Mas
    Innalhamdalillah, semoga masih ada masa juga buat ana untuk menelusuri sisa lorong waktu ini untuk lebih mendekatkan diri pada-Nya. Tulisan2 antum bagus, semoga dinilai sebagai amal sholeh oleh Allah. Tolong nasehati ana by mail ya, sudah beberapa tahun ini berupaya untuk kembali ke jalan-Nya, tapi masih banyak benturan dalam batin. Ana juga ingin menyiarkan Islam lewat web di http://naksara.net. Semoga Antum berkenan pula memberi masukan untuk web tadi. Jazakallah. Adi Sucipto fil Sukabumi

    Wa’alaikumussalam Mas Dito,
    Alhamdulillah..insya Allah. Posisi kita saat ini lg sama-sama berusaha mendekatkan diri kepada-Nya. Jadi kita saling bernasehat saja, karena saya juga bukanlah sosok sempurna tanpa cela. Terlebih saya baru belajar merangkak [lihat halaman SEKILAS di blog ini kenapa saya menulis] dalam susahnya mendaki tangga taat kepada-Nya. Namun, jika Mas Dito ingin berkonsultasi, saya sarankan Mas coba berkunjung ke http://majelisrasulullah.org . Insya Allah nanti Mas Dito mendapat pencerahan dari beliau yg mengasuh forum di web tersebut. Selamat berjuang, semoga Allah memberi kita petunjuk dan insya Allah nanti saya singgah kesana 🙂

    Wassalam

  3. Aslkm..mas

    Semoga kita slalu istiqomah dalam keikhlasan.amin.

    gimana khabar mas? sehat2?

    Wa’alaikumussalam Mas Alex,
    amin Allahumma amin…Alhamdulillah saya sehat. Semoga yg bertanya juga demikian 🙂

  4. Assalammualaikum mas fakhru…….seneng saya tulisannya mas fakhru tersirat sebuah rasa positive yang besar untuk meneyebarkan kebaikan

    Wa’alaikumussalam Mas Adit… 🙂 ,
    Alhamdulillah mas..segalanya atas izin Allah dan semoga segala sesuatunya tidak berhenti hanya pada kalimat yg tertulis, melainkan bisa diwujudkan dalam kehidupan nyata…insya Allah..amin.

    Terima kasih atas kunjungannya dan salam silaturrahim 🙂

  5. Seorang Ustadz kemarin kasih masukan seperti ini
    Ada 2 hal yang harus ada pada diri setiap muslim :
    1. Seorang muslim harus punya hubungan yang kuat dengan Allah, untuk mendapatkan hubungan yang kuat dengan Allah kita semua harus jaga TAHAJUD.
    2. Seorang Muslimi harus punya hubungan yang baik dengan sesama , karena itu sudah menjadi keharusan , Rasulullah saw diutus bukan sebagai azab tetapi sebagai rahmat.

    Makasih bang tulisannya 😉

    Alhamdulillah….
    Saya yg mesti berterima kasih, karena sudah dikasih ilmu dan nasehat, dan beginilah semestinya bentuk kepedulian dalam hubungan silaturrahim 😉

  6. hablum minallah dan hablum minannas…

    inyong ngaminin aja deh doa yang terakhir itu…aminnn

    Benar…
    Dua hal di atas tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan. Usaha kita untuk selalu menjaga baik keduanya…insya Allah.

    Alhamdulillah, makasih yak atas komennya 😉

  7. Semua Manusia butuh pertolongan orang lain, terutama memohon kepada Yang Maha Kuasa Allah SWT. Semoga Kita Selalu Ingat Allah SWT

    Amin Allahumma amin…Disanalah kita belajar untuk rendah hati dan rasa kehambaan dihadapan-Nya

  8. Salaam,

    Sejuk banget rasanya baca tulisan ini, secara yang saya paling takut bukan”terlalu” menyendiri, tapi yang sering saya rasakan dengan banyak “bergaul” saya rawan dengan sifat angkuh (kibriya)..hiks…hiks…takut sekali, karena setitik aja jalan saya ke surga tertutup, biasa mas, namanya ibu2/wanita kalau kumpul kan susah kalau gak ngegosip, biar gak ikutan ngomong, tapi hati & otak sering tecemar… 😦
    btw:jadi dapet ide posting neh 🙂 trim’s

    Wa’alaikumussalam Um Ibrahim,
    Alhamdulilillah.. Kesombongan yg didefinisikan sebagai menolak kebenaran dan merendahkan orang lain? Memang besar sekali fitnah pergaulan dan efeknya jarang sekali kita sadari. Namun, pengaruh teman pergaulan itu adalah benar adanya. Banyak hadist Rasulullah ttg pengaruh pergaulan terhadap diri pribadi [Um Ibrahim bisa merujuk ke kitab2 hadits ttg Bab Pergaulan]. memang terkadang kita merasa serba salah berada dalam posisi seperti itu, apakah “tetap berada” dalam lingkungan dan suasana seperti itu atau lebih memilih “menyendiri”, terlebih apabila setelah kita memilih pergi, hati langsung “bekerja” dan “berbisik” sesuatu yg mungkin lebih kepada “menganggap rendah” atau menganggap diri “lebih baik” dari mereka yg suka bergosip tadi.

    Namun menurut saya, semuanya kita pulangkan kepada niat kita untuk menghindarinya tidak lebih semata-mata karena hal-hal tadi yg kita ketahui menurut “pandangan” Allah dan Rasul-Nya adalah sesuatu yg salah dan kita dianjurkan menghindarinya jika sekiranya itu lebih baik seraya meminta perlindungan dari Allah dari godaan dan bisikan syetan yg akan melintas di hati dan pikiran. Atau bisa saja Um Ibrahim memilih utk tetap bergaul dan berada disana [karena tidak mungkin untuk mengucilkan diri, sementara kita sadari mereka butuh nasehat dan kita sedikit banyak tahu apa yg mereka lakukan adalah salah] sembari sedikit demi sedikit “menyuntikkan” nasehat2 agama yg lambat laun bisa menyadarkan para ibu-ibu yg sering terlibat gosip tadi serta tidak lupa meminta pertolongan Allah, karena Dia-lah yang maha membolak-balikkan hati manusia..

    Demikian pendapat saya, dan terima kasih telah berkunjung 🙂

    Wallahu a’lam bishshowabb

  9. Yach, begitulah memaknai hidup. Ada sisi positif dalam segala hal negatif, begitu pula sebaliknya. Tuhan selalu menemani kita. Semoga…

    Berprasangka baik kepada Allah dan juga kepada sesama makhluknya adalah hal yg mesti kita usahakan dalam hidup ini. Namun berprasangka baik kepada sesama makhluk bukan berarti menutup diri kita untuk saling bernasehat dalam menetapi kebenaran dan perbuatan baik dengan cara santun dan hikmah ketika ada hal-hal buruk/negatif yg tampak di sekeliling, dan itu membutuhkan kesadaran secara bersama-sama. Memang terkadang apa yg kita anggap baik [dalam beberapa hal] belum tentu baik di sisi Allah dan yg kita anggap buruk [dalam beberapa hal], belum tentu buruk di sisi Allah. Disanalah perlunya kita berbaik sangka dalam banyak hal dan menyerahkan serta memulangkan segala sesuatunya kepada Allah, dzat Yang Maha Tahu dan berkuasa atas segala sesuatu.

    Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk selalu dapat memahami segala hikmah yg terkandung dari setiap ciptaan-Nya di jagad raya ini…amin.

    Terima kasih atas kunjungannya 🙂

    Wallahu a’lam

  10. -Kita tidak hidup sendirian-
    Saya benar-benar merasakan apa yang tertulis pd judul di atas setelah lama menetap di Lombok ini….
    Saya butuh khadimat, yg ikhlas menjaga anak-anak saya saat saya pergi dan tidak memnungkinkan membawa mereka.
    Itu baru satu contoh saja
    Terima kasih mau mengingatkan

    Benar Mbak Nin.
    Itulah kenapa dalam ilmu sosiologi, manusia disebut sebagai makhluk sosial [mohon koreksi jika salah :mrgreen: ] yg saling membutuhkan satu sama lain. Disana pun kita bisa melihat kebesaran Allah, yg mana meski seseorang memiliki kecukupan harta, namun mereka terkadang tetap membutuhkan jasa seorang pembantu untuk menyelesaikan urusan rumah tangga dan hartanya yg begitu banyak. dan jika dilihat dari sudut pandang saling melengkapi, pekerjaan seorang pembantu pun bukanlah pekerjaan rendahan sebagaimana persepsi banyak orang, sepanjang seorang pembantu tersebut berlaku amanah dan bertanggung jawab dengan profesinya…

    Alhamdulillah dan terima kasih telah sudi berkunjung kembali.
    Salam hangat buat keluarga tercinta 🙂

    Wallahu a’lam

  11. Semoga kita mampu menjaga niat dalam setiap amal, usaha kebaikan yang telah langgeng berjalan, tentu dengan memohon bantuan dan kekuatan dari-Nya semata.

    amiiin.
    mas, rozy, betapa damainya ajaran agama kita itu. ada sikap toleran dan kepedulian terhadap sesama. di setiap harta kita, ada sebagian yang diperuntukkan bagi saudara2 kita yang dhuafa. semoga, kita tidak larut dalam buaian ubbuddunya yang sering menjebak kita untuk menghalalkan segala cara.

    Amin Allahumma amin…
    Benar Pak Sawali. Benarlah apa yg difirmankan oleh Allah SWT, bahwasanya kehadiran Rasulullah SAW, Sang Pembawa risalah ilahi ini tidak lain sebagai Rahmat untuk semesta alam. Semoga kita terlindung dari fitnah dunia ini dan mampu menggunakan kenikmatan-kenikmatannya secara proporsional sesuai kebutuhan serta tidak berlebih-lebihan. Alhamdulillah dan terima kasih Pak Sawali. Saya ikut tercerahkan dengan komentar Bapak kali ini 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s