Nilai Sebuah Persahabatan

Share on Facebook

Seorang teman bercerita, bahwa dalam pelayarannya mengarungi lautan hikmah orang-orang bijak yang berada di atas kapal kehidupan, ia menemukan sebuah ungkapan bijak yang terabadikan dalam sebuah kitab, dalam goresan pena dari orang yang berkenan memungutnya. Sebuah ungkapan sederhana yang sarat dengan makna. Ungkapan yang sudah seharusnya menyadarkan kealpaan diri manusia yang senantiasa menjadikan kata “sibuk” sebagai alasan untuk “melepaskan” satu demi satu ikatan pertemanan ataupun persahabatan yang pernah mereka jalin, bukan karena alasan akhirat, melainkan karena mengharapkan syurga dunia yang fana.

Inilah ungkapan itu…

“Janganlah engkau anggap persahabatanmu dengan seseorang biasa-biasa saja. Syukurilah teman-teman baikmu. Karena, suatu hari mungkin engkau bangun dari tidur dan menyadari bahwa kau telah kehilangan mutiara, karena terlalu sibuk mengumpulkan batu”

—oo0oo—

Saudaraku,

Dengan siapapun kita bersahabat, sesungguhnya pasti ada nilai yang hendak kita ambil dari hubungan itu. Nilai yang tidak runtuh saat runtuhnya posisi karier kita. Nilai yang tidak runtuh saat berakhirnya dunia yang fana ini. Karena nilai itu abadi dalam balutan kebenaran, bersahabat yang tidak lain hanya berharap keindahan abadi di akhirat.

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga setiap persahabatan yang terjalin dalam balutan kasih sayang. Persahabatan yang terjalin ikhlas hanya karena-Nya. Persahabatan yang terisi dengan saling berwasiat perihal kebaikan dan persahabatan yang tiada mengharapkan imbalan dunia, melainkan keridhoan Ilahi Robbiy semata…aamiin.

Wallahu a’lam

Baca juga:

Iklan

5 thoughts on “Nilai Sebuah Persahabatan

  1. Insya Allah, Saudaraku Shafiq.
    Semua atas ijin-Nya.
    Harapan ditujukan pada-Nya.
    Semoga rasa takut, harap dan mahabbah
    menyatu dalam tiap gerak laku kita

    Semoga DIA ridho
    Semoga DIA bimbing langkah kita
    dan semoga tiada akhir yang diinginkan
    selain….husnul khotimah

    insya Allah ya akhinal mahbub….aamiin Allahumma aamiin.

    Salam cinta dan rinduku dari jauh

    -Rozy-

  2. Saudaraku Rozy,
    teman yang jauh di mata
    didekatkan dengan du’a.
    Teman yang dekat di sini
    dimesrai kata-kata
    yang menusuk qalbi.

    Terima kasih. Sama-sama
    saling mengingatkan,
    justeru menjaga
    supaya kita senantiasa
    dalam lingkungan
    kedekatan-Nya,
    in sya Allah.

  3. wa ‘alaikassalaam ya akhi,

    Duhai akhi, Janganlah engkau berkata begitu, tiada adil rasanya membanding-bandingkan bagaimana diriku dan dirimu, sedangkan aku sendiri tak tahu keadaanku di sisi Allah SWT.
    Apa yg telah kutulis di ruang ini sebagaimana yang telah kusebutkan di halaman PROLOG blog ini, sekedar berbagi apa yg pernah aku lihat, aku dengar dan rasa, terlebih utk mengingatkan diriku sendiri. Jika ada yg baik yg engkau temui di sini, silakan diambil jika berkenan, dan jika sesuatu yg buruk dan tiada berguna engkau temui di sini, maka engkau lebih paham atas tindakan apa yg seharusnya engkau ambil 🙂

    Alhamdulillah ana sihah ya akhi, semoga demikian jugalah buat antum sekeluarga. Sukses selalu buat hari-hari antum bersama keluarga, dalam upaya menuju-Nya, mengejar dan melanggengkan untaian Rahmat dan Ridho-Nya..insya Allah..aamiin.

    Wallahu a’lam

  4. Assalamu’alaika ya ikhwana. Bagaimana daku hendak bersahabat dan menjadi sahabatmu, sedang diri ini begitu tak sebanding rasanya….

    Sehat akhi? Semoga ya. Lama tak sua. Bagaimana kabar imammu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s