Kerisauan Yang Semestinya

morning-clouds

Saudaraku,

Tidakkah kita merasa malu, bahwa Allah SWT senantiasa memanjakan diri kita setiap hari? Hampir seluruh kebutuhan kita terpenuhi tanpa terkecuali, meski mungkin pengabdian dan bakti kita kepada-Nya sering kali tertatih dan jauh dari nilai yang layak dalam pandangan-Nya. Barangkali tidak sedikit pula dari ibadah yang kita lakukan hanya sebatas sekedar memenuhi kewajiban, dan bukan didorong keinginan untuk terus menjaga irama kedekatan dan rasa kehambaan kita kepada-Nya agar senantiasa indah.

Saudaraku,

Betapa banyak waktu yang seharusnya kita pergunakan untuk hal yang bermanfaat, namun seringkali kita sia-siakan dan terbuang percuma untuk perdebatan, yang akhirnya lebih cenderung menyuburkan rasa egoisme diri yang semakin merajai hati, dan kita pun tak pernah merasa takut dan risau akan masa depan kita di akhirat nanti. Betapa risaunya kita akan berkurangnya harta, namun jarang sekali kita merisaukan tentang sedikitnya bekal “pulang” kita nanti, dikarenakan lebih sibuk melihat dan membongkar aib saudara kita sendiri.

Saudaraku,

Rasulullah SAW, sang kekasih Allah SWT, penutup para nabi, sosok yang maksum dari dosa, tetap saja menyempatkan waktunya untuk terus menjaga irama kedekatan dan kemesraan dengan Sang kholiq. Di saat makhluk-makhluk Allah lainnya masih terlelap dalam tidur dan terbuai dalam mimpinya di malam hari, beliau malah terus memperbanyak sujud kepada Allah SWT. Saat dimana mungkin sebagian manusia merencanakan kejahatan, namun di saat itu pula sosok mulia dan teladan seluruh alam ini malah terus merajut tali kasih dengan dzat Yang Maha Mulia dengan penuh rasa hamba dan cinta.

Diceritakan dalam sebuah riwayat, bahwa sayyidatina ‘Aisyah rha, istri Rasulullah SAW sampai bertanya, mengapa beliau tetap saja bersusah payah dalam beribadah kepada Allah, padahal beliau telah dijamin dengan syurga oleh Allah SWT. Saudaraku, tahukah jawaban seperti apa yang terlontar dari bibir mulia beliau? Beliau pun menjawab bahwa sesungguhnya beliau ingin menjadi hamba Allah yang bersyukur.

Saudaraku,

Betapa indahnya peri kehidupan orang-orang yang dimuliakan oleh Allah SWT dan orang-orang sholeh terdahulu. Ingatan mereka tidak pernah lepas dari Sang Kholiq. Kerisauan mereka tidak pernah jauh dari perihal urusan akhirat. Dan rasa sedih mereka tidak pernah keluar dari lingkup waktu yang luput diisi dengan amal kebaikan. Begitu besar rasa kehati-hatian mereka dalam memegang amanah hidup, dan begitu berhitungnya mereka atas setiap langkah yang akan diambil, sehingga berharap tidak satupun yang akan melenceng dan mengundang kemurkaan Allah SWT.

Mereka senantiasa merisaukan diri walau hanya untuk perkara-perkara yang kecil, baik berupa ucapan, sikap, maupun hal-hal yang notabene lebih sering kita abaikan saat ini. Lihatlah, bagaimana dikisahkan bahwa imam Abu Hanifah senantiasa menangis tatkala membaca ayat 59 dari surah Yasin dalam Al Qur’an, karena rasa takut dan risaunya akan akhirat. Dikisahkan juga bagaimana rasa takut Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq ra untuk sebuah ucapan yang pernah beliau lontarkan kepada salah seorang sahabat Rasulullah SAW saat itu.

Saudaraku,

Sudahkah kerisauan yang seperti ini yang kita semai setiap waktu? Masihkah kita berkenan merelakan setiap detik berlalu dengan sia-sia? Sudahkah rasa syukur, takut dan kerisauan kita tentang akhirat sebagaimana rasa syukur, takut dan kerisauan orang-orang sholeh terdahulu membakar semangat kita untuk terus beramal kebaikan?

Semoga Allah SWT senantiasa menolong kita, menjaga hati kita dalam kelurusan niat ketika beramal, semata-mata untuk mencari keridhoan-Nya.

Astaghfirullah al’azhim,

Wallahu a’lam.

::Foto
Creative Commons License
Iklan

17 thoughts on “Kerisauan Yang Semestinya

  1. Alhamdulillah k Rozy,sy sangat bersyukur bs ktemu blog ini, sy yg lg down ibadah terkadang menyalahkan-Nya,knpa sy bisa bernasib begini…setelah baca blog ini sy lg tercharger kembali untuk berbuat kebaikan,tetap optimis knpa harus dunia yg sy pikirkan bukankah ada akhirat kehidupan yg hakiki..makasih terus berkarya K’Rozy saling mengingatkan kebaikan utk umat.. salam

  2. alhamdullillah

    akhy rozi yang baik..

    saya sagat tertarik dengan tulisan nya waktu itu saya nyasar nympe ke blog nya mas rozi…

    lalu tulisannya saya copy,namun bukan nya saya berniat menjai seorang plagiator …

    jazaakumullah..

    wass

    ====
    #Alhamdulillah saudaraku Alfi,
    Tiada pertemuan yang terjadi kecuali telah Allah SWT tetapkan. Begitupun juga “nyasar”nya Mas Alfi hingga hadir dan sampai ke blog saya 😀 . Terus terang, saya merasa malu sekaligus berterima kasih karena Mas Alfi sudi menempatkan tulisan saya di blognya. Semoga Allah SWT membalasnya dengan balasan yang lebih baik..insya Allah.

    Mohon maaf lahir batin dari saya dan salam silaturrahim 🙂

    Wassalam,

    Rozy

  3. alhamdulillah…
    mampir lagi… lama ga blogwalking… 😀
    thx atas doanya… mdh2an indahnya kata2 mas rozy mampu menusuk nurani pembacanya dan trs mewarnai blogsphere ini..

  4. Makasih byk mas rozy…
    senang baca postingan ini jadi lebih menikmati hidup di jalan Allah SWT..
    Malu rasanya sll mengeluh, tanpa sadar begitu byk rezeki yg telah diberikanNya..
    Astaghfirullah…

  5. @ All,

    Alhamdulillah dan terima kasih atas komentar saudaraku sekalian.

    Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah-Nya kepada kita dalam setiap ayunan langkah..amin.

  6. Terima kasih sudah diingatkan lagi, smoga banyak orang2 seperti Kak Rozy yang dapat menyadarkan masyarakat yang akhir2 ini banyak melakukan ” Bunuh Diri” karena prustasi/risau dg kehidupan. Smoga Allah SWT slalu melindungi kita.

  7. MasyaAllah..
    Good Posting nih…

    kayaknya baca tulisan di atas jadi terenyuh dan sadar diri… saatnya kembali ke jalan yang benar…

  8. Terima kasih, postingan yang mengingatkan kembali akan kelalaian diri. Semoga Allah SWT mengampuni hamba-hambanya yang lalai.

  9. ya Allah, hamba ini insan yang lemah, bahkan mungkin lebih kecil dari butiran pasir di pantai…. wahai Tuhan yang serba berkuasa, jangan palingkan kami dari nur-Mu setelah hidayah Kau limpahkan… jadikan kami terus dan tetap tsabat di jalan-Mu ya Allah.. sungguh Kaulah Tuhan maha Esa….

  10. postingan yang mencerahkan dan sekaligus menyentuh kepekaan religius siapa pun, mas rozy, termasuk saya. terima kasih, mas rozy, semoga Allah senantiasa memberikan jalan kehidupan yang terang buat kita ketika atmosfer kehidupan di sekitar kita cenderung materialistis dan hedonis.

  11. Semoga Allah SWT senantiasa menolong kita, menjaga hati kita dalam kelurusan niat ketika beramal, semata-mata untuk mencari keridhoan-Nya. Aminnnnnn, Allahumma Amin. Ingatkan saya ya, Dede.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s