Belajar Dari Banyak Hal

mendakiPada setiap situasi, ada pelajaran yang bisa diambil. Dari tugas-tugas biasa, sampai proyek yang rumit, kehidupan selalu siap mengajarmu.

Kehidupan selalu siap mengajarmu bila kau bersedia. Dan semakin banyak kau belajar dari kehidupan, semakin baik kehidupanmu.

Pelajaran-pelajaran itu tidak selalu jelas, tapi selalu ada di situ bila kau mau mengamati. Pelajaran itu ada dalam kesedihan, kemenangan, ketidaknyamanan dan kesenangan.

Setiap pelajaran yang kau ambil, mengantarmu ke pelajaran baru yang lebih berharga.

*   *   *


[] Dikutip dari buku: “Bahagia Dunia Akhirat” karya Habib Husein bin Anis Al Habsyi, Hal.106-107

Iklan

21 thoughts on “Belajar Dari Banyak Hal

  1. Mbak LIna,

    Tulisan di atas bukanlah tulisan saya. Saya hanya menyalinnya kembali ke blog ini dan ini juga berlaku bagi saya yg saat ini masih terus belajar dan jatuh bangun di jalan perbaikan.

    Mohon do’akan saya ya Mbak 🙂

  2. Subhanallah
    dulu saya pernah menerima cobaan yang sangat berat
    sampai-sampai semangat hidup ini hampir hilang
    Mas Rozy benar,sesungguhnya apapun kejadi didalam kehidupan kita
    sesungguhnya adalah jalan menuju perbaikan, begitu banyak hikmah dan pelajaran yang dititipkan Allah SWT dibalik semua itu

    Sekarang saya justru bersyukur, seandainya cobaan itu tidak pernah saya alami
    pasti kehidupan saya tidak akan pernah seperti sekarang ini.

    Allhamdulillah 🙂

  3. Alhamdulillah Abu Miftah,

    Jazakallah khoiron jaza’ tlah berbagi nasehat.

    Sesungguhnya di setiap ciptaan Allah SWT tersimpan banyak hikmah, dan kitalah yg mesti memetik hikmah itu, sehingga kita mampu belajar untuk menjadi lebih baik, lahir maupun bathin.

    “Sesungguhnya Allah mengilhami jiwa manusia dengan dua jalan, kefasikan dan ketaqwaan. Beruntunglah orang-orang yang membersihkan jiwanya dan merugilah orang-orang yang mengotorinya.”

    Semoga diri kita termasuk orang-orang yang senantiasa berusaha membersihkan diri, lahir dan bathin.

    Wallahu a’lam.

  4. Salam sahabah Islamiyyah..

    Sungguh! Hidup ini ceritanya cuma ‘bagaimana untuk kembali ke sana’. Kerana kita dari sana dan ke sana pula kita seharusnya menuju. Itulah al-jannah / syurga atau kampung halaman kita. Maka takdir kita untuk diuji di sini sebagai penapisan atau prelude. Maka untuk selamat kembali ke sana, ALLAH dan para utusanNYA telah memberikan tuntunan secukupnya dan selengkapnya.

    Soalnya – antara mahu dan tidak sahaja. Bagi mereka yang rindu dengan kampung halaman di akhirat berusahalah mengikuti rambu-rambu aturan kehidupan yang disediakan. Sedangkan bagi yang ‘enggan / abaa’ – hanya dirinya sendiri yang menentukan.

    “Semuanya akan masuk syurga kecuali bagi mereka yang enggan – illa man abaa” – mafhum hadis

  5. Pak Ustaz, Assalamualaikum.
    Indah sekali kalamnya. Memang benar jika kita mati sepenuhnya kita akan dapati bahawa setiap sesuatu yang hadir dalam kehidupan ini bisa memberikan kita pengajaran dan motivasi yang bagus untuk diri kita.

  6. Assalamu’alaikum,
    Dalam setiap langkah kehidupan , banyak hal yang bisa kita ambil pelajaran. Apakah itu kehidupan diri kita atau pun kehidupan orang lain. yang penting kita harus berusaha mengambil hikmah dari kehiudpan itu.

    Terima kasih.

    Salam

  7. Makasih mas, nasehatnya. Maaf terlambat : ‘Minal Aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin’. Maaf jika ada salah ucap saat mengomentari blog ini.

  8. “Setiap pelajaran yang kau ambil,
    mengantarmu ke pelajaran baru yang lebih berharga.”

    Sungguh benar, sahabatku.
    Tanpa mengambil pelajaran, kita tak akan diizin-Nya
    untuk maju seterusnya, hingga kita tiba ke hadirat-Nya,
    Allah Azzawajalla.

    Mudah-mudahan Allah perkenankan kita, ya sahabat.
    Mengutip pelajaran demi pelajaran,
    tanpa ada keciciran lagi,

    Sambil teringat saya akan puisi Maulana Rumi, sebelum pergi
    biar saya titipkan buat tatapan bersama, ya.

    Allah bersama kita selalu, in sya Allah.

    —–

    WISMA TAMU – Jalaluddin Rumi

    Diri ini, yang sedang menjadi manusia
    adalah sebuah wisma tamu.
    Setiap pagi, datang tamu yang baru.

    Kegembiraan, kesedihan, atau sifat buruk
    sedikit pengetahuan diri hadir sebentar
    sebagai tamu yang singgah tanpa perjanjian.

    Sambutlah, dan jamulah mereka semuanya!
    Biarpun tamumu hanya sekerumunan nestapa
    yang melanda rumahmu dengan kasar
    dan mengangkut seluruh isinya,
    tetaplah hadapi setiap tamu dengan mulia.
    Bisa jadi ia sedang mengosongkanmu
    demi kedatangan banyak kebahagiaan baru.

    Niat buruk, rendah diri, dengki,
    sambutlah mereka di pintu dengan tertawa,
    dan ajak mereka masuk.

    Berterimakasihlah
    atas apa pun yang didatangkan padamu,
    karena setiap tamu adalah utusan
    dari alam ruh, sebagai penunjuk jalanmu.

    Sumber:
    http://suluk.blogsome.com/2008/05/22/wisma-tamu/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s