Ada Yang Luput Dari Perhatian Kita

poor.jpgSaudaraku,

Mungkin saat ini kita bisa tersenyum bebas dan tertawa lepas, ketika kita berada di posisi aman yang berkecukupan, dimana apa yang menjadi keinginan bisa segera terpenuhi hanya dengan mengacungkan jari dan mengeluarkan isi dompet yang tebal penuh isi. Ketika rasa lapar menghampiri, kita tinggal meminta bantuan seseorang untuk membelikan makanan yang disukai, atau pergi berkeliling untuk memilih restoran dengan menu terlezat yang senantiasa tersaji. Tiada kesan susah yang akan terlihat, terlebih mengiba-iba hanya untuk mendapatkan sesuap nasi, untuk membuat perut terisi dan rasa kenyang menghampiri. Bahkan mungkin makanan yang tersaji tadi malah tersisa, dan akhirnya banyak terbuang percuma.

Saudaraku,

Cobalah sejenak kita melaparkan diri, melakukan puasa, dan berusaha melihat lebih dekat penderitaan yang dirasakan oleh orang-orang yang tak beruntung mendapatkan makanan yang layak dan mencukupi meskipun untuk kebutuhan sehari. Cobalah sejenak kita bayangkan keadaan itu, sekiranya sedang terjadi pada diri kita sendiri saat ini. Barangkali, sebagian besar dari kita, hampir setiap malamnya dapat terbaring nyenyak di atas kasur yang empuk, bermimpi yang indah, lalu paginya terjaga tanpa rasa khawatir tidak mendapat jatah sarapan pagi. Namun sadarilah, bahwa hal itu belum tentu terjadi pada diri si miskin, dimana hari-harinya senantiasa dihiasi oleh cucuran peluh, ditolak sana sini dan diacuhkan oleh orang-orang yang ia mintai.

Saudaraku,

Cermatilah orang-orang yang ada di sekeliling kita. Boleh jadi ada tetangga, sahabat dekat, ataupun seorang peminta-minta tengah merintih menahan lapar sejak kemarin pagi. 

Duhai Saudaraku, 

Tidak terketukkah hati nurani kita oleh sikap mulia Khalifah Umar bin Khaththab? Yang rela membawa sendiri sekarung gandum untuk rakyatnya, kemudian memasakannya, lalu menyuapkannya sendiri ke mulut mereka, karena didorong rasa amanah dan takutnya kepada Allah?

Tidak malukah kita kepada-Nya, dimana kita lebih sering terbaring nyenyak dalam keadaan kenyang dan dahaga, sementara tetangga di samping merasa haus juga kelaparan?

::foto
Creative Commons License
Sebuah Perenungan by Posts is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at zidaburika.wordpress.com.
Iklan

30 thoughts on “Ada Yang Luput Dari Perhatian Kita

  1. demi Allah, tatkala diperingatkan akan kisah Umar r.a sungguh hatiku bergetar ya akhi… sungguh-sungguh, perlulah kita bercukup-cukup dalam belanja, jangan melebihi sehingga nafsu pula yang menjadi raja… karena dalam rezeki yang kita punya ini, ada padanya milik orang yang berhak… maka, berzakatlah….

  2. kehidupan bener-bener di dunia maya…. tinggal minta akan datang sendiri. Tulisan ini seperti tulisan ane yang berjudul Tolong bangunin aku…..

  3. Bahkan ketika berpuasa pun, kita tidak benar-benar sedang merasakan kelaparan yang diderita oleh saudara-saudara kita. Hidangan mewah dan lezat sudah tersedia menanti kita berbuka. Puasanya diakhiri dengan menu berbuka yang nikmat. Berbeda dengan ‘mereka’…. berpuasa dan tak tahu harus berbuka dengan apa….dan kapan….
    Terima kasih sudah mengingatkan…
    –Gambarnya sangat menyentuh–

  4. Assalamu alaikum Mas Rozy, gmana kabarnya sekeluarga?. Sudah lama saya ga silaturrahim ke sini.. semoga Mas, keluarga dan saudara-saudara yang lain selalu istiqamah di jalan Allah. Salam untuk keluarga

    Wa’alaikumussalam wr wb Mas Saif,
    Alhamdulillah saya sekeluarga sehat…insya Allah. Semoga Mas Saif sekeluarga juga demikian..Amin Allahumma amin..Terima kasih atas do’anya saudaraku..Semoga Allah memberikan kita semua kekuatan dan keistiqomahan melalui do’a-do’a yg selalu kita panjatkan bagi sesama saudara seiman..Insya Allah. Salam kembali buat keluarga Mas Saif di Palembang 🙂

  5. Jazakallahu koiron Jaza. Tapi klo saya mah sering mengalami yg diatas. Sehari makan sekali kadang2 bingung mo makan apa bsk tdk ada uang di kantong padahal anak hrs makan… Sering kelaparan… jadi tau rasanya perut melilit-lilit menahan lapar tp tdk ada yg bisa dimakan. Yah tapi doakan saya tetap bisa selalu bersabar & bersyukur. Masa ga yakin kalau Allah swt itu Roziqon..

  6. Tulisan Anda spt rubrik ruhaniyyat tarbawi. Anda jurnalis majalah tarbawi??

    Alhamdulillah, terima kasih sebelumnya karena telah sudi berkunjung 🙂 . Sejujurnya saya bukan seorang jurnalis, apalagi penulis. Namun terus terang saya menyenangi gaya tulisan-tulisan yg ada di majalah tarbawi dan merasa mendapat inspirasi dari sana 🙂

  7. Assalamu’alaikum,

    Numpang berteduh lagi. Dan jadi sedih lagi – rasanya saya kurang responsif dengan situasi di sekitar.
    Mohon doanya semoga bantuan yang sedang kami persiapkan bisa sedikit membangkitkan kaum yang membutuhkan. Tidak hanya mengisi perut-perut mereka yang lapar, insya Allah. Amiin. Huff…

  8. kebetulan sering bertemu ‘mereka-mereka yg katanya miskin papa itu…’ lewat aksi-aksi sosial lembaga zakat kami. Baru sedikit, dan aku terhenyak, aku yg pernah merasakan tak punya selembar uangpun di dompet, ternyata mereka,hampir tiap hari tak punya uang di dompet, mungkin slalu habis untuk makan yang bahkan cuma sekali dua kali dalam sehari….yah, belajar berempati terhadap sesama…setidaknya membuat hati kita semakin care dg kehidupan sebagian kita yg kekurangan, nambah syukur kita jg

  9. Kadang-kadang saya merasa malu.. dan ingin berbuat sesuatu. Tapi kenapa sampai kini belum saya lakukan.. berbuat sesuatu itu… Mungkin setan terlalu dan semakin dekat dengan hari-hari saya.

  10. Subhanallah.. ternyata pertemanan itu bisa terjalin dimana saja .. walau tanpa tatap muka atau jabatan tangan yang erat Semoga kita tetap saling mengingatkan dan tetap menjalin tali silaturahmi… 🙂

    Alhamdulillah…Tiada satu pertemuan pun kecuali Allah telah mentakdirkannya 🙂 . Senang berkenalan dengan mbak Ulie, salam silaturrahim dan semoga jalinan ini bisa lenggeng berjalan 🙂

  11. Ya Allah, semoga Engkau jadikan kami orang yang tidak saja iba dengan penderitaan orang lain, namun juga mampu berbuat untuk menjadi sinar yang mampu menerangi orang lain. salam kenal dan silaturahim juga dari tanjung piayu.

  12. Subhanallah … bagus banget isinya mengingatkan kita dengan tulisan yg sangat sederhana namun penuh makna 🙂
    Semoga kita termasuk kedalam umatNYA yang senantiasa bersyukur .. Amin

    Amin Allahumma amin…
    Semoga kewujudan syukur itu bisa kita aplikasikan dengan hati, lisan dan perbuatan, dengan sesuatu yg akan membuat Sang kholiq bahagia dan ridho..insya Allah…
    Alhamdulillah dan terima kasih Saudariku sudah sudi berkunjung 🙂

  13. Tatkala kubaca tulisan ini, hatiku bergetar dan tanpa sadar mataku terasa panas dan…..
    salam kenal aja ya…
    Insya Allah kan sering berlabuh di blog yang penuh akan banyak renungan.

    Saudaraku,
    Alhamdulillah dan terima kasih telah sudi berkunjung kemari. Mudah-mudahan apa yg telah tersaji bisa memberikan manfaat dan kesejukan untuk selalu mengiangkan nama-Nya.
    Salam kenal kembali dan silaturrahim dari saya 🙂

  14. Renungan yang sangat menyentuh.Smoga kita tidak termasuk orang yang melalaikan tanggung jawab dan perhatian pada orang-orang yang membutuhkan.”Kebahagiaan sejati didapat saat memberi”.smoga Alloh SWT selalu memberikan taufik dan hidayah kepada kita semua agar berbuat lebih baik lagi.

    Amin Allahumma amin…insya Allah Mbak Frida..

  15. bagusnya sih makan jamaah dalam satu nampan aja…jadi jangan makan sebelum ada temennya dan keliling-keliling dulu nyari temen untuk diajak makan berjamaah satu nampan..satu porsi makanan untuk satu orang cukup untuk 2 orang, satu porsi untuk 2 orang cukup untuk 3 orang dst..mantabsss

    cuman inyong belum bisa nglakuin itu, baru bisa sebatas keluarga aja..hiks..hikss…baru sama istri dan anak..hiks..hikss

    Bener Mas, seperti halnya sayyidina Umar bin khaththab [mohon dikoreksi kalo salah] yg belum mau makan jika belum ada yg akan makan bersama beliau. Memang, jika kita makan bersama [jamaah], akan ada nuansa yg lain dan makanan yg disantap pun jadi terasa lebih nikmat [meski hanya pake sambel or ikan asin 😀 ] dan ada yg menyebutkan bahwa makan berjamaah itu akan menyatukan frekwensi hati..

    Semoga Allah tumbuh suburkan rasa empati dan sensitifitas pada diri kita dalam banyak sisi kehidupan sehingga tidak ada lagi org yg tanpa kita sadari telah terabaikan dan luput dari perhatian…

  16. diriku ini malu selalu diingatkan
    jazakaulahu khoir

    Apa yg sudah tertulis sebenarnya lebih pada mengingatkan diri saya sendiri. Alhamdulillah sekiranya Mas Hangga juga merasa diingatkan…

  17. Benar, sahabatku. Bahkan, izin ku petik semula intro lagu Tazakka, Jangan Ambil Penglihatanku sebagai perenungan kita bersama.. :

    “Sahabatku yang baik, sesungguhnya nikmat adalah cubaan. Bila nikmat disyukuri, maka menjadi gerbang pembuka aneka nikmat yang lebih hakiki.

    Namun ingat bila nikmat dikufuri, maka dia adalah gerbang.. lahirnya laknat dan bencana. Waspadalah terhadap pujian, kelapangan, harta, sihat karena ini adalah ujian yang lebih berat daripada kepahitan. Jangan biarkan diri lali, yang akan mengundang bala..

    Syukurilah, syukurilah setiap nikmat dengan menjadikannya kenderaan untuk mendekat, untuk mengabdi kepada Yang Maha Memberikan Segala Nikmat, Allah Azzawajalla.”

    Alhamdulillah, terima kasih saudaraku Firus telah berkongsi ilmu di ruang ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua…amin..

  18. Sahabat…
    …dalam lembutnya belaian malam…
    Aku terantuk dalam sandungan karang yang terjal
    …mungkin karena ada yang terlupa…
    Aku tak sempat mengalungkan seuntai kalung bunga berbalut do’a
    …dalam istirahatmu…
    …dalam langkah kerja dan ikhtiarmu….
    …dalam perjuangan belajarmu….
    Dan disini ingin kupastikan…
    …bahwa kau selalu sehat dan bahagia…
    Cukup kabar itu yang kuharapkan…
    …dan bisa membuatku berurai air mata bahagia…
    Manakala kau bisa terlelap tidur dalam dekap bahagia
    Dan disini ….
    Aku hanya bisa berdo’a…dan berdo’a….
    Tuk bahagiamu…tuk senyummu…dan tuk kehangatan hidupmu. Amin
    Met malam dan met bobo ya…

    Alhamdulillah dan terima kasih atas segala do’a yg telah engkau panjatkan,
    Maafkan daku sebelumnya sahabat, Jika engkau sudi, maukah engkau sebutkan siapa sebenarnya gerangan dirimu? Apakah engkau satu dari sekian orang yg pernah dekat yg tanpa sadar telah lama ku lupakan? Ku nanti jawabanmu disini…

  19. Assalamu’alaikum kawan

    Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan. Sayang engkau tak duduk disampingku kawan. Banyak cerita yang mestinya kau saksikan. Di tanah kering bebatuan.

    Tubuhku terguncang, dihempas batu jalanan. Hati tergetar menampak kering rerumputan.
    Perjalanan inipun seperti jadi saksi, gembala kecil menangis sedih.

    Kawan, coba dengar apa jawabnya? Ketika ia kutanya mengapa? Bapak ibunya telah lama mati, ditelan bencana tanah ini. Sesampainya di laut, kukabarkan semuanya, kepada karang, kepada obak, kepada matahari. Tetapi semua diam, tetapi semua bisu. Tinggal aku sendiri, terpaku menatap langit.

    Barangkali di sana ada jawabnya? Mengapa di tanahku terjadi bencana? Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita, yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa. Atau alam mulai enggan, bersahabat dengan kita? Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang…(EGA)

    Wassalamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam akhi,
    Semoga Allah mudahkan kita untuk wujudkan rencana-rencana kecil itu sesegera mungkin…

  20. Assalamu’alaikum Ikhwah
    Kegagalan atau belum atau lambat berhasilnya program pemberantasan kemiskinan, kelaparan, korupsi, dan puluhan program lainnya, saya pikir karena mereka (para programmer, dan orang-orang yang terlibat di dalamnya; selanjutnya disebut PEMERINTAH)justru lebih fokus pada kemiskinan, kelaparan dan korupsi itu; dan realita itulah yang justru terjadi. Semestinya, mereka membuat program kesejahteraan, kemakmuran, good government, dan program positif lainnya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Insya Allah kalau ada masa, saya kupas sedikit di http://naksara.net
    Wassalam Ikhwah

  21. speechless euy…klo aja ada yg bisa kita lakuin lebih buat mereka…apa yah???semoga mereka semua diberikan kekuatan iman dan takwa agar tidak terjebak dgn mereka yg berkedokkan kemanusiaan tp malah ingin barter akidah..naudzubillah… 😉

    Mari sama2 kita mulai dari lingkup yg terkecil dan terdekat dgn kita…Semoga petunjuk Allah SWT senantiasa bersama kita semua…

  22. semuanya bisa berubah ketika ada yang mendobrak sisi manusia yang kelam dan sisi manusia yang hina. Manusia itu sebuah cerita kehidupan yang komplekx, namun sebalinya di indonesia ini

  23. Setiap orang bisa melakukan perubahan tanpa harus menunggu usaha dari pemerintah dengan cara mengeluarkan 2,5% zakat harta kita, karena sesungguhnya di dalam harta kita ada hak mereka, dan kelak Allah Swt akan mempertanyakan masalah itu.

    Kita bisa bayangkan andai saja setiap muslim dengan kesadarannya mengeluarkan 2,5% persen dari hartanya, berapa banyak kira-kira penduduk miskin yang bisa tertolong asbab zakat kita, lagi pula 2,5 % itu sesungguhnya bukan hak kita tetapi hak mereka yang memerlukannya. Insya Allah saya niat mengamalkannya, bagaimana dengan saudara-saudara sekalian? 🙂

  24. Assalamu’alaikum ikhwah
    Kalau bukan karena ada mereka, tidak akan mungkin ada yang disebut kaya. Kalau bukan karena rintihan mereka, terbayangkah keadaan sebuah negeri? Saya pikir, makin terpuruknya keadaan sebuah negeri (yang dikenal dengan negeri yang dengan gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo)adalah karena kita sering melupakan mereka. Negeri yang katanya akan menanggung fakir miskin dan anak terlantar dalam pasal undang-undangnya? Negeri yang katanya punya gerakan pemberantasan kemiskinan, tapi malah muncul pemiskinan? Ikhwah fillah, sudah sangat dibutuhkan bukti bahwa kita berbuat untuk mereka! Pantaskah kita memohon kepada Allah masuk syurga, sementara kita membiarkan mereka? Tidak tergerakkah kita untuk menjadi Umar Al-Faruq-Umar Al-Faruq abad ini? Tidak tergerakkah para blogger muslim untuk berkiprah untuk mereka? Ikhwah fillah, secara pribadi ana berharap keberadaan blog-blog muslim juga berperan untuk mereka. Ana berharap (sangat bahkan), blog yang kita cintai ini menjadi tempat pergerakan untuk mereka. Setujukah Ikhwah? Setujukah Akhi Fakhrurrozy? Menjerit batin ini Khi. Wassalam

  25. Teringat juga Khadijah ra, yg tidak besedia makan kalau tidak bersama pengikut Nabi SAW… tapi…kalo untuk orang Indo saya tidak habis pikir..kok bisa seh….tanah indo begitu subur, nanem apa aja jadi, ikan dilaut berlimpah… kenapa sampe kelaparan? beras sampe ngimport? kalo yg hidup digurun pasir gak heran kalo kelaparan,tapi kalau yg hidup di garis khatulistiwa, apakah bukan kebodohan kalau sampai kelaparan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s