Rendah Hati, Ciri Akhlak Nabawiy

Suatu hari, Al Imam Fakhrul Wujud kedatangan tamu seorang wanita yang telah membuatkan makanan semalam penuh khusus untuk Al Imam, dan ketika wanita itu sampai di depan pintu rumah Al Imam, maka penjaga pintu berkata: “Ibu mau kemana?” Ibu itu menjawab: “Aku mau menghadiahkan semangkuk bubur ini untuk Sang Imam”.

Maka penjaga itu berkata: “Wahai ibu, lebih baik makanan ini disedekahkan saja kepada fuqara’ karena setiap harinya di dapur Al Imam selalu dipenuhi dengan sembelihan kambing, dan puluhan kilo beras dimasak setiap harinya”. Maka ibu itu merasa kecewa, namun menyadari apa yang telah dikatakan oleh penjaga itu, karena pastilah semangkuk bubur itu tidaklah ada artinya bagi Al Imam Fakhrul Wujud, kemudian ia pun pergi.
Lanjutkan membaca “Rendah Hati, Ciri Akhlak Nabawiy”

Ikhlas

Suatu ketika Imam Al-Ghazali ditanya oleh muridnya tentang apa itu “Ikhlas”, dan beliau pun menjelaskan dengan singkat;

“Ikhlas adalah menjadikan semua amalmu untuk Allah Ta’ala, tidak merasa gembira dengan pujian manusia dan tidak peduli dengan celaan mereka”
Lanjutkan membaca “Ikhlas”