Duhai Diri, Ingatlah Saat-Saat Itu..

Ingatlah..

Ketika tangan tangan para kekasih menurunkan tubuh kita ke dalam lahad dengan airmata kesedihan. Setelah itu kita sendirian di sana. Dalam kesempitan dan kegelapan. Lalu tubuh kita di hadapkan ke kiblat. Lalu kafan penutup wajah kita dibuka, dan muka kita diciumkan ketanah dinding kubur. Lalu tanah ditumpukkan pada tubuh kita. Lalu kita dipendam, lalu batu nisan bertuliskan nama kita ditancapkan di kubur kita..

lalu kita ditinggalkan….

Sendiri..

Bukan sebulan atau dua bulan. Tapi bisa ratusan tahun atau ribuan tahun sendiri..

Tak bisa curhat… tak bisa berhubungan dengan siapapun… tak bisa bergerak kemana mana…, tak ada pemandangan, tak ada warna…, yang ada hanya kegelapan dan kegelapan.., menunggu dan menunggu.. ribuan tahun.. sendiri..

Yang ditunggu adalah sidang akbar pertanggungan jawab.. harap harap cemas diselingi putus asa dan penyesalan.. itulah yang terus menghantui kita kelak..

Ketika mengingat ini, maka leburlah segala kekerasan hati. Ia pun mencair, dan jiwa terpanggil untuk sujud sambil menangis, mengadu pada Allah jika ingat akan hal itu karena hanya Dia-lah yang melihat keadaan kita saat itu..

Hanya Dia-lah yang ada saat itu..

Untuk inilah kita shalat..

Agar Dia swt tak melupakan kita saat itu, dan mengasihani kita yang telah terbujur kaku di dalam tanah lembab ribuan tahun..

Wallahu a’lam

———

Petikan nasehat Habibana Munzir Al Musawa, di Website Majelis Rasulullah 

Iklan

6 thoughts on “Duhai Diri, Ingatlah Saat-Saat Itu..

  1. Hidup ini hanya sementara,tempat singgah tuk sampai k tmpt yg abadi. Kematian tuh pasti datang,tanpa ada basa-basi.sekarang,1jam lg besok,tahun depan,atau entah kpn,dan itu pasti. Segeralah bertobat…. Memohon ampun yg sebesar2nya…

  2. mati itu adalah pasti bg setiap yg bernyawa. tp manusia sll leka dan alpa dgn pentas dunia yg terlalu menuntut dgn kebendaan dan hiburan. manusia cuba tidak mahu memikirkan soal mati sbb byk urusan dunia yg pd fikiran mrk masih lg belum selesai walhal soal mati tidak boleh ditangguh walaupun hanya sekelip kelopak mata atau sedetik masa berputar. saya sering fikirkan hal itu,sedar atau tidak tll byk yg kita kejar smpi lupa nyawaku hanya dihujung tanduk..cukup ka amalan? bersediakah utk bertemu dgn pencipta alam?renung2kan..

  3. Ia lahir, Ia mati.
    Kemudian ia dibangkitkan untuk mempertanggungjawabkan segala amal.
    Itulah kita, MANUSIA.

    “Sepandai-pandai manusia ialah yang lebih banyak mengingat
    kematian dan sangat cukup persiapannya untuk menemui kematian itu.
    Itulah yang sebenar-benarnya disebut orang pandai, mereka pergi
    ke alam baqa dengan membawa kemuliaan dunia dan kemuliaan akherat”.
    (HR Ibnu Majah)

    “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian, kemudian
    kepada Kami engkau akan kembali”. (Al-Ankabut 57)

    “Dialah (Allah) yang telah menciptakan kamu daripada tanah,
    kemudian menetapkan ajal kamu”. (Al-Anam 2)

    “Maka apabila telah datang ajal mereka, tidaklah akan terlambat
    dan tidak akan termaju walaupun agak sebentar saja”. (An-Nahl 61)

    “Katakanlah bahwasanya kematian itu, yang kamu lari dari padanya,
    sesungguhnya ia pasti akan menemui kamu juga, kemudian
    kamu kan dikembalikan kepada (Tuhan) yang mengetahui barang
    yang ghaib dan nyata, lalu Ia kabarkan kepada kamu apa-apa
    yang telah kamu kerjakan”. (Al-Jumat 8)

    “Di mana saja kamu berada kematian itu pasti akan menemui kamu,
    walaupun kamu berada di mahgli-mahgli yang amat kokoh”. (An-Nisa 78)

    “Dan sebagian daripada kamu mati (pada umur muda) dan sebagian
    lagi dari kamu dikembalikan kepada serendah-rendah umur (usia lanjut)
    supaya ia tidak tahu apa-apa lagi sesudah tahunya”. (Al-Hajji 5)

    Semoga Alloh memilihkan tempat meninggal yang terbaik,
    waktu meninggal yang terbaik,
    dan cara meninggal yang terbaik.
    Manakala kita RIDHO kepadaNya.

    wa la tamutunna ‘illa wa-‘antum muslimuna

    ===
    Syukron Atik sudah sharing di sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s