Meneliti Aib Diri Sendiri

Tundukkan Nafsumu

Saudaraku,

Mungkin sudah tidak terhitung seberapa banyak aib dari seseorang yang telah kita ungkap di hadapan khalayak ramai. Dan betapa kita mungkin merasa nikmat karena telah memperbincangkan hal ikhwal tentang aib seseorang, meskipun kita sendiri sesungguhnya belum yakin akan kebenaran berita dan aib dari orang yang kita bicarakan tersebut. Begitu ringannya lidah kita meluncurkan sebuah kalimat yang kita tidak tahu apakah kalimat tersebut membawa keridhoan Allah SWT atau mungkin malah mendatangkan kemurkaan-Nya – Semoga Allah SWT lindungi kita dari hal demikian.

Saudaraku,

Imam Hasan Al Bashri dalam kalamnya (ucapannya) menyebutkan bahwa, “Engkau tidak akan memperoleh hakikat iman selama engkau mencela seseorang dengan sebuah aib yang ada pada dirimu sendiri. Perbaikilah aibmu, baru kemudian engkau perbaiki orang lain.
Setiap kau perbaiki satu aibmu, maka akan tampak aib lain yang harus kau perbaiki. Akhirnya kau sibuk memperbaiki dirimu sendiri. Dan sesungguhnya, hamba yang paling dicintai Allah adalah dia yang sibuk memperbaiki dirinya sendiri.”

Saudaraku,

Semoga petikan ucapan singkat dari Imam Hasan Al Bashri di atas cukup dan bisa menjadi renungan buat kita bersama dan semoga hal ini menjadi motivasi bagi kita untuk tiada henti-hentinya mengevaluasi diri dan berhati-hati dalam setiap ucapan yang akan kita buat.

Astaghfirullahal ‘adhiim,

Wallahu a’lam
— — —

Rujukan: “Orang Bijak Berkata – Kumpulan Nasehat Sepanjang Masa” oleh Habib Naufal bin Muhammad Alaydrus – Terbitan Taman Ilmu

Iklan

19 thoughts on “Meneliti Aib Diri Sendiri

  1. SALAM SEJAHTERA SAUDARA KU ROZY,

    TAJUK INI SANGAT MENARIK DAN MENGINSAFKAN. SUDAH 2 ATAU 3 POST DARI BLOG INI SUDAH DISIARKAN DAN MENJELANG BUANG UNDI DI N31, PORT DICKSON YG AKAN BERLANSUNG. ELOK BENAR DISIARKAN. MOHON IZIN YA.. SAUDARA ROZY.
    WSLM

  2. ” Hisablah diri kamu sebelum kamu dihisab, dan hitunglah amalanmu sebelum kamu dihitung ” : Umar Al khottob

    Salam Ziarah dr bumi Anbiya’

  3. Shadaqta. Sudah selayaknya qt menghisab diri ni sebelum datang hari yg dijanjikan. Astaghfirullah.

    Mengutip do`a yg diajarkan Rasulullah kpd ‘Aisyah, “Ya Alloh, sesungguhnya Engkau sangat mencintai ampunan maka ampunilah aku.”

  4. Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh, Saudaraku,

    Alhamdulillah..
    Subhanallahi wabihamdihi subhanallahil ‘adhiim..

    Semoga kita merupakan bagian dari orang-orang yg senantiasa sibuk memperbaiki diri sendiri tersebut, saudaraku..insya Allah..amiin Allahumma amiin.

    Salam hangatku dari jauh 😉 ,
    Rozy

  5. assalamualaikaum sahabat,
    kalimat kita akan sibuk memperbaiki diri sendiri itu punya makna luar biasa, blog ini selalu memberikan kesejukan, makasih sahabat.. ^_^
    semoga kita selalu sehat, amanah dan ikhlas, amin..

  6. Akhi,

    Saat ku berkata, sesungguhnya hakikatnya aku tujukan hal itu untuk diriku..

    Semoga Allah swt senantiasa membimbing kita untuk terus mengenal diri kita akan segala kekurangan dan kelebihannya…aamiin.

    Astaghfirullahal ‘adhiim,

    Wallahu a’lam

  7. Shadaqta, ya akhi.

    Hayati kebesaran-Nya
    dalam melihat kelemahan diri.

    Imam Al-Arif biLlah Saiyyidi Ibn ‘Atho’illah As-Sakandari r.a. berkata:

    “Jika anda bijak lagi cerdik, sudah tentu hak-hak Allah di sisi kamu lebih penting berbanding keinginan-keinginan nafsumu.

    “Sesungguhnya, pintu bagi maksiat, kelalaian dan syahwat adalah redha terhadap keaiban diri. Adapun asas bagi ketaatan, penjagaan dan kemuliaan adalah sikap tidak redha dengan keaiban diri (lalu memperbaikinya).”

    Kata Imam Al-Arif biLlah Sheikh Abdul Wahab As-Sya’rani r.a. pula:

    “Kami telah berjanji kepada para masyaikh (guru-guru) kami: untuk melihat diri kami paling hina dalam kalangan muslimin, walaupun kepada mereka yang paling fasiq dalam kalangan muslimin tersebut, maka hendaklah kita merasakan diri kita lebih fasiq daripada mereka.”

    Penjelasan kata-katanya, di sini.

    Mudah-mudahan kita terus-menerus dibimbing-Nya memperbaik diri, menjadi hamba-Nya dan khalifah-Nya yang sejati. Amiin.

  8. Iya,mas benar. Terlalu banyak kesalahan fatal yang kita buat dan sungguh sedikt sekali usaha kt dalam memperbaikinya. Terima kasih ya mas hendra sudah bikin posting ini. Isinya sangat dalam dan bermakna bagi saya.

  9. Ketika menunjuk satu telunjuk ke orang lain, sebenarnya ada empat jari yang sedang menunjuk ke diri. Dan ketika kita sedang membicarakan aib orang lain, bersiaplah kita juga kan diomongin oleh mereka…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s