Cinta Adalah Api

Alhabib Munzir bin Fuad Al Musawa :

Berkata Guru Mulia Alhabib Umar bin hafidh;

 

 Cinta adalah Api.

Bila digunakan pada tempatnya, maka ia akan menghangatkan, memasak, menerangi dan membawa keindahan.
Namun bila ditaruh bukan pada tempatnya, maka akan membakar dan menghanguskan. Inilah api yang dhahir.

Bagaimana dengan api yang batin, ketika berpijar dalam kerinduan kepada Allah swt..
Nafas Muhammadiy.. Jiwa Muhammadiy.. Semangat Muhammadiy saw..

heart-fire

Demikianlah jiwa-jiwa yang merindukan Allah, insan-insan mulia yang bernafas di muka bumi dalam satu nafas..

Oleh sebab itu, Allah swt menamakan Nabi Muhammad saw adalah “Siraajan Muniira” (Pelita yang berpijar terang benderang), dan pelita itu terang karena apinya.
Api cinta Sayyidina Muhammad saw kepada Allah SWT.
Cinta yang paling suci dari semua cinta.

♥   ♥  

Wallahu a’lam

 

(Kiriman Bang Muhammad Taufiq Asgar)
Iklan

12 thoughts on “Cinta Adalah Api

  1. bolehkan saya minta kepada Allah untuk tdk mnyukai seseorang??untuk saat ini
    karena saya ingin fokus pada cita2 saya,, saya masih harus belajar untuk mencapai harapan org tua..
    sejujurnya, sering sekali saya merasa lelah dengan perasaan ini..

    saya ingin mencintai seseorang yg dia memang adalah jodohku,, karena aku tidak ingin mengotori perasaan ini..
    mengotori hati ini karena sering teringat olehnya…

  2. alaikumsalam warahmatullah, saudariku.

    Saya tidak hendak menjawab apa yg menjadi pertanyaan saudari karena sejujurnya saya bukanlah ahlinya. Saya hanya mengajak diri saya dan saudari untuk sama-sama belajar mengarahkan kecintaan kita pada hal-hal yg diridhoi Allah swt dan Rasul-Nya dengan harapan kita akan beroleh cinta-Nya…insya Allah..amin.

    Ya Robbana,

    Kurniakanlah hamba cinta-Mu
    Cinta orang-orang yang mencintai-Mu
    serta cinta amalan-amalan yang mendekatkan diriku pada cinta-Mu..

    Wallahu a’lam

  3. Assalamulaikum..
    cinta pada sang pemilik hati sudah sepantasnya kita berikan
    bagaimana jika ada cinta2 kecil yg menyelimuti hati.
    yang merasuk dan kadang suka mencuril tempat yg luas dihati.
    bagaimana menyikapi hal ini?

  4. Cinta ini suci

    Cinta yang hakiki

    Cinta yang sejati

    Cinta pada Ilahi

    “Sungguh tiada yang indah selain dicintai oleh Ilahi Rabbi”

    Semoga kan kita dapati cinta-NYA…

    Dengan mencintai-NYA dan mencintai kekasih-NYA — Sayyidina Muhammad SAW.

  5. ” Kelezatan CINTA . . . ”

    Bila setelah cintaku kepada ALLAH
    Aku mencintai orang seperti dia
    Di kampung maupun di kota
    Orang Arab maupun yang lainnya
    Maka mataku tak pernah terpuaskan
    Oleh pemandangan elok nan menawan
    Dan mulutku pun tak henti-henti bicara
    Mengucapkan kata-kata baik dan benar.

    Masamu laksana taman
    Dan eramu hijau merona
    Kenanganmu laksana burung pipit
    Yang mematuk memakan hati

    Tiba-tiba…di ladang itu
    Ada bulir-bulir padi
    Ada kawanan burung pipit
    Dan ada pula pepohonan.

    Kau sentung angan-angan kami
    Lalu berubah menjadi saluran air.
    Engkau hujani kami dengan cinta
    Dan hujanmu turun tanpa henti.

    Kenanganmu selalu datang kepadaku
    Di setiap petang menjelang malam.
    Pikiranku tumbuh dan berdaun lebat
    Disaat aku memikirkanmu.

    Luka-lukaku terasa enggan
    Untuk mendekap kesembuhannya.
    Luka cinta itu seolah-olah
    Tidak akan pernah sembuh.

    Aku sungguh mencintaimu…
    Tapi aku tak punya tafsir untuk kasihku
    Aku tafsirkan apa…?
    Toh cinta ini tak bisa ditafsirkan.

    Wahai lelaki yang paling mulia nan agung,
    Engkau terlambat…
    Maka malam kami terasa panjang
    Dan sinar pelita itu pun turut begadang

  6. Sahih kalamukum ya akhi fillah…
    makna kata al hubbu sangat besar, laisa bainnannas wa lakin baina al abd wa rabbuh wa rasuluh.
    Sedangkan diantara kita sebagai manusia, makna kata cinta yg kita ucapkan bersadarkan nafsu. Sehingga tdk dpt dikatakan sebagai cinta melainkan kasih syg.
    Cinta bukan hanya lisan saja tapi lahir bathin, dengan maknanya ittiba’.(mentaati, mengikuti, meneladani dsb).
    Ya Rabbana Wam’la’ gulubana bi Mahabbatik wa Mahabbatir Rasul SAW….
    Walhamdulillahi rabbil A’alamin.

  7. ketika rasa itu kita pahami, Insya Allah, analogi apapun akan berujung pada Arsy Rabb, selalu.
    sahabat, saya minta maaf jarang komen karena keterbatasan koneksi. tp saya yakin hati kita selalu tertaut dg ijin Allah, semoga keluarga selalu sehat dan dimudahkan, semua akan ringan jika niatkan karena ibadah. amin.. ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s