Tidak Rindukah Kita Akan Naungan-Nya Kelak?

Muslim Children

Sahabatku,

Lama tak kudengar kabarmu. Teringat olehku bagaimana bahagianya hati masing-masing dari kita saat awal perkenalan itu. Sosokmu serasa hadir di hadapanku, berikut segala canda dan senyum yang selama ini menjadi penghias kekakuan interaksi diantara kita. Namun, entah mengapa, kurasakan hal yang berbeda saat ini. Sapamu begitu jarang ku dengar, meski lewat sebuah pesan pendek di telepon selularku. Ku coba mencari tahu keadaanmu, namun diriku tak menemukan satupun berita tentangmu. Entah mengapa, kurasakan hati masing-masing dari kita seolah terasa begitu jauh, meski engkau sebenarnya berada dekat di sampingku.

Sahabatku,

Adakah perubahan yang engkau rasakan pada diriku? Sosok yang engkau kenal dulu dengan sosok yang ada saat ini? Jika sekiranya ada sikap dan kataku yang terlihat jauh berbeda, alangkah indahnya engkau utarakan kepadaku. Sungguh, diriku terbuka untuk banyak koreksi dalam langkah ini. Diriku bukanlah sosok sempurna, jauh dari cela, dan tak menginginkan perubahan. Barangkali diriku terlalu lemah untuk mengetahui dimana cela yang ada dalam diri ini. Dan barangkali dirimu melihatnya disaat diriku sendiri tidak menyadarinya.
Lanjutkan membaca “Tidak Rindukah Kita Akan Naungan-Nya Kelak?”

Di Tengah Samudera Cinta-Mu…

Stand Alone

Dalam resahnya pencarian
Dalam tertatihnya pengharapan
Ku adukan segala kelemahan
Ku serahkan segala urusan
Kiranya Engkau menuntunku
Kiranya Engkau membimbingku

Dengan payung Rahman dan Rahim-Mu
Dengan dekapan tak bertepi cinta-Mu
Di tengah derasnya gelombang hidupku
Di tengah luasnya samudera cinta-Mu
Ku nanti bersemi cinta di hatiku
Hingga tiada yang ku cari selain ridho-Mu

* * *

02 Juli ’08 ~ Menjelang Dhuhur

Lanjutkan membaca “Di Tengah Samudera Cinta-Mu…”